Rabu, 19 Desember 2018
Beranda blog

Kikis Stigma Negatif, Perbanyak Beri Manfaat untuk Masyarakat

RASA SYUKUR. Ketua MPC Pemuda Pancasila, Heri Hermawan menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua MPO Pemuda Pancasila, Drs H Nashrudin Azis SH sebagai wujud rasa syukur dalam peringatan HUT ke-59, kemarin.

Pemuda Pancasila menginjak usia ke-59 tahun pada 28 Oktober lalu. Di Kota Cirebon, MPC Pemuda Pancasila semakin menunjukkan kedewasaan dan kematangan. Stigma negatif yang sempat tersemat, coba untuk dikikis tiada henti. Mulai dari berbagai program bermanfaat digulirkan untuk masyarakat, sampai menjaga rutinitas kegiatan keagamaan.

Nurul Fajri, Rakyat Cirebon

“SEJAK saya menjadi ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Cirebon tahun 2006 sampai sekarang, stigma negatif itu mulai terkikis,” ungkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Cirebon, Heri Hermawan, usai peringatan HUT ke-59 di sekretariat setempat, Senin (29/10).

Heri menegaskan, anggota Pemuda Pancasila harus terus menjaga diri dan perbuatan dari hal-hal negatif. Harus meninggalkan kesan anggota Pemuda Pancasila itu sangat, premanisme, arogansi, sewenang-wenang dan karakter negatif lainnya.

“Sekarang kita tidak boleh minta-minta ke masyarakat atau melalui proposal. Tapi kita buka ruang untuk kerjasama. Tidak boleh anggota Pemuda Pancasila bersikap arogan. Karena kita ini bukan organisasi yang sangar,” katanya.

Tidak hanya pembinaan secara berkelanjutan terhadap anggota, lanjut Heri, pihaknya juga rutin menggelar kegiatan keagamaan, semisal tawasulan tiap bulan. “Karakter baik harus dibangun. Kita mendukung kebijakan pemerintah yang pro rakyat dan harus selalu memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Pasutri asal Cirebon Korban Lion Air JT 610

ANDRI DAN NIAR. Andri Wiranova (40) dan istrinya, Niar Soegiyono (40),  menjadi korban jatuhnay pesawat Lion Air  JT610 di di Tanjung Karawang, Senin (29/10). Keduanya bersama sejak satu kelas di SMAN 2 Kota Cirebon.

CIREBON – Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Tanjung Karawang, Senin (29/10), juga membawa duka bagi warga Cirebon. Dari daftar manifes penumpang pesawat nahas itu terdapat pasangan suami istri asal Cirebon. Keduanya adalah Andri Wiranova (40) dan istrinya, Niar Soegiyono (40).

Andri dan Niar merupakan alumni SMAN 2 (Smanda) Kota Cirebon, angkatan 1996. Keduanya sudah menjalin cinta sejak satu kelas di SMA, dan akhirnya menikah. Setelah lulus SMA, Andri yang tinggal di Gg Langgar, Samadikun, Kota Cirebon meneruskan kuliah di Fakutas Hukum Univesitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta. Setelah lulus kuliah, Andri  hijrah ke Jakarta untuk  bekerja.

Setelah bekerja, Andri dan Niar kemudian menikah. Selanjutnya Andri membawa Niar yang beralamat di Jl Raya Beber Kabupaten Cirebon itu pindah ke Jakarta. Dalam perjalanan karirnya di Jakarta, Andri pernah menjadi Jaksa Penuntut Umum (KPU) kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Setelah itu Andri yang juga alumni SMPN 1 Kota Cirebon itu dipercaya menjadi salah satu Staf Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Babel).

Di dalam pesawat Lion Air yang nahas itu,  Andri Wiranofa di kursi 8A dengan nomor manifes 173 dan Niar Sugiono, istri Andri Wiranofa, duduk di kursi 8B dengan nomor manifes 150.

