Bamunas Siapkan Konsep Jitu

Home Industri Perlu Pendampingan Pemerintah

140
HOME INDUSTRI. Calon Walikota Cirebon nomor urut satu, Bamunas S Boediman berdiskusi dengan para pegiat home industri. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH
HOME INDUSTRI. Calon Walikota Cirebon nomor urut satu, Bamunas S Boediman berdiskusi dengan para pegiat home industri. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH

PEKALIPAN – Calon Walikota Cirebon nomor urut satu, Bamunas S Boediman menyambangi dan menyapa warga di beberapa RW di Kelurahan Jagasatru, Senin (16/04) kemarin.

Disana, Bamunas berdiskusi dengan beberapa warga yang didominasi ibu-ibu, dimana mereka menyampaikan aspirasi bahwa saat ini, makanan olahan hasil dari home industri yang mereka produksi sulit untuk dikembangkan.

Melihat keadaan tersebut, Bamunas menilai saat ini ruang untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya industri rumahan sangat minim bahkan cenderung stagnan.

“Home industri, itu bagus untuk kegiatan di rumah yang menghasilkan, cuma tadi saya tanya, yang mereka (pegiat industri rumahan, red) perlukan itu apa, ternyata ada beberapa hal yang mereka tidak punya, seperti peralatan yang terbatas,” ungkap Bamunas usai berdiskusi.

Untuk itu, ia mencoba mencari formula untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada yang membuat UMKM dan home industri sulit untuk dikembangkan.

Dijelaskan Bamunas, selain kualitas harus baik, produk yang dihasilkan juga memenuhi standar gizi dan melalui perizinan di BPOM, sehingga konsumen percaya keamanan dan kesahatan produk tersebut.

“Harus ada jaminan, bahwa produk yang dihasilkan layak konsumsi, caranya ya harus memenuhi standar BP POM, itu yang pertama,” lanjut Bamunas.

Setelah itu terpenuhi, masyarakat juga harus diberikan bekal tentang strategi-strategi bagaimana cara memasarkan produknya agar bisa diterima oleh pasar.

Salahsatu yang harus dilakukan, kata dia, adalah bagaimana produk yang dihasilkan dikemas semenarik mungkin sehingga bisa menarik pembeli.

“Setelah produknya sempurna, kan percuma kalau tidak ada yang beli, jadi selanjutnya adalah bagaimana mengenai Packaging-nya, kemasannya apakah bisa membuat pembeli tertarik atau tidak, itu juga harus diperhatikan,” ujar Bamunas.

Tak hanya sampai disitu, ada hal lain yang paling penting dan sudah menjadi tugas dari pemerintah, yakni mendampingi mereka agar bisa terus berkembang serta memfasilitasi kegiatan ekonominya.

Namun dituturkan Bamunas, dari hasil pengamatannya selama ini, sisi manajemen keuangan di masyarakat menjadi sorotan, sekaligus menjadi salahsatu faktor yang menyebabkan UMKM yang ada sulit untuk berkembang, sehingga perlu ada pengarahan dan pendampingan khusus di sektor itu supaya selain bisa menghasilkan produk yang laku di pasaran, mereka juga bisa mengatur keuangan dalam kegiatan ekonominya.

“Pendampingan itu mesti ada, harus ada pelatihan, nanti akan ada pelatihan managemen keuangan, itu paling krusial, masyarakat harus bisa mengatur keuangannya, harus bisa membedakan mana uang modal dan uang keseharian, dan itu sangat perlu pelatihan dan pendampingan,” ungkapnya. (sep)