Dr Sumanta Kembali Jabat Rektor IAIN Cirebon

Menang Minta Lebih Peka Terhadap Persoalan dan Kebutuhan Masyarakat

536

“Saya minta PTKIN harus lebih proaktif untuk speak out, speak up merespon persoalan masyarakat. Khususnya dalam masalah agama dan persoalan kemasyarakatan pada umumnya.  Dan dalam merespon permasalahan itu tetaplah bertumpu pada moderasi beragama,” kata Menag.

Ketiga, Menag Lukman berpesan para pimpinan PTKIN selain berorientasi pada kuantitas  juga harus lebih menitikberatkan pada kualitas.  Keempat, Menag Lukman minta pimpinan UIN Syarif Hidayatullah, IAIN Syekh Nur Jati Cirebon, dan STAIN Meulaboh fokus pada tata kelola kelembagaan.  “Benahi tata kelola kelembagaan, khususnya manajemen organisasi dan manajemen keuangan,” tegas Menag.

Kelima, Menag meminta pimpinan PTKIN untuk menjaga kebersamaan di lingkungan kampus yang dipimpinnya. Suasana kebersamaan yang dibangun diharapkan Menag dapat menjadikan visi misi PTKIN dapat lebih mudah terwujud.

Di lain pihak, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg dalam berbagai kesempatan menyampaikan, di periode kedua kepemimpinannya, ada sejumlah agenda besar yang ingin dicapai.

Yakni pengembangan infrastruktur baru guna menunjang aktivitas belajar mengajar di IAIN. Seperti pembangunan ruang kuliah baru (RKB), pengembangan kampus dua di Indramayu, hingga program kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi baik di dalam dan di luar negeri.

“Ada sejumlah agenda yang harus diselesaikan baik insfrastruktur fisik maupun sistem pendidikannya. Kita mendisain mahasiswa ini tak hanya punya intelektual yang baik, juga mampu mengambil peran dalam masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Drs Subarja MPd mengaku siap bersinergi untuk mensukseskan rencana dan strategi pengembangan IAIN Cirebon. “Kami akan lalukan sinergi, bukan saja dengan internal, juga sinergi keluar dengan kepala daerah yang ada di wilayah III Cirebon,” tukas dia. (wan/adv)