50 Gereja di Indramayu Dijaga‎ Ketat Kepolisian

456
KETAT.
KETAT. Personel Polres Indramayu melakukan penjagaan dan pengamanan di salah satu dari 50 gereja pasca insiden ledakan bom bunuh diri di Surabaya.

INDRAMAYU – Kepolisian Resor Indramayu melakukan penjagaan ketat gereja pasca insiden ledakan yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi. Pengamanan secara terbuka dan tertutup tersebut dikonsentrasikan pada 50 gereja secara intensif.

Para personel yang diterjunkan melibatkan semua kesatuan, juga personel bersenjata lengkap hingga berpakaian preman. Upaya tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap segala kemungkinan buruk yang dapat terjadi.

Sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah secara maksimal. Pengamanan ketat itu salah satunya diterapkan di Gereja Santo Mikael yang terletak di Jalan Bima Basuki, Indramayu kota. Personel kepolisian berseragam, baik bersenjata lengkap maupun tidak disiagakan. Sedangkan pengamanan tertutup diantaranya difokuskan pula di luar sekitaran gereja dengan radius 50 hingga 100 meter untuk mendeteksi potensi gangguan dan gerak-gerik mencurigakan.

Di 50 gereja, masing-masing diamankan minimal 2 body sistem, dan dilakukan pula sterilisasi di dalam maupun di luar gereja. “Dengan kejadian di Surabaya, pimpinan Polri memerintahkan pada seluruh jajaran untuk meningkatkan pengamanan di seluruh gereja yang hari ini sedang melaksanakan kebaktian. Kita sudah sampaikan juga ke seluruh polsek jajaran untuk melaksanakan penjagaan dan pengamanan satu kali 24 jam,” jelas Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin melalui Kabag Ops, Kompol Bendi Ujianto.

Sementara itu, Pendeta Katolik Gereja Santo Mikael, Romo Istimur Bayu mengajak seluruh umat di negeri ini untuk menahan diri terkait insiden ledakan bom bunuh diri di Surabaya yang menewaskan sedikitnya 8 korban dan puluhan lainnya luka-luka. Dan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasusnya kepada Polri.

“Menyesalkan ada peristiwa kekerasan lagi. Dan mengimbau kepada masyarakat tidak menjadi dendam, menyerahkan pada proses hukum penyelidikan polisi dan menahan diri agar dapat menjaga keutuhan NKRI. Memang tahun ini memanas ya tahun polisi, tetapi kita harus jaga hak hidup di negeri ini. Saya kira sebagai pemimpin umat kepada agama sebagai corong untuk menyuarakan perdamaian dimanapun,” tandas dia. (tar)