Selain Andri Wiranova, pegawai Kejaksaan yang menjadi korban jatuhnya Lion Air adalah  Kasi Pidsus Pangkalpinang Dody Junaedi yang duduk di kursi 19E dengan nomor manifes 075, Jaksa fungsional Bangka Selatan Shandy Johan Ramadhan duduk di kursi 7F dengan manifes 122, dan staf TU Kejati Babel Sastiarta, duduk di kursi 34E dengan manifes nomor 141.

“Aku sedih ingin nangis jadinya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Rochayatie di Posko Penyelamatan di Pantai Tanjung Pakis, Senin (29/10).

Rochayatie juga  oleh pimpinan diminta turun langsung memantau evakuasi korban Lion Air. Sebab, pihak keluarga dipastikan akan meminta penjelasan kepada institusinya. “Secara hierarki kami diminta turun langsung,” katanya.  (tim)

KPK Masih “Obok-obok” PUPR

DIJAGA KETAT. KPK melakukan proses penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dijaga ketat, kemarin (29/10).

TALUN – Secara marathon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah kantor dinas dan rumah pribadi sejumlah pejabat. Kemarin (29/10), Pukul 10.00 WIB dua kendaraan roda empat bernomor polisi H 8597 SE dan E 1779 ML yang ditumpangi KPK sudah terparkir di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Untuk melakukan penggeledahan yang kedua kalinya.

Penggeledahan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di tempat. Pada pukul 11.45 WIB salah seorang anggota lembaga anti rasuah keluar bersama dengan Kepala Bidang Peningkatan Jembatan dan Jalan, Hidayat dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa pengawalan kepolisian. Belum diketahui kemana anggota KPK itu membawa Hidayat.

Namun informasinya Hidayat diminta untuk menunjukan rumah pribadi Kepala Bidang Bina Teknik dan Jasa Kontruksi pada PUPR, Suparman. Karena pada saat yang hampir bersamaan, dikabarkan tim lain tengah mencari rumah Suparman. Dan benar saja, pada pukul 12.25 WIB, Hidayat dan anggota KPK kembali ke kantor PUPR. Ketika turun dari mobil keduanya tampak biasa saja dan langsung masuk kantor.

Kemudian pada pukul 13.15 WIB Kijang Innova dengan nopol H 8597 SE kembali keluar dari kantor PUPR dengan salah seorang anggota KPK yang mengenakan tas ransel. Tim kembali menuju rumah Suparman yang berada di Perumahan Korpri Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber.

Beberapa menit kemudian sekitar pukul 13.30 WIB kendaraan itu kembali masuk ke Kantor PUPR dan langsung menuju halaman belakang kantor. Untuk mengangkut satu buah koper dan tas, setelah itu langsung tancap gas kembali.

Diduga masih ada barang yang dibawa KPK, pasalnya hingga pukul 14.30 WIB satu kendaraan belum keluar. Artinya di dalam masih ada penggeledahan.

“Saya dan Pak Oki Baik-baik Saja”

HUT PP. Calon Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH saat hadir dalam peringatan HUT ke-59 Pemuda Pancasila, kemarin.

CIREBON – Rabu (31/10) besok, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang keenam sengketa Pilwalkot Cirebon. Sebagaimana tertera pada situs resmi MK, agendanya yaitu penyampaian putusan. Setelah sebelumnya digelar sidang kelima pada 16 Oktober dengan agenda penyampaian laporan PSU Pilwalkot Cirebon.

“Insya Allah sidang hari Rabu di MK kita akan datang. Memang tidak ada persiapan khusus. Karena sidang hari Rabu nanti sepertinya sidang terakhir, beragendakan penyampaian putusan final,” ungkap Calon Walikota Cirebon nomor urut dua, Drs H Nashrudin Azis SH, ditemui di kawasan Jalan Toha, kemarin.

