8 Poin Piagam Deklarasi Sentana Kesultanan Cirebon, PKP Persiapkan Lahan 99 Hektar untuk Kota Santri

8 Poin Piagam Deklarasi Sentana Kesultanan Cirebon, PKP Persiapkan Lahan 99 Hektar untuk Kota Santri

RAKYATCIREBON.ID-Polemik pelurusan sejarah siapa yang berhak menduduki tahta Kesultanan Kasepuhan masih hangat dibicarakan publik. Usai aksi 30 Agustus lalu, terbit Piagam Deklarasi yang terdiri dari 8 poin dan ditandatangani Ketua Umum Santana Kesultanan Cirebon, Pangeran Kuda Putih Raden Heru Rusyamsi Arianatareja.

“Perjuangan kami para Dzuriah Sunan Gunung Jati tidak akan berhenti dan mundur satu langkah pun, keraton Kasepuhan merupakan milik leluhur kami Sunan Gunung Jati, dan itu harus kembali kepada para Dzuriat Sunan Gunung Jati. Jika dia mau tahta dan merasa menjadi Sultan Sepuh XV silahkan saja, silahkan istananya pakai rumahnya sendiri. Sudah jelas para Dzuriah banyak yang menolak dan tidak mengakui,” ungkapnya kepada rakyatcirebon.id, Selasa (22/9).

Lebih lanjut, PKP sebutan akrab pria ini, diam-diam telah memiliki lahan 1000 hektar dan 99 hektarnya akan dipersiapkan untuk membangun Kota Santri di Kawasan Sentul, Jawa Barat.

Dalam dokumen yang diterima rakyatcirebon.id tampak grand design Pendopo Keresian (para ulama), Pendopo Sasana Cakrabuana, Istana Megah Pangeran Kuda Putih, Area Pemakaman Pendiri dan Pahlawan Kota Santri.

Menurut PKP, disana akan dibangun miniatur Mekkah Madinah lengkap dgn tatanan prosesi ibadah hajinya, fasilitas olah raga standar internasional terlengkap, sektor pertanian, perkebunan, perternakan dan perikanan akan tersedia disana, serta sekolah terbaik dari mulai SD hingga lembaga perguruan tinggi (Universitas-red), hotel, gedung penelitian, dan rumah sakit.

“Saya sebut kota santri ini dengan nama Padjajaran Reborn dengan konsep Kerama’an, Keresian dan Keratuan. Ketiganya ini merupakan konsep sebuah tatanan pemerintahan yang dulu leluhur pernah terapkan. Sistem ini kita pakai untuk menjadi percontohan ekonomi mandiri memakmurkan masyarakat di kota santri. berbasis pondok pesantren modern di zaman now,” jelasnya.


PKP menambahkan, bagi mereka yang nyinyir akan perjuangannya ini untuk sebuah tahta, salah besar. “Boleh dilihat dalam design istana saya jauh lebih megah. Perjuangan keraton Kasepuhan merupakan kewajiban saya sebagai Dzuriat untk meluruskan dan mengembalikan yang menjadi hak para Dzuriah. Aneh saja, lukman bukan trah ingin menguasai peninggalannya Sunan Gunung Jati,” pungkasnya. (wb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!