Selasa, 26 Maret 2019
Beranda blog Halaman 3

Ngarak Calhaj Jadi Tradisi Tahunan

RAMAI
RAMAI. Arus lalu lintas padat di salah satu persimpangan saat jadwal keberangkatan jamaah calhaj di Indramayu.

INDRAMAYU – Arus lalu lintas di Indramayu kota selalu padat setiap tibanya jadwal keberangkatan jamaah calon haji (calhaj). Bahkan tidak jarang sering terjadi kemacetan di titik-titik tertentu. Kondisi ini tidak terlepas dari banyaknya kendaraan pengantar jamaah calhaj yang sudah menjadi tradisi tahunan.

Pantauan Rakcer, Jumat (10/8), kepadatan arus lalu lintas terjadi bersamaan dengan akan diberangkatkannya kloter terakhir dari 5 kloter dari Kabupaten Indramayu, yakni Kloter 84 yang dijadwalkan pada bertolak pada Sabtu pukul 02.45 WIB. Dengan jumlah 185 calhaj, penerbangannya bernomor SV.5627 dengan jadwal terbang pada Minggu (12/8) pagi besok.

Kepadatan kendaraan pengantar jamaah calhaj tersebut salah satunya dipicu kedatangan rombongan pada waktu bersamaan, baik dengan mengendarai mobil maupun sepeda motor. Sehingga kepadatan kendaraannya tidak bisa dihindarkan saat datang dari berbagai ruas jalan bertemu di persimpangan. Ada juga pengendara yang tidak paham jalur di Indramayu kota. “Tadi sudah lewat bunderan ini sekarang sampai sini lagi,” kata seorang pengemudi mobil bak terbuka yang mengangkut pengantar haji.

Salah satu pengantar jamaah calhaj asal Kecamatan Jatibarang, Satorih (34) menuturkan, mengantar calhaj seakan sudah menjadi tradisi setiap tahunan. Bahkan diharapkan mendapatkan keberkahan setelah mengantarkan calhaj yang akan beribadah di tanah suci memenuhi panggilan Allah SWT. “Pengennya sih saya berangkat, tapi mungkin belum waktunya. Makanya mengharapkan berkah dari mengantar calon haji ini,” tutur dia polos.

Tidak berbeda dengan pengantar haji lainnya, Sarnadi (42). Mengantar jamaah calhaj selalu dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Ia menilai ada keberkahan dari hal tersebut. “Tidak harus naik mobil, pakai sepeda motor bisa lebih santai. Yang penting bisa ngarak calon haji supaya mendapat berkahnya,” ucap dia.

Sementara itu, jamaah calhaj yang sudah diberangkatkan dari Indramayu menuju embarkasi sebelum diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta ada 4 kloter. Yakni Kloter 46 sebanyak 404 calhaj yang diberangkatkan 30 Juli dengan nomor penerbangan SV.5225, Kloter 62 sebanyak 404 calhaj pada 4 Agustus dengan nomor penerbangan SV.5727.

Berikutnya Kloter 73 sebanyak 404 calhaj diberangkatkan 7 Agustus dengan nomor penerbangan SV.5325, dan Kloter 80 sebanyak 404 calhaj diberangkatkan 9 Agustus dengan nomor penerbangan SV.5523. (tar)

KPU Tolak Pengaduan Melalui Medsos

TEGAS
TEGAS. Komisoner KPU Majalengka Cecep Jamaksari menegaskan tidak meemproses laporan masyarakat terkait bakal calon legislative yang melalui media sosial. Para pelapor diminta melaporkan secara jelas subjek, objek dan identitas pelapor.

MAJALENGKA-KPU memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan terkait bakal calon anggota legislatif yang disodorkan parpol peserta Pemilu 2019 hingga 12 Agustus.

Komisoner KPU Majalengka, Cecep Jamaksari SIP mengatakan, tanggapan dari masyarakat sangat penting bagi KPU untuk mengetahui sosok calon secara jelas di mata masyarakat.

Menurutnya, pelaporan atau pengaduan dari masyarakat tidak akan diproses jika tidak jelas subjek, objek dan identitas pelapor. Termasuk laporan yang menggunakan media sosial seperti, WhatsApp, Facebook, Messenger, Line dan lainya juga tidak akan diproses, karena dianggap tidak jelas.

