Rabu, 27 Mei 2020
Beranda blog

New Normal, Pemerintah Jangan Hanya Pikirkan Sektor Ekonomi

Foto: Santri Kuningan (Ale)

RAKYATCIREBON.ID-Santri Kabupaten Kuningan meminta pemerintah untuk tidak gegabah dalam menerapkan kebijakan pola hidup normal baru (new normal) di masa pandemi Covid-19 yang direncanakan dimulai 1 Juni 2020.

Pemerintah juga diminta tidak hanya menekankan satu sektor saja seperti upaya ketahanan ekonomi, tetapi juga memikirkan dampaknya di bidang pendidikan, khususnya pada pondok pesantren (ponpes).

Ketua Santri Kabupaten Kuningan KH Acep Moh Yahya mengatakan, lembaga pesantren di Kabupaten Kuningan yang jumlahnya mencapai ribuan akan banyak terdampak saat new normal diberlakukan.

Menurut Acep, dengan pola hidup normal baru, pendidikan di pesantren kembali berlangsung seperti sedia kala. Di sisi lain, saat ini untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan pesantren sangat sulit.

“Hal ini terjadi karena keterbatasan infrastruktur di pesantren, seperti tempat wudhu yang umumnya masih berupa bak terbuka atau belum berupa pancuran. Kamar pesantren umumnya juga dihuni santri dengan jumlah besar sehingga sulit untuk penerapan physical distancing. Untuk itu, saya ajak seluruh Pondok Pesantren mendesak pemerintah agar bukan hanya pengusaha yang diperhatikan, tetapi juga pesantren,” ujar Acep, Rabu (28/5) .

Dengan desakan bersama-sama ini, dia optimistis pemerintah akan mendengar dan membuat kebijakan yang lebih matang. Meski new normal tetap diberlakukan, kamar-kamar pesantren jangan sampai kosong karena tak adanya jaminan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama memikirkan karena selama ini kontribusi pesantren dan santri-santri kepada bangsa Indonesia juga sangat besar. Saya tidak ingin pandemi ini memakan korban yang banyak, khususnya sahabat kita di pesantren,” tandasnya.

Terpisah Dewan Penasehat Santri Kuningan KH. Didin Misbahudin Pemerintah perlu memfasilitasi rapid test dan swab test massal untuk seluruh kiai dan santri sebagai penanda dimulai kegiatan belajar di pesantren.

“Ketahanan pangan dan ekonomi pesantren untuk santri yang kembali ke pesantren, minimal selama 14 hari (mengikuti ketentuan isolasi mandiri)  juga harus dibantu oleh pemerintah,” terangnya.

Sekedar informasi, Kabupaten Kuningan masuk ke dalam Daerah Level 3 atau warna kuning, bersama dengan 19 kota/kabupaten di Jawa Barat, diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Depok, dan kota Tasikmalaya.(ale)

Pemkab Evaluasi Pemerintahan, Komitmen Penanganan Covid-19

EKSTRA. Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat memimpin rapat evaluasi dihari pertama kerja pasca libur Idul Fitri. (FOTO: TARDIARTO AZZA)

RAKYATCIREBON.ID-Pemkab Indramayu langsung melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan dihari pertama kerja pasca libur lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah, Selasa (26/5). Termasuk membahas komitmen penanganan pandemi Covid-19 yang juga terdapat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kegiatan yang dipimpin langsung Plt Bupati Indramayu, H Taufik Hidayat itu berlangsung di Ruang Dalam Pendopo Indramayu dan diikuti para pejabat Setda maupun organisasi perangkat daerah (OPD). Dikatakan, setelah libur Idul Fitri 1441 Hijriah dipastikan seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Indramayu sudah masuk kantor untuk kembali melaksanakan tugas. Hal ini diakui sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang banyak libur dan cuti bersama.

Dan dihari pertama masuk kerja dengan suasana berbeda pula, Taufik memanfaatkannya untuk melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan di Kabupaten Indramayu. Evaluasi difokuskan terhadap jalannya pembangunan yang sudah direncanakan, juga penanganan Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

“Evaluasi ini dimaksudkan untuk mereview kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan sesuai program kerja yang telah disusun oleh masing-masing perangkat daerah. Selain itu, penekanan juga dilakukan terhadap penanganan Covid-19 terutama di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu,” jelasnya.