Rencananya, Azis dan Dra Hj Eti Herawati tak membawa massa dalam jumlah banyak ke MK. Utamanya, yang mendampingi Azis-Eti sebagai pihak terkait dalma sengketa Pilwalkot Cirebon adalah Tim Kampanye Gabungan (Timkamgab) pasangan Azis-Eti (Pasti) dan tim kuasa hukum.

“Timkamgab berangkat. Tapi kalau ada masyarakat yang menyambut (kedatangan usai sidang MK), itu adalah wujud syukur masyarakat karena selesainya proses panjang pilkada. Karena putusan ini sangat ditunggu masyarakat,” tuturnya.

Di sisi lain, Azis juga menyampaikan, dirinya dengan pihak pemohon sengketa Pilwalkot Cirebon, yaitu Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut satu, H Bamunas S Boediman MBA dan Effendi Edo SAP MSi tetap menjalin hubungan yang baik.

“Saya dan Pak Oki (sapaan akrab Bamunas, red) baik-baik saja. Kami akan terus bersahabat. Pak Oki dan saya sudah sepakat untuk bersama-sama membangun Kota Cirebon,” kata politisi Partai Demokrat yang memenangkan Pilwalkot Cirebon 27 Juni dan PSU 22 September itu.

Sementara itu, mantan Ketua KPU Kota Cirebon periode 2013-2018, Emirzal Hamdani SE Ak juga direncanakan akan hadir dalam sidang tersebut. Proses pilwalkot sendiri berlangsung di era kepemimpinannya di KPU Kota Cirebon. “Insya Allah hadir jika diperlukan,” katanya. (jri)

Retna Vionita, Keliling Negara Asean

Retna Vionita

MODEL jelita, Retna Vionita pernah berkunjung ke negara-negara Asean.  Setidaknya, ada 3 negera yang pernah dikunjunginya, yakni Malaysia, Singapura dan Thailand.

Mahasiswi Jurusan Manajemen Perhotelan Untag Prima itu mengaku, banyak pelajaran yang diambilnya selama belajar di negera Asean itu. Salah satunya belajar mengenai etika dan kebudayaan di masing-masing negara tersebut.

“Saya pernah ke Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kita bisa wisata sambil belajar budaya di luar negeri,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Vio, sapaan akrabnya,  menjelaskan, di samping mempelajari  dan mengasah keterampilannya berkomunikasi  dan mengenal langsung  kebiasaan masyarakat di Malaysia, Singapura dan Thailand, kedatangannya ke negara-negera tersebut juga untuk melatih kemahirannya berbahasa Inggris.

Pasalnya, selama di negera-negara tersebut Vio  lebih banyak menggunakan bahasa Inggris. “Di situ, saya terkesan, karena bisa mempraktekkan ilmu manajemen perhotelan dan Bahasa Inggris yang sudah saya pelajari di kampus dan di luar kampus,” tukas dia. (wan)

Persatuan Kita Sedang Diuji

PIMPIN UPACARA
PIMPIN UPACARA. Sultan Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat SE saat menjadi pembina upacara HUT Kemerdekaan di halaman  Keraton Kasepuhan. Di momen kemerdekaan Sultan berpesan jaga persatuan bangsa.

CIREBON – Sultan Kasepuhan ke XIV, PRA Arief Natadiningrat SE  mengatakan, momentum hari kemerdekaan RI ke-73 harus dimaknai sebagai  pemersatu warga negara Indonesia dari berbagai latar belakang.

Dia mengungkapkan, meski di tahun politik, urusan persatuan harus menjadi agenda utama setiap warga negara Indonesia.  Tak boleh ada perselisihan gara-gara beda pandangan politik. Sultan Arief pun mencontohkan dengan konsep ucapara yang digelar di halaman Keraton Kasepuhan.

“Kami di sini sebagai rasa syukur memperingati HUT kemerdekaan dengan upacara. Dengan berpakaian tradisional, musik tradisional, ada pakaian mengenang sejarah Indonesia,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Sultan Arief mengatakan, setidaknya ada beberapa poin yang perlu dicatat dalam peringatan HUT kemerdekaan  di tahun politik ini. Yakni menjaga persatuan dan kesatuan. Dia menyebut  persatuan dan kesatuan Indonesia sedang diuji.