“Sesuai lampiran PKPU 5 tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU nomor 7 tahun 2017 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum 2019, KPU memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan atas bakal calon anggota legislatif yang disodorkan partai peserta pemilu,” tegas Cecep kepada Rakyat Majalengka, Jumat (12/8).

KPU Lakukan Penyusunan Draf DCS

DRAF
DRAF. Perwakilan parpol saat mencocokan data hasil verifikasi dokumen perbaikan bacaleg Pemilu 2019.

INDRAMAYU – Sebelum ditetapkannya Daftar Calon Sementara (DCS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu masih menyiapkan draf susunannya sesuai hasil verifikasi terhadap dokumen perbaikan setiap bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Rencananya, DCS akan diumumkan mulai 12 Agustus 2018.

Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Indramayu, Pitrahari SIP mengatakan, penyusunan DCS didasarkan pada hasil verifikasi terhadap dokumen perbaikan yang telah diserahkan kepada masing-masing partai politik pada Rabu (8/8) lalu. Dari 14 parpol peserta Pemilu 2019 yang akan berkompetisi merebutkan 50 kursi DPRD Indramayu, sebanyak 581 bacaleg tersebar di 6 daerah pemilihan (dapil). “Penyusunan dan penetapan DCS 8 sampai 12 Agustus,” jelasnya.

Kasubbag Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten Indramayu, Dimas Pria Yudhistira SH LLM memastikan tahapannya sudah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Adapun pengumuman DCS disampaikan mulai 12 hingga 14 Agustus. Terdapat pula tahapan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menanggapi DCS. “Masukan dan tanggapan masyarakat dari 12 sampai 21 Agustus,” sebutnya.

Bersamaan dengan penyusunan DCS, pihaknya telah meminta kepastian dari masing-masing parpol untuk mengecek data semua bacaleg. Mulai dari foto, nama, dan gelar. “Supaya tidak ada kesalahan pada DCS kami sudah meminta parpol untuk mengecek. Nanti nomor urut yang tidak lolos verifikasi perbaikan diisi oleh urutan berikutnya dan seterusnya,” pungkasnya. (tar)

Pemkab Batalkan Undang Ustadz Evi

BATAL
BATAL. Bupati Kuningan memberikan keterangan terkait pembatalan ustadz gaul Evi Efendi

KUNINGAN – vidio ceramah kontroversial ustadz gaul, Ust Evie Effendi. Dalam sebuah ceramah tentang maulid, ustadz yang memiliki jamaah anak muda tersebut mengatakan bahwa maulid Nabi Muhammad memeringati sesatnya Nabi Muhammad. Karena menurutnya, Nabi Muhammad dilahirkan dalam keadaan sesat, rupanya sampai ke Kabupaten Kuningan.

Rencana Pemerintah Kabupaten Kuningan yang akan mengundang ustadz gaul dalam tabligh akbar bertempat di pendopo Bupati Kuningan pada tanggal 18 September 2018, dalam rangkaian HUT Kuningan ke-520, batal setelah ada penolakan oleh ormas islam agar pemerintah melakukan peninjauan kembali.

“Saya sudah komunikasi dengan Bupati Kuningan, alhamdulillah beliau sangat respon ketika kami meminta untuk dilakukan peninjauan kembali terkait rencana menghadirkan penceramah ustadz Evi Efendi,” kata Ketua PCNU KH Aam Aminudin, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Menurut Aam yang juga pimpinan Pontren Al Amin Kecamatan Cibingbin ini mengungkapkan, pihaknya tidak melakukan penolakan namun meminta Pemkab Kuningan melakukan peninjauan kembali, hal ini dilakukan demi menjaga kondusivitas Kabupaten Kuningan.

Permintaan Pembuatan KIA Terus Meningkat

MENINGKAT
MENINGKAT. Masyarakat tampak membeludak mengurus KIA di Kantor Disdukcapil Kabupaten Cirebon.

SUMBER – Kartu Indentitas Anak (KIA) saat ini mulai digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan beberapa program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dampaknya, permintaan pembuatan KIA di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon menjadi lebih banyak dari sebelumnya.

Pantauan Rakcer, sejak Rabu (8/8) hingga Kamis (9/8) antrian nampak pada loket pembuatan KAI. Banyak orang tua yang ingin mendapatkan KIA anaknya dengan alasan untuk mengurusi bantuan dari pemerintah.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi, mengakui dirinya saat ini hendak membuatkan KIA bagi anaknya yang sudah duduk di Sekolah Dasar. Dia mengatakan, anaknya belum mendapatkan Kartu Indonesia Pintar sehingga KIA ini harus segera diproses.