Ditegaskan, saat ini di seluruh wilayah di Kabupaten Indramayu masih menerapkan PSBB tahap 2 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Dan diharapkannya semua pihak dapat terus menjalankan dan mematuhi segala ketentuan maupun larangan yang ada dalam kebijakan tersebut. Sehingga pandemi Covid-19 bisa segera diatasi. “Saya ucapkan terima kasih kepada perangkat daerah yang terus berkomitmen dalam pencegahan Covid-19, begitupun kepada para camat yang terus bekerja siang dan malam bersama unsur Forkopimcam dalam pencegahan Covid-19 ini,” tandas Taufik. (tar)

Tanpa SIKM, Kendaraan Dilarang Melintas Wilayah Polresta Cirebon

Penyekatan akses Masuk Tol oleh personel Polresta Cirebon, Selasa (26/5).

RAKYATCIREBON.ID-Guna meminimalisir arus balik kendaraan dari arah Jawa menuju Jakarta pada H+2 lebaran, Selasa (26/5), Polresta Cirebon memberlakukan pembatasan akses masuk di lima pintu tol yang terdapat di Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi SIK MSi mengatakan, lima pintu tol yang dilakukan pembatasan adalah pintu tol Ciledug, pintu tol Kanci, pintu tol Ciperna, pintu tol Plumbon, dan pintu tol Palimanan.

Menurut Syahduddi, dalam pembatasan masuk di lima pintu tol itu, personel dari Polresta Cirebon melakukan penyekatan kendaraan yang datang dari arah Jawa menuju Jakarta. Para pengemudi bakal dicek apakah mereka memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) wilayah tujuan atau tidak.

“Kita melakukan pemantauan pembatasan akses masuk di lima pintu tol yang mengarah ke Jakarta. Jadi kendaraan yang menuju Jakarta kita pastikan memiliki SIKM dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” kata Syahduddi.

Bila pengemudi tidak memiliki SIKM, sambungnya, personel dari Polresta Cirebon akan memutar balik kendaraan tersebut ke daerah asalnya. Ia mengimbau agar para pengendara mengunduh terlebih dahulu SIKM di situs resmi Pemprov DKI Jakarta.

“Jika diperiksa tidak memiliki SIKM akan kita putar balik ke daerah asal sambil kita imbau untuk mengunduh SIKM di situs resmi pemprov DKI,” ujar Syahduddi.

Selain memabatasi akses masuk pintu tol, Syahduddi mengakui kalau pihaknya juga melakukan penyekatan dan pembatasan di beberapa check point. Seperti di Losari, Weru, Rawagatel, Ciwaringin dan Dukupuntang.

“Di jalur arteri juga dilakukan pembatasan akses masuk mulai check point di Losari, Weru, Rawagatel, Ciwaringin dan Dukupuntang,” ungkapnya.

Masih disampaikannya, pembatasan dan penyekatan di pintu tol serta jalur arteri menu Jakarta akan dilakukan selama 24 jam. Sampai masa PSBB di wilayah Jakarta berakhir.

“Ini sampai masa PSBB dinyatakan berakhir oleh pemerintah Jakarta dan sepanjang itu kita lakukan pembatasan akses masuk kendaraan ke Jakarta,” tutur Syahduddi.(yog)

Tak Ada Sidak, ASN Pemkab Cirebon Dipastikan Masuk Kantor

Kepala Bagian Organisasi Pemkab Cirebon, H Iik Ahmad Rifai

RAKYATCIREBON.ID-Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon hari ini mulai bekerja kembali seperti biasanya, Senin (26/5). Kepala Bagian Organisasi pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Iik Ahmad Rifai mengatakan ditengah pandemi coronavirus disease ini aktivitas ASN di Kabupaten Cirebon hari ini kembali aktif.

Pasalnya, jika pada tahun sebelumnya ada libur lebaran, namun terjadi perubahan jadwal cuti dan libur lebaran yang ditetapkan lewat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Dimana libur lebaran dan cuti bersama diundur di akhir Desember 2020.

