Ini yang Bikin Diklatsar Banser Kabupaten Cirebon Berbeda dari Sebelumnya

237
DIKLATSAR. Ketua PC GP Ansor, H Ujang Busthomi dan Cagub Jabar TB Hasanudin bersemangat menyanyikan Mars Yalal Wathon dalam pembukaan Diklatsar. Foto : Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon

CIREBON–Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cirebon, mengadakan Diklasar Banser III Angkatan ke XII. Dilaksanakan selama 3 hari, mulai Jumat sampai Minggu (20-22/4). Dalam pelaksanaan kali ini, jumlah pesertanya lebih dari 400 orang.

Yang berbeda dari Diklatsar sebelumnya, peserta dari kalangan perempuan kali ini jauh lebih banyak dari pelaksanaan Diklatsar sebelum-sebelumnya, yakni sebanyak 20 peserta. Bukan hanya itu, pesertanya juga banyak diantaranya merupakan kuwu-kuwu di beberapa desa di Kabupaten Cirebon.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon, H Ujang Busthomi menegaskan, melalui diklatsar ini, anak-anak muda akan digembleng untuk terus tumbuh rasa cintanya terhadap NU dan kedaulatan NKRI.

Ia pun mengaku bangga, ketika di wilayahnya, masih banyak generasi muda bergabung dengan NU dan Ansor. Hal itu menandakan kelangsungan Indonesia masih akan tetap aman. Karena sebagaimana diketahui, papar dia Ansor lahir, didirikan oleh para ulama, sebagai benteng untuk menjaga NKRI.

“Kalau masih banyak yang bergabung dengan NU,  Ansor dengan Banser, itu tandanya kelangsungan NKRI masih lama. Makanya tetap semangat. Kalau Ansor, Banser tidak semangat siapa yang akan melindungi para kyai, siapa yang akan menjaga NKRI,” kata Ujang,  di hadapan 420 peserta Diklatsar.

Selain itu, Ujang juga menegaskan bahwa penjajahan kali ini, bukan menggunakan senajata. Tetapi menggunakan topeng agama. “Para penjahatnya kali ini menggunakan kedok agama. Makanya, kita perketat barisan, dan jaga setiap wilayah perkampungan dari bahaya itu. Dakwahlah yang baik, jaga terus para ulama dan NKRI,” tegasnya.

Dalam pembukaan tersebut, hadir pula, salah satu calon gubernur Jabar. TB Hasanudin. Ia pun mengaku takjub, dengan semangat yang dibangun oleh NU, Ansor. Karena dengan penuh keikhlasan, bersedia mengucurkan keringat bahkan darah untuk menjaga keutuhan NKRI.

Ia pun tak segan bernostalgia, ketika masih menjadi prajurit di jajaran TNI. Menurutnya, ada yang berbeda, antara jajaran TNI dan Banser. Meskipun sama-sama memiliki semangat serupa. “Kalau TNI ada jaminannya, diberikan seragamnya, sementara untuk Banser, hanya karena keyakinan, tetapi semangatnya sama. Makanya, TNI dan Banser, harus bersinergis, menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (zen)

 

BAGIKAN