47.569 Penerima Bantuan Non Tunai PKH

157
Program Keluarga Harapan (PKH)
MERIAH. Acara pemberian bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan pangan dan beras sejahtera (Rastra) di GOR Ewangga Kuningan.

KUNINGAN Acara pemberian bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan pangan dan beras sejahtera (Rastra), secara simbolis di Kabupaten Kuningan, dilaksanakan pada Jum’at (27/4), di GOR Ewangga Kuningan.

Satu kehormatan bagi warga Kuningan, dalam pelaksanaan penyerahan bantuan tersebut dihadiri rombongan pejabat dari Kementerian Sosial-RI.

Nampak Hadir di depan penerima bantuan, Menteri Sosial RI, Idrus Marham, Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PRM) Andi Dulung, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Harry Hikmat, perwakilan Himpunan Bank Negara (Himbara) dari BNI, dan perwakilan dari Bulog.

Ikut pula hadir dalam agenda tersebut, Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Asisten Pemerintahan Setda Kuningan, Maman Hermansyah, Kepala Bagian Kesra Setda Kuningan, Toni Kusumanto dan pejabat terkait di lingkup Pemkab Kuningan lainnya.

Hadir pula 500 orang penerima manfaat dari PKH ini dari 6 kesamatan yang ada di Kabupaten Kuningan, diantaranya Kecamatan Kuningan, Kadugede, Keramatmulya, Sindangagung, Cigugur dan Garawangi.

Dalam laporannya, Dirjen PRM, Andi Dulung mengatakan bahwa untuk tahun 2018, total bantuan sosial bagi warga Kabupaten Kuningan adalah sejumlah Rp197.148.460.000.

Nominal tersebut terbagi sebesar Rp88 miliar untuk program bantuan non tunai PKH, dan Rp108 miliar dalam bentuk beras sejahtera.

“Untuk besaran nilai bantuan program PKH ini perlu disebutkan karena di beberapa daerah, ada pemerintah daerah yang tidak mengetahui ada bantuan sebesar itu masuk ke daerahnya, ” ujar Andi.

Nominal untuk bantuan PKH, ucapnya, langsung masuk ke buku rekening para penerima bantuan, tanpa melalui struktur DIPA Pemerintah Daerah.

“Sementara, untuk bantuan pangan beras sejahtera, dulu, tahun lalu, warga harus membelinya sebesar Rp1.600/Kg, namun untuk tahun 2018 ini, beras diberikan pada mereka secara gratis sejumlah 10 Kg/keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada mengaku bangga atas kedatangan Menteri Sosial RI di Kuningan. Sebagai pejabat yang menjadi Ketua Tim Koordinasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kuningan, Desem mengharapkan kehadiran Mensos bisa memotivasi pihaknya untuk bekerja lebih keras lagi dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Kuningan.

“Sesuai data statistik, angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan masih tinggi, yakni 13,47%. Ini masih di atas rata-rata nasional 10,2% dan Provinsi Jawa Barat 9%,” ungkapnya.

Melihat tingginya angka kemiskinan di Kuningan, Desem menambahkan, perlu ada peningkatan kinerja dan upaya penanganan kemiskinan dengan adanya sinergitas yang komprehensif lintas sektoral, mulai dari perencanaan sampai dengan penyelenggaraan program.

Jumlah penerima bantuan non tunai PKH, kata Desem, yakni sejumlah 47.569 orang yang tersebar di 32 kecamatan, membutuhkan perhatian agar dalam pelaksanaan penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami siap menjaga kredibilitas di hadapan pemerintah pusat dan masyarakat sendiri. Karena ekses sekecil apapun dari kesalahan pelaksanaan program ini akan menyebabkan gagalnya perbaikan kualitas generasi muda penerus di masa yang akan datang,” tandas politisi PDIP ini.

Terpisah, Mensos Idrus Marham mengapresiasi empat orang KPM yang telah berhasil dan menyatakan keluar dari penerima bantuan PKH/graduasi. Bentuk apresiasi dari Mensos berupa pemberian sertifikat kepada mereka. Keempat orang KPM yang graduasi tersebut diantaranya Wartina (pengusaha Cilok Stun), Dian Primayanti (pengusaha warung kelontong), Siti Setianingsih (pengusaha warung kelontong), dan Utin Sutini (pengusaha Tahu Lamping).

Kepada warga penerima PKH dan Bantuan Pangan, Mensos Idrus mengharapkan agar mereka bisa mencontoh para KPM yang telah graduasi atau menyatakan keluar dari penerima bantuan PKH.

“Menurut Agama Islam, kita boleh cemburu pada dua hal, yakni pada mereka yang memliki ilmu pengetahuan dan mereka yang sukses karena kerja keras,” jelasnya.

Ke depan, harap Mensos, para penerima bantuan PKH maupun bansos Pangan, agar bisa bangkit mengikuti mereka yang telah sukses. “Semoga Ibu-ibu bisa segera mengikuti mereka yang telah graduasi dan sukses keluar dari penerima bantuan PH, malahan kalau perlu jadi yang bisa membantu orag lain,” harap Mensos diamini hadirin.(ale)