Raperda RIPPDA Bisa Angkat Potensi Pariwisata Lokal

95
DUKUNG. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Odang Kusmayadi, mendukung icon-icon seperti buah-buahan maupun sektor perikanan dan pertanian yang dimiliki Indramayu menjadi muatan lokal obyek pariwisata. IST/RAKYAT CIREBON
DUKUNG. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Odang Kusmayadi, mendukung icon-icon seperti buah-buahan maupun sektor perikanan dan pertanian yang dimiliki Indramayu menjadi muatan lokal obyek pariwisata. IST/RAKYAT CIREBON

INDRAMAYU – Raperda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Indramayu 2018-2028, akan memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Indramayu, SDA yang dimiliki tidak luput menjadi muatan produk hukum daerah.

Salah satu Anggota Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Indramayu Dalam SHKN, memastikan jika muatan pada Raperda RIPPDA yang tengah dibahas oleh panitia Ad Hock meliputi pemanfaatan SDA yang berpotensi dan dimiliki masing-masing desa maupun Wilayah di Kabupaten Indramayu. Muatan lokal tersebut, untuk mengembangkan icon-icon yang sudah melekat di daerah tersebut. “Buah mangga, Jeruk, dan Kerupuk dari Indramayu sudah terkenal,” terangnya.

Potensi besar tersebut, lanjut Dalam, bisa dijadikan obyek wisata yang mendatangkan keuntungan bagi daerah maupun masyarakatnya. Dicontohkan Dalam, buah mangga dan jeruk bisa dijadikan sebagai obyek agrowisata, dengan catatan perencanaan serta pengelolaanya dilakukan dengan baik. Ataupun, wisata bahari dengan memanfaatkan perikanan, tambak dan kelautan. Kedua sektor tersebut, dikatakan Dalam, sesuai dengan letak geografis Kabupaten Indramayu yakni pertanian dan kelautan.

“Masyarakat sekarang, paling suka berlibur bersama keluarga, namun tetap bisa mendidik anak,” tegasnya.

Ditambahkan Dalam, Raperda RIPPDA tersebut secara langsung mendukung kewenangan otonomi desa sebagaimana UU no 06 Tahun 2016, dengan begitu potensi-potensi pariwisata yang ada di Desa bisa dikembangkan lebih baik dan profesional. Terlebih, dukungan anggaran yang dimiliki desa saat ini, rasanya tidak mungkin hal itu sulit terwujud.

Meskipun begitu, pihaknya tetap menekankan agar obyek pariwisata tersebut tetap memberikan kontribusi yang positif bagi Daerah, salah satunya ialah Pendapatan Daerah (PAD) dari sektor retribusi. “Regulasinya tengah dibahas Pansus II DPRD Indramayu, tinggal keseriusan Pemerintah saja,” imbuhnya.

Sementara itu Dinas Budaya dan Pariwisata Odang Kusmayadi, mendukung icon-icon seperti buah-buahan maupun sektor perikanan dan pertanian yang dimiliki Indramayu menjadi muatan lokal obyek pariwisata, guna memperbanyak tempat wisata alami yang sudah ada di Indramayu. “Ada wisata alami dan buatan,” bebernya.

Dengan bertambah kembangnya obyek wisata di Kabupaten Indramayu, dipastikan olehnya, akan menambah kontribusi bagi kas daerah. Terlebih, pihak pengelola obyek wisata sudah harus berbadan hukum, serta adanya kajian yang dilakukan oleh tim independen dalam menghitung potensi perkembanganya. (yan)