2 Terduga Teroris Dibekuk, Cirebon Tersangkut Lagi Kasus Teror

324
PENANGKAPAN. Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri saat melakukan penangkapan dan penggeledahan terduga teroris di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon,, Kamis kemarin (17/5).

CIREBON – Seolah sudah menjadi zona merah, nama Cirebon selalu terkait dalam pusaran kejadian teror di Indonesia. Kamis kemarin (17/5),  Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menciduk dua orang terduga teroris dari daerah di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Tim Densus 88 menangkap dua orang terduga teroris di tempat yang berbeda. Terduga berinisial S diamankan di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, dan terduga berinisial H diamankan di wilayah Kota Cirebon.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto langsung meninjau proses penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan oleh densus. Usai peninjauan, kapolda langsung memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan.

Dikatakan kapolda, terduga teroris berhasil diamankan sekira pukul 13.00 WIB. “Jadi hari ini telah dilakukan penegakan hukum terhadap terduga  teroris inisial H dan S. Dari hasil penangkapan kita lakukan penggeledahan, penggeledahan ini rumah kontrakan J yang sudah tertangkap pada saat pelaku bom Thamrin. Oleh karena itu tadi dilakukan penggeledahan supaya meyakinkan isi rumah tersebut supaya tidak membahayakan masyarakat,” jelas Kapolda.

Dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan S, tambah kapolda, petugas berhasil mengamankan dua buah aki berukuran besar dan sejumlah barang lainnya yang langsung dibawa untuk dijadikan barang bukti.

“Hasil penggeledahan ditemui aki berukuran besar dua buah, dan barang lain. Sekarang pelaku dan barang bukti kita bawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Densus 88,” tambahnya.

Kapolda juga menyatakan keduanya dipastikan merupakan anggota jaringan JAD. Keduanya juga diketahui berkaitan dengan penangkapan 4 terduga teroris di wilayah Tambun.

“Kita terus kembangkan karena dari pelaku yang saat ini sudah ditahan, mereka menyebut nama S dan H sehingga kita amankan saat ini,” tandasnya.(yog)

BAGIKAN