80 Persen Baliho Bergambar Karna-Tarsono Dirusak, Pelakunya Misterius

101
MELAPOR. Komisioner Panwascam Ligung menerima laporan pengrusakan Bahan Kampanye (BK) dari timses calon bupati/wakil bupati Majalengka nomor 2.

MAJALENGKA – Sejumlah Bahan Kampanye (BK) seperti baliho, milik pasangan nomor urut 2 Karna-Tarsono pada pilkada Majalengka, dirusak oleh oknum yang tidak dikenal.

Dari informasi yang dihimpun, pengrusakan tersebut dilakukan oleh orang gila. Namun hal tersebut dibantah oleh komisioner panwaslu kecamatan Ligung.

Komisioner Panwascam Ligung Kordiv Penindakan, Munadi didampingi Dede Burhan selaku Kordip SDM, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari timses Paslon Cabup nomor urut 2, atas kerusakan BK. Namun sayang pelakunya masih misteri, sementara terkait informasi pengrusakan yang dilakukan oleh orang gila, pihaknya membantah.

“Itu tidak benar, kami masih mengumpulkan informasi, sekarang juga laporan itu sudah saya teruskan ke Panwaskab Majalengka, hal ini agar pihak panwascam tahu kronologi dan kejadiannya. Terkait pelaku pengrusakan masih dalam penyelidikan,” ucapnya.

Atas kejadian ini, pihaknya menekankan  lepada pengawas kelurahan dan desa (PKD) untuk meningkatkan pengawasan. Sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Akibat hal tersebut, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ligung, Yopi Sudrajat didampingi sekertarisnya Abi Abiantoro dan beberapa orang timses mendatangi kantor pengawas pemilu kecamatan Ligung untuk melaporkan atas kerusakan bahan kampanye (BK) pasalon cabup nomor urut 2 Karna Sobahi-Tarsono. Kedatangan mereka diterima oleh Komisioner Panwascam Dede Burhan.

Dalam laporannya Yopi menyebutkan, bahwa BK cabup Karna-Tarsono yang baru saja dipasang di dua desa yakni Desa Bantarwaru dan Desa Ligung Lor yang dipasang Jumat (27/4) siang kemarin, malamnya banyak yang rusak. Dan kerusakan ini pihaknya menduga dilakukan oleh tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Bahkan kerusakan BK di Desa Bantarwaru mencapai 80%.

“Kami berharap panwascam harus segera mengambil langkah-langkah, agar kerusakan ini tidak melebar. Karena hal ini bisa memicu konflik antar para pendukung paslon,” ujarnya, Sabtu (28/4).

Yopi menambahkan, pelaku perusakan BK cabup Sukarno diduga dilakukan oleh orang yang sama. Hal ini dibuktikan dengan kerusakan BK yang serupa, yakni disobek menjadi dua dandi perkirakan memakai senjata tajam seperti pisau.

“Kami berharap panwas harus eksra tegas dalam menjalani tugas kepengawasannya. Sehingga kerusakan tidak melebar,” ujarnya.

Sementara itu Drs Yusuf Abbas salah satu pelapor menjelaskan, bahwa pelaku perusakan diduga beraksi tengah malam, karena menurut keterangan tetangga sebelah rumah, malam kejadian ada kendaran bermotor memakai helem berhenti di depan rumahnya yang ada poster bergambar Karna-Tarsono.

“Ya kata tetangga saya, tadi malam ada orang memakai helm naik motor sempat berhenti depan rumah. Namun siapa orang tersebut masih misterius,” urainya.(hsn)