Pasutri asal Cirebon Korban Lion Air JT 610

Sama-sama Alumni Smanda, Pernah Jadi JPU Kasus Ahok

513
ANDRI DAN NIAR. Andri Wiranova (40) dan istrinya, Niar Soegiyono (40),  menjadi korban jatuhnay pesawat Lion Air  JT610 di di Tanjung Karawang, Senin (29/10). Keduanya bersama sejak satu kelas di SMAN 2 Kota Cirebon.

CIREBON – Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Tanjung Karawang, Senin (29/10), juga membawa duka bagi warga Cirebon. Dari daftar manifes penumpang pesawat nahas itu terdapat pasangan suami istri asal Cirebon. Keduanya adalah Andri Wiranova (40) dan istrinya, Niar Soegiyono (40).

Andri dan Niar merupakan alumni SMAN 2 (Smanda) Kota Cirebon, angkatan 1996. Keduanya sudah menjalin cinta sejak satu kelas di SMA, dan akhirnya menikah. Setelah lulus SMA, Andri yang tinggal di Gg Langgar, Samadikun, Kota Cirebon meneruskan kuliah di Fakutas Hukum Univesitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta. Setelah lulus kuliah, Andri  hijrah ke Jakarta untuk  bekerja.

Setelah bekerja, Andri dan Niar kemudian menikah. Selanjutnya Andri membawa Niar yang beralamat di Jl Raya Beber Kabupaten Cirebon itu pindah ke Jakarta. Dalam perjalanan karirnya di Jakarta, Andri pernah menjadi Jaksa Penuntut Umum (KPU) kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Setelah itu Andri yang juga alumni SMPN 1 Kota Cirebon itu dipercaya menjadi salah satu Staf Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Babel).

Di dalam pesawat Lion Air yang nahas itu,  Andri Wiranofa di kursi 8A dengan nomor manifes 173 dan Niar Sugiono, istri Andri Wiranofa, duduk di kursi 8B dengan nomor manifes 150.

Selain Andri Wiranova, pegawai Kejaksaan yang menjadi korban jatuhnya Lion Air adalah  Kasi Pidsus Pangkalpinang Dody Junaedi yang duduk di kursi 19E dengan nomor manifes 075, Jaksa fungsional Bangka Selatan Shandy Johan Ramadhan duduk di kursi 7F dengan manifes 122, dan staf TU Kejati Babel Sastiarta, duduk di kursi 34E dengan manifes nomor 141.

“Aku sedih ingin nangis jadinya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Rochayatie di Posko Penyelamatan di Pantai Tanjung Pakis, Senin (29/10).

Rochayatie juga  oleh pimpinan diminta turun langsung memantau evakuasi korban Lion Air. Sebab, pihak keluarga dipastikan akan meminta penjelasan kepada institusinya. “Secara hierarki kami diminta turun langsung,” katanya.  (tim)