“Karena persatuan dan kesatuan republik Indonesia sedang diuji saat ini dengan era globalisasi, era internet, era demokrasi, era multi partai dan mudah-mudahan kita bisa lolos dalam ujian ini untuk menjaga pesartuan dan kesatuan,”  lanjut dia.

Rombak Formasi, 157 Pejabat Dimutasi

DISEGARKAN
DISEGARKAN. Suasana ramah tamah usai prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah rotasi dan alih tugas 157 pejabat.

INDRAMAYU – Mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu merotasi dan mengalih tugaskan 157 pejabat yang ditandai pelantikan disertai pengambilan sumpah, Rabu (15/8), di Pendopo Raden Arya Wiralodra. Wakil Bupati Drs H Supendi MSi yang menekankan untuk meningkatkan kinerja secara optimal.

Ratusan pejabat tersebut terdiri dari 5 pejabat pimpinan tinggi pratama, 33 pejabat administrator, 118 pejabat pengawas, dan 1 pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Indramayu. Adapun dasar pelaksanaan berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 5/2014 tentang ASN, UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, PP Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS, Perda 9/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta Perbup Nomor 35/2018.

Wabup Supendi menyampaikan, mutasi dan rotasi jabatan sebagai bagian integral dari upaya reformasi birokrasi guna mewujudkan tata pemerintahan daerah. Selain itu dibutuhkan pemahaman yang sama dari semua ASN terkait makna loyalitas. “Loyalitas ASN adalah mampu menjabarkan program-program pemerintah daerah dan mampu menerapkannya secara baik. Sehingga tujuan dari pemerintah daerah dapat terwujud, dalam hal ini diperlukan peningkatan kinerja pada setiap individu ASN,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Drs H Wahidin MM mengatakan, beberapa catatan penting untuk diketahui seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu tentang tujuan dilakukan mutasi tersebut, diantaranya terdapat beberapa jabatan kosong karena pejabat lama pensiun, pindah, dan meninggal dunia. “Tujuan kegiatan tersebut sebagai upaya penyegaran dan karir dalam jabatan PNS daerah,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jabatan tinggi pratama diantaranya adalah Aan Hendrajana yang semula menjabat Sekretaris pada Inspektorat kini menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Takmid yang semula Sekretaris Dinas Pertanian kini menjadi Kepala Dinas Pertanian, Trinani Rochaeningsih yang semula menjabat Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kejahteraan Keluarga kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Suryono yang semula Kepala Bagian Administrasi Pembangunan kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan. Dan Iin Indrayati yang semula Sekretaris Badan Keuangan Daerah kini menempati Staf Ahli Bidang Ekonomi,  Keuangan, dan Pembangunan.

Sedangkan pejabat Administrator diantaranya Bambang Priadi yang semula Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kini menjabat Sekretaris Dinas Pertanian. Dadang Rusyanto semula Sekretaris pada Satpol PP dan Damkar,  kini menjabat Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Ahmad Syadeli yang semula Kabag Kesra kini menempati Sekretaris Badan Keuangan Daerah,  posisi Kabag Kesra kini diiisi oleh Ahmad yang semuka Kabid Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan. (tar)

Ibadah Haji Jangan Diseret ke Politik

VIRAL
VIRAL. Rombongan jemaah haji yang membentangkan spanduk ganti presiden 2019 diduga berasal dari Majalengka. Foto itu berlatar belakang gunung Jabal Uhud Madinah Al Munawarah Saudi Arabia. Spanduk tersebut sempat viral di media sosial.

MAJALENGKA-Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka H M Risan ikut berkomentar terkait viralnya pembentangan spanduk #2019gantipresiden yang diduga dilakukan oleh jamaah haji asal kabupaten Majalengka.

