Saat Memimpin Tasik, Cawagub Uu Akui Meniru Kebijakan Yance

328
KUNJUNGAN. Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat berkunjung ke kantor biro Radar Indramayu, Kamis (17/5).

INDRAMAYU  – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, melakukan kunjungan kerja ke kantor biro Radar Indramayu, Kamis (17/5). Kunjungan dilakukan setelah merampungkan kegiatan safari politik di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu.

Kedatangan Cawagub yang akrab disapa Kang Uu ini, langsung disambut hangat Kepala Biro Radar Indramayu, H Adun Sastra SH. Merekapun terlibat obrolan santai.

Dalam perbincangannya, Kang Uu mengaku jika kebijakan selama memimpin Kabupaten Tasikmalaya adalah mencontoh kebijakan yang diterapkan mantan Bupati Dr H Irianto MS Syafiuddin alias Yance. Salah satunya adalah menerbitkan Perda Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), dengan mewajibkan anak usia Sekolah Dasar (SD) memiliki ijazah MDA untuk bisa melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

“Sama seperti Kabupaten Indramayu, kami mewajibkan siswa SD yang akan melanjutkan ke jenjang SMP untuk melampirkan ijazah MDA sebagai salah satu syaratnya,” terang pria kelahiran Tasikmalaya 49 tahun silam ini.

Kebijakan dalam bidang pendidikan selama memimpin Kabupaten Tasikmalaya, akan menjadi dasar dan acuan dirinya jika kelak diberikan amanah oleh masyarakat Jawa Barat menjadi Wakil Gubernur mendampingi Ridwal Kamil periode 5 tahun mendatang.

“Dasar-dasar dan pondasi yang telah diletakkan oleh Pak Yance sebagai Bapak Pendidikan Indramayu, patut untuk dicontoh dan dikembangkan di seluruh wilayah Jawa Barat. Karena pendidikan berbasis agama adalah sangat penting dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berakhlaqul karimah” tegas mantan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini.

Saat ini, Uu Ruzhanul Ulum dipercaya oleh 4 partai politik pengusung yakni PPP, PKB, Partai Nasdem serta Partai Hanura menjadi Cawagub mendampingi Ridwan Kamil untuk memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 27 Juni mendatang. (Ibnu)