Kuwu Pabean Ilir Ogah Gabung Pemkab Kelola Wisata

Pilih Ikut Perhutani, Segera MoU Bagi Lahan Pantai Tiris untuk Tempat Usaha

405
PERTEMUAN. Kuwu Pabean Ilir Nasito memimpin rapat akan tetap mengembangkan sendiri wisata pantai Tiris menggunakan lahan yang diakui milik Perhutani dengan tidak ingin bergabung dengan rencana Pemkab. NURUL APRIYANTO/RAKYAT CIREBON
PERTEMUAN. Kuwu Pabean Ilir Nasito memimpin rapat akan tetap mengembangkan sendiri wisata pantai Tiris menggunakan lahan yang diakui milik Perhutani dengan tidak ingin bergabung dengan rencana Pemkab. NURUL APRIYANTO/RAKYAT CIREBON

INDRAMAYU – Pemerintah Desa (Pemdes) Pabean Ilir Kecamatan Pasekan mempelopori pertemuan dengan belasan masyarakat perihal pengembangan secara mandiri pariwisata Pantai Tiris.

Dalam pertemuan tersebut, Kuwu setempat Nasito menegaskan ogah bekerjasama dengan Pemkab Indramayu terkait pengelolaan Pantai Tiris.

Informasi yang berhasil dihimpun Rakcer, Pemerintah pusat pada tahun anggaran 2018 dikabarkan akan menggelontorkan anggaran untuk membangun potensi pariwisata yang kini mulai ramai dikunjungi warga dari berbagai wilayah karena kecantikannya itu.

Namun, belakangan rencana Pemerintah Pusat hasil usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu itu dibumbui aksi masyarakat yang diduga menginginkan ikut menguasai lahan tanah timbul yang sebagiannya diklaim milik Perhutani.

Alasan Pemerintah desa setempat memilih untuk tidak mendukung dan bergabung dengan Pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, karena lebih memilih mengelola pariwisata bersama dengan Perhutani yang diyakini pemilik sah sebagian lahan di pinggir pantai Blok Tegur tersebut.