Aang Yakin Kunci Bersama Jadi Provinsi

4
Wilayah Perbatasan Antara Jabar dan Jateng Kian Solid 


CIREBON – Ketua Badan Koordinasi Antar Daerah Kunci Bersama H Aang Hamid Suganda mengatakan, masih ada peluang untuk pembentukan provinsi baru.

Aang Hamid Suganda
Aang Hamid Suganda. dok. Rakyat Cirebon 

Terutama bagi daerah yang berada di bawah koordinasi Kunci Bersama, yaitu Kuningan, Kabupaten Cirebon, Cilacap, Kota Cirebon, Brebes, Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Majalengka.

Menurut Aang, pembentukan provinsi baru ini dimungkinkan mengingat dari sembilan daerah tersebut memiliki banyak potensi.

“Coba sebutkan saja potensi di Cilacap, daerah ini kaya minyak. Kemudian ada Majalengka yang sebentar lagi memiliki bandara internasional, ada Kabupaten Pangandaran dan Ciamis yang potensial dengan pariwisatanya, kemudian ada juga Kuningan yang memiliki potensi geothermal. Kalau melihat banyak potensi di sejumlah daerah ini, saya rasa sangat memungkinkan untuk pembentukan provinsi baru,” tukas Aang seusai rapat koordinasi pelaksanaan Porsenitas 2016 di aula Disbudparpora, kemarin.

Menurutnya, jika masyarakat menghendaki dan pemerintah pusat serta provinsi menilai keberadaan BKAD Kunci Bersama bernilai strategis dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, maka gagasan terbentuknya provinsi baru sebagai hal yang rasional dan alamiah.

“Sejatinya, kita murni karena kita peduli dengan keberadaan wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini,” katanya.

Menurut Aang, seluruh daerah yang masuk ke dalam BKAD Kunci Bersama memang berada di perbatasan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Wilayah perbatasan identik dengan minimnya sarana dan infrastruktur, karena biasanya pemerintah menganaktirikan wilayah di perbatasan.

“Makanya kenapa BKAD Kunci Bersama ini kita gagas sejak Summit Kuningan beberapa tahun lalu, tujuan akhirnya adalah membangun infratruktur di wilayah perbatasan agar masyarakat lebih sejahtera,” ucapnya.

Aang mengaku selalu koordinasi dengan seluruh kepala daerah yang berada di bawah koordinasi Kunci Bersama. Terkait rencana pembentukan provinsi ini, Aang juga mengakui banyak komunikasi dengan sembilan kepala daerah.

“Hanya mereka (kepala daerah) masih terkesan hati-hati. Sebab, mereka tidak ingin rencana ini dicetuskan tapi hanya sebatas euforia semata, seharusnya lebih berkelanjutan. Tapi kita lihat saja nanti bagaimana prosesnya,” katanya.

Aang mengatakan, BKAD Kunci Bersama tunggu sinyal dari pemerintah pusat yang saat ini sedang memberlakukan moratorium pemekaran daerah.

“Moratorium (pemekaran daerah) juga menjadi kendala saat ini. Tapi kita tunggu sinyal dari pemerintah pusat saja,” ujarnya.

BKAD Kunci Bersama sering melakukan koordinasi antardaerah, di antaranya komunikasi soal perkembangan infrastruktur serta mengadakan event tahunan yaitu Porsenitas. (yog)

BAGIKAN