17 Pasis Seskoad Teliti Pilkada di Kuningan

63
PENELITIAN.
PENELITIAN. Pasis seskoad melakukan penelitian di kuningan terkait Pilkada.

KUNINGAN – Sebanyak 17 perwira siswa (pasis) Dikreg LVI Seskoad TA 2018, melakukan penelitian di wilayah Kodim 0615/Kuningan. Penelitian yang dilakukan itu, merupakan bagian dari Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri (KKLDN) Dikeg LVI 2018.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni menjaring informasi terkait kondisi daerah yang diteliti. Seperti yang dilakukan di Makodim Kuningan dengan menggundang sejumlah tokoh masyarakat, agama, hingga KPU dan Panwaslu, Senin (23/4).

Pendamping Pasis Dikreg LVI Seskoad 2018 Dr Romi Saputera mengatakan, KKLDN studi wilayah pertahanan yang dilaksanakan merupakan salah satu rangkaian kegiatan belajar di Seskoad.

Kegiatan bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada pasis tentang “Sinergitas satkowil, Polri dan Pemda dalam memelihara situasi kondusif pada pelaksanaan Pilkada serentak dan Pilpres guna mendukung stabilitas nasional.

“Melalui KKLDN diharapkan dapat membekali para perwira siswa dengan pengalaman tentang studi wilayah pertahanan untuk menghadapi tugas yang akan datang,” katanya.

Ditambahkan Romi, momen penelitian tentang sinergitas dalam pilkada agar tidak terjadi konflik. Sekalipun di kuningan sudah terjalin sinergitas yang baik antara TNI, Polri, Pemda dan masyarakat. “Hasil dari penelitian ini akan diseminarkan secara nasional,” katanya.

Kegiatan selanjutnya melaksanakan wawancara kepada masing2 komponen oleh para Siswa Seskoad. Kegiatan dilanjutkan kunjungan ke DPRD Kuningan yang diterima oleh Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman SSos

Hadir Wakil ketua DPRD Toto suharto S Farm, Wakil ketua DPRD Hj Kokom komariah, Wakil ketua DPRD Uci sanusi, Para Ketua Praksi fraksi DPRD Kuningan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman menyampaikan, untuk di Kuningan sendiripada tahun 2018 ini akan dilaksanakan pilkada serentak, yang diikuti oleh tiga kandidat atau 3 paslon cabup/cawabup.

Untuk kasus yang terjadi selama masa kampanye di wilayah Kuningan, ada dua diantaranya masalah money politik dan gesekan di medsos dan permasalahannya sudah ditangani oleh petugas keamanan. “Kami merasa bangga, bahwa dari peserta pasis ada 2 orang yang asli dari kuningan,” jelasnya.(ale)