Azis dan Edo Kuasai Panggung

Oke dan Pasti Berbagi Tanya Soal PKL dan Trotoar, Antar Pendukung Menghangat

177
Debat Kandidat
VISI-MISI. Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut satu, H Bamunas S Boediman MBA-Effendi Edo SAP MSi (kiri) dan pasangan nomor urut dua, Drs Nashrudin Azis SH-Dra Hj Eti Herawati (kanan) saat menyampaikan visi dan misi masing-masing, tadi malam.

CIREBONPanggung debat publik pertama pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Cirebon, tadi malam, di Swiss Belhotel seolah hanya dikuasai Calon Walikota nomor urut dua, Drs Nashrudin Azis SH dan Calon Wakil Walikota nomor urut satu, Effendi Edo SAP MSi.

Keduanya tampak lebih berperan dan cakap dalam setiap menjawab pertanyaan, maupun dalam segmen saling bertanya. Meski ada pula sesi dimana Calon Walikota nomor urut satu atau pendamping Edo, H Bamunas S Boediman ikut menjawab. Begitu juga pendamping Azis, Calon Wakil Walikota, Dra Hj Eti Herawati.

Dalam debat publik tersebut, masing-masing paslon diberi empat segmen. Pertama, mereka diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi. Di segmen kedua, masing-masing paslon menjawab pertanyaan yang dibacakan moderator, berasal dari amplop yang dipilih oleh paslon itu sendiri.

Debat publik mulai terjadi persilangan dialog pada segmen ketiga. Secara bergiliran, paslon diminta menanggapi jawaban paslon lain atas pertanyaan yang dibacakan moderator dengan pola sama dengan sebelumnya. Di segmen keempat atau terakhir, antar paslon saling memberi pertanyaan dan menanggapi jawaban yang disampaikan.

Di segmen terakhir, Azis menyampaikan pertanyaan kepada paslon nomor satu, mengenai strategi dalam penataan dan pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Selain itu, kebijakan terhadap pengusaha maupun pusat perbelanjaan yang tidak memberikan ruang kepada PKL sebagai tanggungjawab sosialnya.

“Bagaimana apabila bapak menjabat nanti, apa yang bapak lakukan terhadap nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) dan para pengusaha mall yang tidak memberikan ruang kepada PKL? Bagaimana bapak akan menangani nasib PKL dan pengusaha mall yang tidak memberi ruang kepada PKL?” tanya Azis.