Malam Ini Debat Publik Cawalkot-Cawawalkot Cirebon, Boleh Pakai Bahasa Cirebon

73
DEBAT PUBLIK. Anggota Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Cirebon, Dita Hudayani SH menjelaskan mengenai persiapan debat publik calon walikota dan wakil walikota yang digelar malam ini, kemarin, di kantornya. FOTO: NURUL FAJRI/RAKYAT CIREBON
DEBAT PUBLIK. Anggota Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Cirebon, Dita Hudayani SH menjelaskan mengenai persiapan debat publik calon walikota dan wakil walikota yang digelar malam ini, kemarin, di kantornya. FOTO: NURUL FAJRI/RAKYAT CIREBON

CIREBON – Dua pasang calon (paslon) walikota dan wakil walikota Cirebon akan saling berhadapan malam ini, dalam agenda debat publik edisi perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, di Swiss Belhotel Cirebon. Hingga kemarin, KPU sudah mematangkan persiapan hajat besar rangkaian Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon itu.

“Saya lihat persiapan tempat sudah, kemudian moderator sudah, MC sudah. Ada syarat untuk disiarkan langsung di media lokal, itu juga sudah disiapkan. Secara teknis, insya Allah bisa berjalan lancar,” ungkap Anggota Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Cirebon, Dita Hudayani SH, kemarin, di kantornya.

Disampaikan Dita, daftar pertanyaan juga sudah disiapkan berdasarkan penyusunan tim perumus yang berjumlah 13 orang – berasal dari akademisi dan praktisi. “Semuanya akan kita undang untuk hadir di acara,” ujarnya.

Dita berharap, kedua paslon sudah berada di lokasi debat publik setelah magrib. Karena oleh penyelenggara, akan diberi pengarahan terlebih dulu, di ruang transit yang sudah disediakan. Informasi itu sudah disampikan kepada paslon melalui legal opinion (LO). “Undangan sekitar 300 orang. Untuk timkam atau pendukung masing-masing paslon 50 orang,” katanya.

Kepada tim kampanye maupun pendukung yang akan memasuki ruang debat publik, diimbau Dita, untuk tidak gaduh. Sehingga tidak diperkenankan membawa alat peraga kampanye. “Untuk APK lebih baik jangan dibawa. Agar tidak gaduh,” ucapnya.

Dita juga menuturkan, debat publik akan dipandu oleh moderator tunggal. Ada beberapa catatan penting bagi moderator dalam menjalankan tugasnya, dianyaranya tidak boleh mengomentari jawaban paslon atau bahkan menarik kesimpulan. “Moderatornya dari akademisi di Unpad. Domisilinya Bandung. Beliau doktor ilmu komunikasi politik,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, debat publik terdiri dari empat sesi, mirip pelaksanaan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu. Pada sesi tertentu, paslon akan diberikan waktu menjawab selama 60 detik, 90 detik dan 120 detik dalam sesi berbeda. “Secara keseluruhan durasinya 1,5 jam, disiarkan langsung di RCTV mulai pukul 19.30,” katanya.

Masing-masing paslon juga akan diberikan waktu di akhir sesi untuk menyuguhkan penampilan kreasi seni. Boleh dibawakan langsung paslon, boleh juga melibatkan tim kampanye. “Durasinya 5 menit untuk masing-masing paslon,” katanya.

Sementara di sisi lain, ditanya mengenai penggunaan bahasa Cirebon sebagai bahasa daerah dalam debat publik, Dita menyatakan, hal itu dibolehkan. “Ya boleh dong. Apalagi itu bahasa daerah sendiri,” katanya. (jri)