Mahasiswa Minta Transparansi dan Usut Penjualan Gedung Unswagati

198
AUDIENSI. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Bersih (Ampuh) menghadiri audiensi dengan pihak rektorat Unswagati. FOTO : AMPUH/SUWANDI/RAKYAT CIREBON

KESAMBI – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Bersih (Ampuh) terus meminta penjelasan pihak kampus Unswagati dan Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) terkait rumor penjualan gedung tambahan (GT) Unswagati.

Sikap itu ditunjukkan Ampuh saat menghadiri undangan audiensi dengan pihak kampus, Kamis (19/4) di Aula Sekretariat  Rektorat Unswagati. Audiensi itu digelar atas inisiatif pihak kampus berdasarkan tuntutan Ampuh dalam beberapa aksi sebelumnya.

Surat pernyataan Rektor Unswagati, Dr H Mukarto Siswoyo yang memuat 3 poin tuntutan mahasiswa.

Juru Bicara Ampuh, Epri Fahmi Azis menjelaskan, langkah yang ditempuh Ampuh tak berhenti sebatas audiensi dengan pihak kampus saja. Ampuh bakal terus suara tuntutannya terkait kejelasan rumor jual gedung, transparansi keuangan kampus dan pemenuhan fasilitas belajar mahasiswa.

“Kami dari Ampuh menegaskan bahwa perjuangan masih belum selesai. Kita akan terus kawal sampai tuntutan mahasiswa dipenuhi dengan  benar-benar dipraktikan apa yang sudah dijanjikan pihak universitas,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Epri mengatakan, Ampuh juga tidak tinggal diam atas perlakukan pihak yayasan  yang dinilai tidak mengenakan mahasiswa aksi beberapa waktu lalu. Saat itu, kata dia, pihak yayasan berkata kurang sopan kepada mahasiswa aksi.

“Kemudian kami pun tidak tinggal diam atas perlakuan yayasan, kami memaafkan tapi bukan berati melupakan. Penghinaan manusia atas manusia itu harus dilawan. Agar kedepannya pihak yayasan ataupun universitas tidak melakukan hal yang mencederai harkat dan martabat kemanusiaan,” tukas dia.

Dalam kesempatan audiensi itu, Ampuh juga menuntut Rektor Unswagati, Dr H Mukarto Siswoyo menyetujui tuntutan mahasiswa. Hal itu tertuang dalam surat perjanjian tuntutan mahasiswa yang ditandatangi rektor.

Surat itu memuat 3 poin tuntutan. Pertama, rektor akan melakukan tranparansi perihal laporan keuangan universitas. Kedua, rektor menegaskan bahwa tidak ada penjualan kampus 4 (GT). Ketiga, rektor akan melakukan pemenuhan hak-hak mahasiswa berupa sarana prasarana kampus. (wan)

 

.