Rabu, 22 Mei 2019
Beranda blog Halaman 97

Warga Cibingbin Tolak Tambang Batu

RAKYATCIREBON.CO.ID- Untuk mencegah kerusakan lingkungan, masyarakat Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, menolak keberadaan tambang batu di desanya, penolakan disampaikan oleh warga dalam pertemuan di balai Desa setempat, kemarin.

Dalam pertemuan sosialisasi tambang batu yang dihadiri oleh Kepala Desa Cipondok Eni Jumheni, warga dengan tegas menolak keberadaan tambang yang lokasinya di atas bukit atau sebelah timur lapangan volybal cibodas.

“Kami bersama masyarakat dengan tegas menolak rencana tambang batu yang akan dilakukan oleh PT Pandu, karena dampak yang akan ditimbulkan oleh perusahaan tambang batu itu nantinya masyarakatlah yang akan menjadi korbannya,” kata Rudi didalam hearing tersebut.

Rudi menjelaskan, dirinya menyayangkan pihak perusahaan yakni PT Pandu tidak hadir dalam sosialisasi ini, padahal warga ingin meminta kejelasan dari pihak perusahaan.

“Belum beraktifitas saja sudah terjadi longsoran yang menimpa rumah warga, apalagi jika nanti sudah beroperasi, dampaknya banyak sekali,” ujar Rudi yang didampingi bapak Uga.

34.471 Pemilih Terancam Tidak Nyoblos

RAKYATCIREBON.CO.ID- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu mencatat ada 34.471 pemilih belum memiliki KTP elektronik (KTP-el). Dan pada pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 nanti terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Murtiningsih Kartini SH MH melalui Komisioner Divisi Teknis, Pitrahari SIP menyampaikan, dari 1.326.771 pemilih yang ada dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) belum memiliki KTP-el atau dikategorikan non KTP-el. “Terancam tidak bisa memilih. Karena pada hari H pilgub setiap pemilih harus membawa formulir C6 dan KTP-el,” jelasnya, Senin (19/3).

Untuk itu pihaknya mengimbau agar puluhan ribu pemilih tersebut segera melakukan perekaman data. Sehingga dapat dimilikinya Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan Surat Keterangan (Suket) jika blanko KTP-el belum bisa dicetak.
“Jangan sampai hak pilihnya tidak bisa digunakan,” ujar dia.

Kawal Sidang Putusan, Ribuan Massa Ontrog DPRD-PN

RAKYATCIREBON.CO.ID – Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) mendatangi gedung DPRD dan Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin (19/3). Kedatangannya untuk meminta dukungan wakil rakyat dan mengawal proses sidang putusan atas gugatan terhadap PT PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh.

Pantauan Rakcer, aksi massa yang berlangsung di depan gedung DPRD dan PN tersebut mengakibatkan ruas jalan Jenderal Sudirman ditutup oleh pihak kepolisian. Dan nampak pengamanan ekstra dari Polres Indramayu selama aksi berlangsung.

Pengurus F-Kamis, Taryadi didampingi Edi Sugianto mengatakan, kehadiran massa yang merupakan masyarakat dari daerah penyangga kawasan hak guna usaha (HGU) PT PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh tersebut mengawal sidang putusan atas gugatan nomor register 18/Pdt.G/2017/PN.Idm, tertanggal 15 Maret 2017.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa masyarakat tetap konsisten menuntut lahan penganti sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 2010. Bahkan lahan penggantinya harus sesuai Pasal 68 ayat 3 Undang-undang 41 tahun 1999.

Setelah beberapa jam di depan PN, sidang putusan atas gugatannya rampung dilaksanakan. Hanya saja, majelis hakim menyatakan hasilnya putusan NO, bahwa gugatan tidak dapat diterima karena alasan gugatan mengandung cacat formil. Ini artinya, gugatan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh hakim untuk diperiksa dan diadili, sehingga tidak ada objek gugatan dalam putusan untuk dieksekusi.

Jokowi-AHY Belum Ngobrol Lagi

RAKYATCIREBON.CO.ID – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat beberapa hari lalu memunculkan beberapa spekulasi politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hal itu tak lepas dari kehadiran Presiden Joko Widodo di arena rapimnas di Sentul International Convention Center Bogor.

Wacana duet Jokowi dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun sontak menjadi perbincangan publik. Putra sulung Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berhasil memukau publik melalui orasi politiknya. Namun demikian, setelah rapimnas berlalu, AHY dan Jokowi belum kembali bertemu.

Hal itu diakui AHY kepada sejumlah wartawan usai mengadakan acara ngariung bersama warga, komunitas dan kader Partai Demokrat, di salah satu pusat kuliner di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, kemarin (19/3) sore.

“Belum lagi komunikasi. Setelah rapimnas saya sudah ada di Jabar. Tiga hari setelah rapimnas saya sudah melakukan tour di Jabar,” ungkap AHY.