Aksi May Day, Mahasiswa Diangkut Polisi

249
HENDAK DIANGKUT
HENDAK DIANGKUT. Sejumlah mahasiswa Cirebon hendak diangkut ke truk dalmas Polres Cirebon Kota, setelah terlibat kericuhan dengan kepolisian saat demo memperingati hari buruh atau May Day, kemarin.

CIREBON Peringatan hari buruh atau May Day kemarin (1/5), tidak hanya diperingati para pekerja atau buruh. Sejumlah aktivis mahasiswa Cirebon juga melakukan aksi turun ke jalan, di simpang empat Jalan Pemuda-Jalan By Pass Kota Cirebon. Sayangnya, aksi tersebut berakhir ricuh. Mahasiswa yang tengah aksi terpaksa diangkut polisi ke Mapolres Cirebon Kota.

Kericuhan antara petugas kepolisian dan mahasiswa terjadi saat polisi hendak membubarkan aksi massa, lantaran diduga aksi tersebut dilakukan tanpa menempuh prosedur pemberitahuan ke kepolisian. Mahasiswa menolak dibubarkan, malah hendak membakar ban dan melanjutkan orasinya.

Tak lama-lama, polisi langsung mengangkut mereka ke mobil dalmas untuk kemudian menuju Mapolres Ciko. Sempat ada perlawanan dari mahasiswa, sehingga terjadi kericuhan. Namun akhirnya mereka digiring menuju mapolres.

“Woy, jangan mukul dong. Jangan mukul,” teriak seorang mahasiswa saat hendak diangkut ke mobil dalmas.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy menjelaskan, pembubaran aksi May Day sejumlah mahasiswa dilakukan pihaknya, lantaran massa tidak menempuh prosedur pemberitahuan atau izin ke kepolisian. Mereka hanya memberitahu melalui pesan singkat.

“Kami dari kepolisian kan punya prosedur resmi, siapapun yang ingin mengemukakan pendapat di depan umum silakan pemberitahuan dulu,” kata Roland, saat ditemui di Balaikota Cirebon.

Pihaknya menyatakan, tidak akan menghalangi siapapun yang hendak berdemo untuk menyampaikan aspirasinya, sepanjang menaati prosedur berdasarkan aturan. Dia mencontohkan aksi yang dilakukan para buruh. “Sejak tiga hari lalu menyampaikan pemberitahuan, dan kita kawal sampai selesai,” katanya.

Dia mengatakan, mahasiswa yang diangkut ke Mapolres Ciko tidak untuk diamankan atau bahkan ditahan. Mereka diajak berdialog di mapolres. “Agar tidak gaduh, jadi mengobrolnya di mapolres,” katanya. (jri)