Karna Ingin Jadi Bupatinya Orang Miskin

125
BERSAMA TIM
BERSAMA TIM. Calon bupati Majalengka Karna Sobahi (kiri) bersama tim kampanyenya sedang berada di salah satu pemukiman warga. Ia meminta kelas menengah dan atas tidak perlu khawatir jika dirinya menjadi bupatinya orang miskin.

MAJALENGKA – Calon bupati Majalengka, H Karna Sobahi menyoroti masalah kemiskinan yang masih tinggi di wilayahnya. Menurutnya, angka kemiskinan sampai dengan sekarang sesuai RPJMD 2014-2019 Masih tersisa sekitar 12 persen.

Oleh karena itu, kata dia, jika terpilih pasangan Karna-Tarsono bertekat menurunkan kemiskinan dengan beberapa program yang sudah disiapkan. Salah satunya, lewat program yang pro dan merangkul yang miskin.

Cara mengatasi kemiskinan, lanjutnya, adalah dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk masyarakat bawah. Mereka harus difasilitasi agar dapat taraf kehidupannya terangkat.

“Kalau yang bawah terangkat, yang tengah dan atas juga akan terangkat. Jadi, dengan mengangkat masyarakat bawah dengan sendirinya yang atas ikut terangkat. Sehingga, yang tengah dan atas tidak perlu khawatir jika saya menjadi bupatinya orang miskin,” ujar Karna, Sabtu (21/4).

Sementara itu, tim pendukung pasangan Karna-Tarsono, Ade Racmat Ali mengaku, siap mendukung dan memenangkan pasangan tersebut.

Menurutnya, jejak rekam dari calon nomor urut dua sudah terbilang baik. Seperti diketahui, mantan birokrat ini dulu pernah menjadi bawahan Karna Sobahi ketika Ade Rahmat menjabat Sekda dan Karna Sobahi sebagai Wakil Bupati. Begitupun dengan Tarsono yang pernah berhubungan interaksi tugas antara Sekda dan DPRD.

Menurutnya, target yang dicanangkan tahun 2019 -2021, Bupati-wakil bupati baru, Karna Tarsono akan melaksanakan program bantuan pembangunan rutilahu yang akan dituntaskan.

“Kenapa mendukung nomor dua, karena selama saya menjadi Sekda, komunikasi dengan pa Karna sudah terjalin sangat baik. Dan Saya juga mengetahui trek record pa Karna,” tandasnya.(hsn)