Menurut Risan, masalah ibadah haji merupakan ibadah sakral dan penyempurnaan rukun Islam yang ke lima. Sehingga alangkah baiknya tidak dibawa ke ranah politik.

“Sebaiknya sesorang itu harus bisa menempatkan diri. Ada waktu dan tempatnya. Jangan sampai dicampuradukan. Lebih baik khusu dalam beribadah haji, jangan diseret ke dalam ranah politik,” tegas Risan kepada Rakyat Majalengka, Rabu (15/8).

Sementara itu, pemerhati politik di Majalengka, Haris Azis Susilo mengatakan, pembentangan spanduk tersebut perlu diperdalam terkait motif apa yang ada dibalik orang yang bersangkutan.

Menurutnya, memang menjadi hak konstusional bagi warga negara untuk memilih sikap politik. Akan tetapi hal tersebut sangat tidak elok jika dilakukan di tempat ibadah. Terlebih, ini di Madinah dan dalam kondisi ibadah haji yang sekarang menjadi sorotan di mata dunia.

Peternak Masih Disuplai dari Luar Kota

PEMERIKSAAN
PEMERIKSAAN. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon melihat langsung kondisi kandang pada peternakan hewan kurban, kemarin.

SUMBER – Kebutuhan hewan ternak khususnya Sapi dan Kambing jelang Hari Raya Idul Adha terus meningkat. Tak jarang, peternak yang juga penjual mendatangkan hewan tersebut dari luar kota.

Dikatakan salah satu peternak di Desa Kubang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, saat ini permintaan hewan kurban terus meningkat. Meskipun telah beternak sendiri, jumlah hewan ternaknya dibandingkan dengan permintaan masih tidak seimbang.

“Kita ambil dari daerah Jawa Tengah dan Timur. Kalau ternak kita tidak cukup untuk memenuhi permintaan. Dalam satu hari, saya pernah menjual sepuluh sampai 15 ekor,” ungkap Rojai kepada wartawan, Rabu (15/8) di lokasi peternakan.

Dikatakan Rojai, peternakannya kali ini hanya bisa memenuhi permintaan Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Untuk luar daerah tersebut, Rojai mengaku mengambil dari luar kota.

“Kalau kita ngambil bisa lebih murah dan masih ada keuntungan buat kita. Di peternakan ini kan kelompok jadi dikelola bersama. Ada sapi dan kambing disini dan pembeli bisa langsung melihat hewannya,” ujar Rojai.

Pulang, Setelah 13 Tahun Hilang Kontak

PULANG
PULANG. Proses serah terima Dastin yang pulang setelah 13 tahun hilang, dari Kemenaker ke keluarganya berlangsung haru dan disambut tangis bahagia.

INDRAMAYU – Selama 13 Tahun hilang kontak bekerja di Negara Yordania, Pekerja Migran Indonesia (PMI), Dastin (30) bin Tarja asal Desa Juntikedokan Kecamatan Juntinyuat, bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.

Tangis haru dari keluarga, kerabat hingga tetangga Rasja, menyambut kedatangan Dastin di Blok H Sarpin, Rt 05, Rw 01 itu. Salah satu pahlawan devisa Negara yang mengalami hilang kontak sejak Tanggal 25 Maret Tahun 2005 silam itu, kini berhasil pulang, setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman menemukanya pada Tanggal 18 April Tahun 2018.

Castinah Ibu Kandung Darti, tidak berhenti meneskan air mata kebahagiaan atas kepulangan anaknya tersebut, karena sudah lama merindukan anaknya berkumpul kembali dengan keluarganya di kampung halaman. “Alhamdulillah akhirnya doa saya terkabulkan,” ucap Castinah.

Rona kebagiaan di raut wajah Castinah tidak bisa tertutupi saat dirinya melihat kedatangan Dastin, dan langsung memeluk anak yang dahulu pamit kepadanya untuk bekerja di luar negeri.

“Sangat senang sekali anak perempuan saya akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” jawab Castinah saat ditanya awak media.