Asing Beli Murah dari Sini, di Sana Harganya Selangit

273
BAHAS KOPI
BAHAS KOPI. Diskusi soal kopi Lemahsugih Majalengka yang seperti dijajah oleh asing di Born Cofee Kota Cirebon, kemarin.

CIREBON – Indonesia memiliki banyak kekayaan alam, salah satunya kopi. Kopi Indonesia, sejauh ini sudah memiliki nama di kancah dunia. Salah satunya Kopi Lemahsugih, Kabupaten Majalengka yang sudah mendunia dan sudah ada di Korea.

Sayangnya, kopi Indonesia dijual mahal di luar negeri, namun sangat  murah ketika asing membelinya dari para petani kopi. “Kita harus membuat manivesto dan menumbuhkan rasa nasionalisme dimulai dari kopi, dengan cara memerangi investor asing yang menguasai dan membeli kopi-kopi dengan harga murah,” kata salah satu penikmat kopi asal Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Edit.

Edit mengaku pernah beberapa waktu lalu mengunjungi Korea, dan menemukan kopi Lemahsugih Majalengka di Korea.  “Saya ke Korea,  di sana ada kopi asli kampung halaman saya. Saya bukan bangga, tapi merasa terhina dan bertanya-tanya. Kenapa kopi kampung saya bisa dimanfaatkan di Korea, tetapi di kampung saya, petaninya tidak diperhatikan dan kopinya dianggap murahan,” kata dia.

Sejauh ini, kata Edit, masyarakat Indonesia terkesan diam saja ketika tahu kopi diambil asing. Padahal itu termasuk penjajahan. Dirinya menemukan kedai kopi di Korea, memakai kopi Lemahsugih dengan harga yang jauh lebih mahal ketika saat masih menjadi kopi biji. “Kopi kita di sana dijual dengan harga berapa puluh kali lipat. Padahal belinya murah banget. Kalau tidak salah, mereka orang asing beli kopi biji kita dengan harga 10 Won, tapi dijual lagi 600 Won. Itu udah berapa kali lipatnya,” kata dia.