“Katanya harus ada KIA kalau ingin dapat KIP, makanya saya langsung kesini untuk membuat,” ujar Lia, warga Plered.

Ansor Majalengka Siapkan Kader Pimpin KNPI

SIAP HADAPI MUSDA. Pengurus GP Ansor Kabupaten Majalengka menyiapkan kandidat untuk menjadi  calon ketua KNPI Majalengka.

MAJALENGKA – Menjelang Perhelatan Pergantian Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Majalengka yang akan dilaksanakan September mendatang, mulai bermunculan kandidat calon ketua organisasi kepemudaan tersebut.

Dari lingkungan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) muncul nama Ence Adam Mubarok yang disiapkan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Majalengka untuk ikut dalam perhelatan tersebut.

Ketua GP Ansor Kabupaten Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi mengatakan bahwa KB NU khususnya organisasi kepemudaan yang ada dalam lingkungan NU sudah menyiapkan kader untuk ikut dalam perhelatan Musda KNPI.

“KB NU dalam hal ini Ansor, PMII, Fatayat, IPNU dan IPPNU, memang jauh-jauh hari sudah menyiapkan Sahabat Ence Adam Mubarok untuk ikut dalam busra pencalonan Ketua KNPI,” katanya di Kantor PC NU Majalengka, Rabu (8/8).

Ia juga menambahkan sudah saatnya KNPI sebagai induk organisasi kepemudaan dipimpin oleh kader-kader progresif dan pengalaman dalam pengelolaan organsisasi kepemudaan.

Bahkan yang lebih penting lagi figur Ketua KNPI mendatang merupakan pemuda yang punya banyak waktu luang mengurusi organisasi dan diterima disemua kalangan.

Kepada Kuasa Hukum, Azis: Selamat Berjuang!

BERANGKAT HAJI. Calon Walikota Cirebon, Drs Nashrudin Azis SH saat berada di dalam bus rombongan jemaah haji kloter 6 Kota Cirebon, tadi malam.

CIREBON – Calon Walikota Cirebon peraih suara tertinggi di Pilwalkot Cirebon, Drs Nashrudin Azis SH berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Tadi malam, Azis bersama ratusan jemaah haji kloter 76 Kota Cirebon dilepas di Makorem 063/Sunan Gunung Jati.

Azis meninggalkan proses sengketa di Mahkamah Konstitusi. Meski hanya berstatus sebagai pihak terkait, Azis tetap mempercayakan urusan tersebut kepada timkamgab pasangan Azis-Eti Herawati (Pasti) dan kuasa hukum. “Tentu kita harus mengikhlaskan pada ketetapan Allah SWT. Apapun hasilnya insya Allah yang terbaik,” ungkap Azis.

Ia mengaku, berangkat ke tanah suci tanpa beban. Khususnya mengenai sengketa Pilwalkot Cirebon di MK. Azis hanya ingin fokus menjalani semua rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. “Insya Allah fokus untuk ibadah. Karena kesempatan untuk beribadah di tanah suci harus ditunaikan dengan maksimal dan ikhlas,” ujarnya.

Bahkan, sebelum naik ke bus rombongan, Azis menyempatkan diri untuk menyalami keluarga, sahabat dan pendukung yang mengantarnya. Salah satu diantaranya tim kuasa hukum Pasti, Furqon Nurzaman SH. Kepada Furqon, Azis memberi semangat. “Selamat berjuang,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang disampaikan Kasubbag TU Kemenag Kota Cirebon, Drs Yasin, jumlah jemaah haji di kloter 76 Kota Cirebon sebanyak 334 orang. Jemaah tertua atas nama Abdul Qohar dengan usia 86 tahun dan yang termuda atas nama Siti Istiqomah berusia 29 tahun.

“Akan terbang ke tanah suci pada 9 Agustus (hari ini), melalui Bandara Soekarno Hatta dan kembali ke Indonesia pada 19 September mendatang,” kata Yasin.

