25 Menit, RK Terbang di Langit Majalengka

52

RAKYATCIREBON.CO.ID – Calon gubernur Jawa Barat,
Ridwan Kamil (RK), bersama Baraya Ridwan Kamil (Barka) Ciayumajakuning,
menghadiri undangan dari komunitas otomotif Majalengka, di sirkuit Cibatu
Majalengka, Minggu (18/3).
Pada hari itu, komunitas otomotif
Majalengka melakukan latihan bersama di Sirkuit Cibatu Majalengka.

Sekjen Barka Ciayumajakuning,
Suryapragala mengatakan, pihaknya menyumbang door prize untuk juara satu sampai
lima pada acara yang melombakan 9 kelas berbeda.
Menurutnya, undangan tersebut secara
bersamaan dengan agenda latihan dengan jadwal kunjungn Ridwan Kamil ke
Majalengka. Sehingga Barka Ciayumajakuning mengajak Ridwan Kamil melihat
situasi latihan balapan motor tersebut. 

“Kami memiliki tujuan kelak ketika
Kang Emil jadi gubernur bisa memetakan permasalahan khususnya di bidang
otomotif Majalengka, baik secara infrastruktur, izin dan even atau agenda
balapan secara rutin,” ujar Surya.

Selain melihat lomba di Sirkuit Cibatu,
Ridwan Kamil juga terbang dengan paralayang di kawasan Gunung Panten. Acara ini
dadakan, karena sebelumnya tak ada di agenda blusukan. Saat dalam perjalanan ke
sirkuit Cibatu, Kang Emil, sapaan walikota Bandung ini, kepincut saat melihat
di langit Majalengka beterbangan paralayang. “Saya pengen nyobain terbang,
meski takut ketinggian,” ujarnya.

Beberapa saat setelah turun dari mobilnya
dan melihat pemandangan di atas kaki Gunung Panten.  Dengan menunggang
motor, Kang Emil menuju Gunung Panten, tempat lokasi paralayang
diterbangkan. 

Perjalanan sekitar 20 menit dari
sirkuit Cibatu, sampailah Kang Emil di kawasan Paralayang. Selanjutnya Kang
Emil terbang bersama instruktur paralayang berlisensi tandem, Aris 51 tahun.
Sekitar 25 menit, Kang Emil menyusuri langit biru dan menikmati keindahan alam
Majalengka. 

“Selain melihat lomba di sirkuit,
ternyata luar biasa, terbang dengan paralayang menguji sensasi adrenalin saya.
Terus terang saya takut ketinggian, tapi ngawanikeun (memberanikan diri), 
untuk mempromosikan kawasan wisata ini,” ujarnya. 

Dia mengaku puas dapat terbang dengan
paralayang. Ini adalah pengalaman pertama baginya. Dia berjanji akan datang
lagi bersama ibu Cinta Atalia Praratya. “Bu Cinta suka sekali dengan olahraga
yang menantang adrenalin,” ujar Walikota Terbaik 2017 versi Kemendagri
ini. 

Emil menjelaskan, sebenarnya masalah
pariwisata di Jabar adalah masalah menjual dan packaging atau kemasan. Dia
mencontohkan, saat berwisata ke Jepang, dia beli moci Rp200 ribu isinya hanya 6
biji. Tapi kemasannya cantik dan menarik, sehingga menarik untuk dibeli sebagai
buah tangan.  

Nah, di Majalengka, potensi wisata
alamnya luar biasa. Hanya belum digarap secara maksimal. Di Gunung Panten ini
misalnya kalau dikemas menjadi paket tour wisata, maka akan tumbuh ekonomi
baru, seperti penginapan, warung-warung ramai, resto juga tumbuh dan
hotel-hotel dibangun di kota ini. 

“Saya kaget saat datang  ada
lokasi paralayang, paraland dimana di sana ada outbond dan penginapan, juga
wisata satwa. Kalau packagingnya bagus, ini bisa menjadi tour wisata yang
menarik,” ujarnya.(hsn)
BAGIKAN