“Pagi tadi tidak ada inspeksi mendadak (sidak,-red). Karena semua ASN sudah menyadarinya. Apalagi sekarang sampai dengan tanggal 29 Mei ini sistem kerja ASN di Kabupaten Cirebon masih dibagi dua shift, yakni ada yang berkerja di kantor dan ada yang melaksanakan tugas dari rumah masing-masing (Flexibel Working Arrangement/FWA),” jelas Iik Ahmad Rifai.

Biasanya, lanjut Iik, memang untuk kehadiran di awal pasca idul fitri itu ada sidak. Cuma sehubungan dengan kondisi sekarang dan masih PSBB. Akan tetapi walau demikian, untuk kehadiran dikantor disemua OPD atau Bagian itu masih tetap ada yang hadir.

“Karena kita masih memberlakukan adanya piket tiap hari sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, yang bertugas piket itu ya memang harus hadir dan saya yakin memang hadir. Malah di lingkup Bagian kehadirannya itu lebih daripada biasanya,” ungkap Iik.

Dijelaskan Iik, piket itu bergiliran disesuaikan dengan jumlah ASN. Dan dalam satu minggu itu ada jadwal, ada yang kebagian dua kali ada yang kebagian tiga kali. Tapi pada ujungnya dalam sebulan itu sama.

“Jadi pelayanan, tugas-tugas kita berjalan dengan lancar, hanya memang untuk kehadiran selama masa PSBB ini tidak full karena disesuiakan dengan jadwal piket yang berlaku,” katanya.

Penyesuaian jadwal piket tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati Cirebon Nomor 800/2573/BKPSDM tentang perpanjangan penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. (yog)

TPS Liar Resahkan Warga, Siska: DLH Angkut Segera

Anggota Komisi IV, Siska Karina SH MH meninjau lokasi TPA liar di kawasan Tuparev, Kedawung Kabupaten Cirebon (Foto : Ist/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID-Lokasi jalan Simega 2 Tuparev Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Akibatnya, sampah menggunuk, dengan bau tak sedap tercium menyengat.

Diduga sampah tersebut berasal dari hotel, rumah makan, restoran dan warga luar desa. Bau tak sedap yang ditimbulkan membuat warga sekitar menjadi resah, dan melakukan penutupan, menggunakan seng.

Penutupan itu, sedikit membuat aman. Hanya saja, tak berlangsung lama. Tepatnya setelah penutup sengnya itu didobrak. Diam-diam saat malam hari, warga luar kembali membuang sampah. Warga pun akhirnya melaporkan kepada kuwu setempat. Hanya saja, tidak mendapat respon positif.

” Upaya kami sudah melakukan penutupan. Kita tutup pake seng. Tapi didobrak juga. Kita laporkan ke kuwunya, tidak ada tindakan juga,” ucap salah satu warga desa setempat, Kismoyo.

TPS liar sendiri berada diarea tanah milik warga. Pemiliknya dipastikan tidak mengetahui, mengingat terjadi belum lama ini.

Tak mendapat respon pihak desa, warga pun akhirnya menyampaikan aspirasi kepada anggota legislatif di dapilnya. Tepatnya, Siska Karina SH MH. Politisi yang menduduki anggota komisi IV pun, akhirnya langsung mendatangi lokasi.

Benar saja, gunukan sampah menghiasi area jalan. Pihaknya pun mengaku kecewa mengetahui tak ada langkah yang dilakukan aparat desa. Padahal laporan itu sudah dilayangkan warga. Politisi partai Golkar itu juga meminta dinas terkait (DLH, red) bisa segera melakukan penutupan dan pembersihan, agar dimomentum hari kemenangan ini, tidak menimbulkan kegaduhan.