Rombongan jemaah haji secara simbolis dilepas Sekda Kota Cirebon, Drs H Asep Dedi MSi. Kepada para jemaah, Asep Dedi berpesan untuk senantiasa menjaga kesehatan, agar mampu menjalani rangkaian ibadah dengan baik. “Semoga diberi ketenangan dan kemudahan dalam menjalani ibadah di tanah suci,” katanya. (jri)

Kuwu Ngadu, Butuh Lampu Penerang Jalan

SAMPAIKAN ASPIRASI. FKKC Kecamatan Mundu saat menyampaikan aspirasi kepada anggota DPR RI Yoseph Umarhadi, ketika berkunjung ke kediaman HM Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu siang (8/8).

CIREBON – Forum Kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC), wilayah Kecamatan Mundu, menyampaikan kebutuhan masyarakat akan penerangan jalan umum (PJU). Pasalnya, lokasi jalan pantura di lajur Desa Bandengan-Kanci kerap kali terjadi pembegalan.

Keinginan tersebut, disampaikan kepada anggota DPR RI Yoseph Umarhadi, ketika berkunjung ke kediaman HM Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu siang (8/8).

FKKC Kecamatan Mundu, Dedi Setiawan mengatakan, bahwa di wilayah Kecamatan Mundu, saat ini amat membutuhkan keberadaan lampu penerang jalan. Khususnya di jalan Pantura lajur Desa Bandengan-Kanci, mengingat sering terjadinya pembegalan.

“Masyarakat membutuhkan penerangan di jalan Kecamatan Mundu. Juga di jalan pantura, Bandengan- Kanci,” ucap lelaki yang juga merupakan Kuwu Desa Banjarwangunan itu.

Nura Azizah Zahra, Muda Harus Kreatif

Nura Azizah Zahra

SEBAGAI wujud rasa cintanya pada kampung halaman, Rara Tresna Kota Cirebon, Nura Azizah Zahra ajak  masyarakat  lakukan yang terbaik untuk kemajuan Kota Cirebon. Menurut, perempuan berkulit putih langsat itu, cinta Cirebon bisa dilakukan dengan banyak cara.

Salah satunya, seperti yang dia lakukan, membuat kreativitas yang mengangkat nama Cirebon menjadi lebih baik. “Kita harus mencintai Cirebon dengan sepenuh hati. Sebagai buktinya, maka kita mesti bekerja dan memberikan yang terbaik untuk Cirebon,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Lebih lagi, sebagai anak muda, menurut dia, bakal lebih banyak hal yang bisa dilakukan  untuk mewujudkan semua itu.  Dia yang juga seorang pengusaha muda, misalnya membuat  produk – produk kreatif yang  tetap tidak meninggalkan identitas Cirebon di dalamnya.

Hal itu, kata dia, bukan hanya mengangkat nama Cirebon juga secara bisnis dinilai punya prospek yang besar. Lebih lagi saat ini Cirebon sedang bertumbuh menjadi  kota yang lebih maju dengan pesatnya ekonomi dan pembangunan yang tengah digenjot.

“Cirebon sudah menjadi daerah bisnis yang dari waktu ke waktu semakin berkembang. Ini harus kita manfaatkan untuk mempromosikan dan menjual produk kreatif kita,”  tukas dia. (wan)

Sukaryadi Uji Peruntungan Nyaleg Provinsi

MAJU
MAJU. Mantan Ketua DPD Partai Nasdem Sukaryadi SE memilih maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jabar meski baru 1 periode jadi wakil rakyat di Kabupaten Cirebon.

CIREBON – Baru satu periode duduk di DPRD Kabupaten Cirebon, politisi Partai NasDem Sukaryadi memilih loncat nyaleg ke DPRD Provinsi Jawa Barat pada Pileg tahun 2019 nanti.

Alasannya memilih ke provinsi karena ia menganggap anggaran di daerah sangat terbatas, sehingga belum bisa memberikan kontribusi secara maksimal kepada konstituennya.

“Saya merasakan bahwa anggaran disini sangat terbatas. Jadi usulan dari masyarakat banyak yang tidak bisa kita kawal dan wujudkan menjadi pembangunan ataupun lainnya,” tuturnya pada Rakcer, Rabu (8/8).

Sedangkan, lanjut dia sebagai perwakilan masyarakat harus bisa menyerap aspirasi dan mengimplementasikan usulan tersebut. Setelah dipikir-pikir, akhirnya ia lebih memilih ke provinsi bersama dengan sejumlah calon petanaha lainnya.

“Kalau di provinsi itu kan anggaranya lumayan, sehingga akan lebih banyak warga yang bisa kita bantu,” terangnya.