Biaya Logistik Lebih Mahal

196
BERI PENJELASAN
BERI PENJELASAN. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochammad Basoeki Hadimoeljono memberi penjelasan mengenai beadlock perumahan di Indonesia yang angkanya masih di atas 11 ribu rumah. Dia juga menilai masih kecilnya pembangunan insfrastruktur membuat biaya logistik terbilang mahal di banding negara jiran.

CIREBON-Program sejuta rumah untuk rakyat sebagai salah satu nawa cita pemerintah era Jokowi-Jusuf Kalla masih menjadi harapan dalam pemenuhan tempat tinggal yang layak.

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr Ir Mochammad Basoeki Hadimoeljono MSc mengatakan saat bertandang ke Kota Cirebon, Minggu (20/5).

Menurut Basoeki, sampai saat ini beadlock atau kebutuhan rumah tingga dibanding ketersediaan huniannya masih belum proporsional. Angka beadlock, sebut Basoeki masih melebihi 11 ribu rumah. Oleh karena itulah program sejuta rumah bakal terus digalakannya.

“Perumahan kita masih beadlock, kami buatkan program sejuta rumah, namun sampai saat ini setiap tahun baru bisa 200 ribu unit saja. Sementara beadlock-nya masih 11 juta lebih,” ungkapnya.

Basoeki menyebut, sejak 2015 hingga trimester pertama 2018, program ini baru bisa menghasilkan 2.490.378 unit rumah. Dengan perincian  pengembangan unit rumah pertahun di 2015 sebanyak 699.770 unit. “Sementara di 2016 dan 2017 masing-masing pemerintah sudah mengembangkan 881.102 unit dan 885.428 unit rumah baru. Kebutuhan unit rumah baru ini ditangani pemerintah melalui program sejuta rumah,” ungkapnya.