“Kami minta dinas terkait segera turun tangan. Lakukan pengangkutan. Jangan dibiarkan. Ini sudah meresahkan warga. Kasian mereka, kebagian baunya saja,” pungkasnya. (*)

Sering PP Jakarta, Pedagang Sayur Meninggal Positif Covid-19

BERTAMBAH. Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Indramayu, dr Deden B Koswara mengumumkan pasien positif Covid-19 meninggal. (FOTO: TARDIARTO AZZA)

RAKYATCIREBON.ID-Seorang pedagang sayur yang sering pulang pergi (PP) Indramayu-Jakarta dikabarkan meninggal dunia dengan status medis terkonfirmasi positif Covid-19. Adalah seorang laki-laki berinisial TJ (46) warga Kecamatan Tukdana, Indramayu.

Kasus yang menambah daftar perkembangan Covid-19 itu secara resmi diumumkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, dr Deden Bonni Koswara, Selasa (26/5). Dikatakan, penambahan kasus itu setelah pihaknya menerima hasil dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon. “Hasilnya kami terima pada hari Sabtu, 23 Mei 2020 sekitar jam 14.00 WIB. Kasusnya sudah masuk data perkembangan Covid-19,” jelasnya.

Disampaikan, orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu merupakan pedagang sayur yang sering pulang pergi Indramayu- Jakarta. Pada tanggal 20 Mei 2020 lalu, laki-laki berinisial TJ itu pulang dari Jakarta. Saat itu kondisinya sudah dalam keadaan sakit sejak satu minggu sebelumnya, bahkan sudah menjalani rawat inap di salah satu klinik di Jakarta.

Lalu, setelah mengantarkan istri dan anaknya ke rumah, TJ langsung ke RSUD Indramayu untuk memeriksakan diri. Keluhannya demam, nyeri tenggorokan, nyeri menelan, batuk, dan sesak nafas. Selanjutnya menjalani perawatan intensif di ruang isolasi dan dilakukan pengambilan swab pada 21 Mei 2020.

Beberapa jam kemudian atau sekitar pull 17.20 WIB, pasien meninggal dunia dengan diagnosa pneumonia sepsis ec Covid-19. “Kasus terkonfirmasi itu adalah kasus imported case. Sudah dilakukan tracing dan tracking terhadap kontak erat pasien tersebut. Kami juga sudah lakukan rapid test pada hari Sabtu lalu dan kami lanjutkan pengambilan swab pada hari Selasa ini,” terangnya.

Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu sejak 8 April 2020 sampai saat ini, tercatat ada 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah itu terdiri dari 3 orang sembuh, 3 orang meninggal, dan 9 orang masih dalam perawatan intensif.

Sedangkan jumlah pasien hasil swab sebanyak 162 dengan rincian 15 pasien positif tes kesatu, 6 pasien positif tes kedua, 115 pasien negatif tes kesatu, dan 26 pasien negatif tes kedua.

Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 170, 65 pasien diantaranya selesai pengawasan atau sembuh. Kemudian 57 PDP meninggal, dan 48 PDP masih dalam pengawasan. Data orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 872 orang yang terdiri dari 730 selesai pemantauan, dan sisanya masih dalam pemantauan intens. (tar)

SK Partai Gelora Sudah Ditandatangani Menkumham, Penyerahan Segera Dijadwalkan

GELORA. Para pimpinan Partai Gelora Indonesia saat peresmian Partai Gelora akhir 2019 lalu. (FOTO: IST/ RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID-Setelah satu setengah bulan menjalani proses verifikasi administratif dan faktual, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akhirnya mendapatkan SK Kemenkumham Republik Indonesia dan dinyatakan sah berbadan hukum sebagai sebuah Partai Politik.
SK Kemenkumham tersebut didapatkan Partai Gelora pada Selasa (19/05), tepatnya di sepertiga terakhir bulan Ramadhan 1441 H menjelang hari Kemenangan, Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah, ditengah suasana 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini, kami mendapatkan kabar dari Pak Menteri Yasonna H. Laoly bahwa SK Menkumham untuk Partai Gelora sudah ditandatangani. Insya Allah setelah lebaran, akan dilakukan seremoni penyerahan SK dari Menkumham kepada Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta. Mohon doanya.” demikian disampaikan oleh Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Cirebon.

