Santri Penggerak Ekonomi Umat

309
PELUNCURAN. Cirebon menjadi lokasi peluncuran program 1 juta santri agroteknopreneur se Jawa Barat. Prosesi peluncuran di Masjid Al Hikmah Cirebon.

CIREBON – Cirebon menjadi lokasi peluncuran program 1 Juta Santri Agroteknopreneur Jawa Barat oleh Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat. Program peluncuran dilaksanakan di Masjid Al Hikmah Cirebon, Minggu (27/1).

Peluncuran berbarengan dengan Training Mahasiswa dan Santri Agroteknopreneur yang diisi Pendiri Gaido Group, Muhamad Hasan Gaido dan Pimpinan Ponpes YASTI Cisaat Sukabumi, KH Ujang Suja,i. Kegiatan ini diikuti ratusan santri dan mahasiswa.

Ketua Pelaksana, Ali Wahyuno mengungkapkan, tujuan kegiatan training ialah mencetak pengusaha agroteknopreneur dari kalangan santri dan pemuda muslim di Jawa Barat.

“Tujuan training santri agroteknopreneur Jawa Barat dan juga lounching 1 juta santri agroteknopreneur di antaranya ingin mencetak kalangan santri dan pemuda muslim untuk menggerakan ekonomi keumatan di Jawa Barat dan Indonesia,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Ali menambahkan, ada beberapa sektor yang bisa digarap dari agroteknopreneur. Seperti penggarapan usaha di sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan. Semua sektor usaha nanti mengaplikasikan teknologi sebagai bagian dari operasional.

“Even ini diharapkan bisa ada tindak lanjut di beberapa sektor terutama sektor agro pertanian kemudian sektor penerapan teknologi untuk pertanian, perkebunan dan perikanan dan kelautan,” katanya.

Yang tak kalah seksi, kata Ali, ialah sektor pariwisata halal. Menurutnya, sektor ini sangat potensial lantaran banyaknya destinasi wisata religius di Indonesia, terutama di Jawa Barat.

“Akan menggarap pariwisata syariaah yang menjadi primadona dan sumber devisa terbesar. Era migas sudah lewat sekarang eranya pariwisata dan pariwisata religius menjadi pilihan dan menjadi primadonan Indonesia karena punya berbagai keunggulan,” kata dia.

Sementara itu, Pendiri Gaido Group sekaligus Presiden Indonesia – Saudi Arabia Business Council, Muhamad Hasan Gaido mengungkapkan, santri sangat berpotensi di bidang usaha. Pendidikan di pesantren yang mengajarkan gaya hidup sederhana.

“Karena pengusaha muslim itu menggabungkan usaha dan doa. Menggabungkan usaha langit dan usaha bumi,” kata dia.

Di samping itu, santri pengusaha juga sangat dekat dengan gaya hidup syariah. Hasan melanjutkan, ekonomi syariah bakal menjadi tren ekonomi di Indonesia.

Mengingat, kata dia, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pendudukan terbanyak keempat di dunia. Sedangkan, populasi terbanyak ialah penduduk muslim.

“Prinsip usaha syariah itu dengan modal secukupnya untuk mendapatkan hasil sewajarnya. Tujuannya ialah mewujudkan masa depan yang lebih baik berdasarkan perintah Alla dengan contoh rasulullah dan para sahabatnya,” tegas dia. (wan)