Ibadah Haji Jangan Diseret ke Politik

226
VIRAL
VIRAL. Rombongan jemaah haji yang membentangkan spanduk ganti presiden 2019 diduga berasal dari Majalengka. Foto itu berlatar belakang gunung Jabal Uhud Madinah Al Munawarah Saudi Arabia. Spanduk tersebut sempat viral di media sosial.

MAJALENGKA-Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka H M Risan ikut berkomentar terkait viralnya pembentangan spanduk #2019gantipresiden yang diduga dilakukan oleh jamaah haji asal kabupaten Majalengka.

Menurut Risan, masalah ibadah haji merupakan ibadah sakral dan penyempurnaan rukun Islam yang ke lima. Sehingga alangkah baiknya tidak dibawa ke ranah politik.

“Sebaiknya sesorang itu harus bisa menempatkan diri. Ada waktu dan tempatnya. Jangan sampai dicampuradukan. Lebih baik khusu dalam beribadah haji, jangan diseret ke dalam ranah politik,” tegas Risan kepada Rakyat Majalengka, Rabu (15/8).

Sementara itu, pemerhati politik di Majalengka, Haris Azis Susilo mengatakan, pembentangan spanduk tersebut perlu diperdalam terkait motif apa yang ada dibalik orang yang bersangkutan.

Menurutnya, memang menjadi hak konstusional bagi warga negara untuk memilih sikap politik. Akan tetapi hal tersebut sangat tidak elok jika dilakukan di tempat ibadah. Terlebih, ini di Madinah dan dalam kondisi ibadah haji yang sekarang menjadi sorotan di mata dunia.