Sedikit mengenai perjalanannya, pada 31 maret 2020, Partai Gelombang Rakyat Indonesia, atau disingkat Gelora Indonesia telah secara resmi mendaftarkan diri ke Kemenkumham sebagai partai politik, dimana selain kepengurusan pusat, Gelora juga mendaftarkan kepengurusannya di 34 DPW, 484 DPD dan 4394 DPC di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah kami juga sudah sampai di daerah, semua sudah kami daftarkan,” ujar Mahfuz.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta yang juga mantan presiden PKS, menyambut gembira dan bersyukur atas ditandatanganinya SK Menkumham untuk partai besutannya tersebut.
Sesuai dengan tujuan didirikannya, Anis Matta yakin Gelora Indonesia bisa menjadi sebuah gelombang yang akan membawa Indonesia keluar dari krisis global.

“Partai ini lahir di tengah krisis, SK-nya ditandatangani menjelang malam-malam Lailatul Qadar, dan tugas besar kami adalah membangun gelombang solidaritas rakyat untuk mampu keluar dari krisis, kemudian selanjutnya membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama dunia,” ungkap Anis.

Sementara itu, Direktur Tata Negara Ditjen AHU Kemenkumham, Dr Baroto SH MH menambahkan, proses verifikasi administratif untuk betkas yang diajukan oleh partai Gelora Indonesia telah selesai dilakukan pada tanggal 21 april 2020, kemudian prosesnya dilanjutkan dengan verifikasi faktual yang selesai pada tanggal 11 Mei lalu, sehingga dinyatakan selesai dan sudah ditandatangani Menteri Hukum dan HAM beberapa waktu lalu.

“Untuk penyerahan SK Menkumham nantinya akan dilakukan melalui pertemuan virtual, dan kabarnya akan dihadiri seluruh jajaran pimpinan Partai Gelora Indonesia dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Pak Menteri akan menjadwalkan setelah libur Idul Fitri.” kata Baroto. (sep)

Curanmor, FS Dibekuk Polisi

Pelaku FS saat diamankan Polsek Lemahwungkuk. (FOTO: HUMAS POLRES CIKO FOR RAKYAT CIREBON)

RAKYATCIREBON.IDUnit Reskrim Polsek Lemahwungkuk berhasil mengungkap kasus Curanmor yang terjadi di wilayah hukumnya.

Berdasarkan laporan polisi nomor pol: LP/ 21/ B/V /2020/ JBR/ RES CRB KOTA/ SEK LEMAHWUNGKUK tertanggal 22 Mei lalu, kepolisian berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku curat yang terjadi di Kota Cirebon.

Dalam keterangannya, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, melalui Kasubbag Humas Polres Ciko, IPTU Ngatidja membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Benar bahwa telah diungkap dan ditangkap satu pelaku curat dengan TKP wilkum Polsek Lemahwungkuk,” ungkap Ngatidja.
Pengungkapan tersebut, lanjut Ngatidja, merupakan hasil hasil kerja keras tim unit Reskrim Polsek Lemahwungkuk yang langsung melakukan pengejaran setelah laporan masuk.

“Saya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan ini yang membuat masyarakat lebih percaya kepada Polri,” lanjut Ngatidja.
Dari informasi kepolisian, saat ini berhasil dibekuk satu pelaku yang berinisial FS (26).

Mengenai kronologis penangkapan, dijelaskan Ngatidja, penangkapan FS bermula dari info awal yang dilaporkan korban AR, dimana petugas mendapatkan laporan adanya pencurian pada tanggal 22 Mei lalu sekitar pukul 01.00 WIB di rumah korban.

FS sendiri membawa kabur satu unit sepeda motor jenis Yamaha M3 warna hijau, dimana modus operandi yang dilakukan, pelaku membawa sepeda motor yang kuncinya masih tergantung.

Berawal dari info aeal tersebut, tim unit reskrim Polsek Lemahwungkuk langsung bergerak cepat melaksanakan serangkaian penyelidikan, dan dari hasil penyelidikan akhirnya diketahui identitas pelaku.

“Selanjutnya tim langsung melakukan penangkapan sekitar jam 19.30 terhadap FS, FS digelandang tanpa perlawanan yang pada saat itu ada di sedang nongkrong diluar rumahnya di Pegambiran,” jelas Ngatidja.

Dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 bernopol E 5663 CH, satu buah anak kunci serta satu lembar surat keterangan kredit.

Terhadap FS, dikenakan pasa 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (sep)

Polisi Tindak Tegas Penjual Miras Dihari Lebaran

RAKYATCIREBON.ID-Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Indramayu melakukan tindakan tegas terhadap penjual minuman keras (miras) dihari lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah, Minggu (24/5). Ribuan botol berisi miras disita dari sejumlah lokasi di beberapa wilayah.

“Kami melaksanakan giat razia pekat dengan menyisir beberapa warung yang diindikasikan tempat berjualan miras. Langkah ini untuk menciptakan kondusivitas lebaran di wilayah Kabupaten Indramayu, apalagi saat ini pandemi Covid-19,” jelas Kasatres Narkoba Polres Indramayu, AKP Deni Rusnandar.

Dari razia itu berhasil menyita 1.850 botol berisi miras berbagai jenis dan merek di sejumlah desa yang ada di wilayah Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Kedokanbunder, dan Sliyeg. Barang bukti tersebut selanjutnya dibawa ke mapolres untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. “Kita tipiring. Tapi jika untuk yang barang buktinya banyak kita akan jerat undang-undang tentang makanan dan minuman yang membahayakan,” tegasnya.

Selain itu, miras juga banyak beredar di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Petugas kepolisian yang dibantu unsur Koramil, Satpol PP, Lurah, Karang Taruna, dan Banser berhasil mengamankan 163 botol minuman keras berbagai jenis dan merek yang disita dari LS (43) warga Desa Sukajati, 110 liter jenis Ciu dari tempat milik RS (45) di Desa Karangtumaritis, dan 5 jerigen yang masing-masing berisi 50 liter jenis Tuak dari penjual MS (38) di Desa Kertanegara. (tar)

FOTO: ISTIMEWA

SITA. Petugas kepolisian menemukan lokasi peredaran miras jenis tuak dihari lebaran.

Apel Merah Makanan Favorit Ikan Dewa

Direktur OW Cibulan sedang memberi makan ikan dewan dengan makanan favoritnya yakni apel merah.

RAKYATCIREBON.ID-Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, setiap libur lebaran obyek wisata di Kabupaten Kuningan selalu dipadati oleh ribuan wisatawan. Salah satunya obyek wisata Cibulan yang berada di Desa manis kidul Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan.

Para wisatawan belum afdhol rasanya jika ke Kuningan belum bertemu ikan endemik yang satu ini. Ialah ikan dewa, merupakan ikan endemik yang konon disakralkan oleh leluhur masyarakat kuningan.

Meski disakralkan karena bentuk dan keberadaannya yang langka, wisatawan dapat aman berenang dengan ikan ini di Cibulan. Obyek Wisata Cibulan, merupakan salah satu habitat tertua ikan dewa ini.

Namun sejak wabah virus corona (covid-19) melanda, obyek wisata ikut terdampak dan sudah tidak beroperasi karena mengikuti anjuran pemerintah, agar ikan dewa tetap lestari pengelola pun rutin memberi makan kesukaannya yakni apel merah.

“Saya sendiri kurang tahu, namun dari dulu rutin dikasih makan apel merah, karena apel merah adalah makanan kesukaannya,” kata Direktur OW Cibulan Didi Sutardi, Minggu (24/5)

Kepada wisatawan, kata Didi, dirinya sering menghimbau untuk tidak memberi makan sembarangan karena dikhawatirkan terjadi keracunan atau kejadian yang tidak diinginkan. Wisatawan hanya boleh memberi makan apel merah.

“Alhamdulillah walaupun sudah dua bulan tidak beroperasi, rejeki untuk memberi makan ikan dewa selalu ada, biasanya ada dari pengunjung,” tuturnya.

Didi berharap wabah virus covid-19 ini cepat berlalu dan obyek wisata segera pulih kembali. “Kita bisa mengambil hikmah dari semua ini, mari kita berdoa semoga wabah virus corona segera berakhir,” pungkasnya.(ale)

Caption:Direktur OW Cibulan sedang memberi makan ikan dewan dengan makanan favoritnya yakni apel merah.