Abraham Siap Bantu, Erry Lepas Tangan

65
Akan Fasilitasi Pedagang untuk Dapat Dana dari Menkop dan APBN 

SUMBER– Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon siap memfasilitasi ratusan pedagang Pasar Jungjang Arjawinangun yang kehilangan kiosnya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon Drs Abraham Muhamad MSi, kemarin (12/10).

dinas koperasi ukm kabupaten cirebon
Drs Abraham Muhammad MSi. doc. Rakyat Cirebon

Dikatakan Abraham, pihaknya berencana akan memberikan bantuan dana sebesar Rp900 juta hingga Rp1 miliar. Bantuan tersebut, sebut Abraham, bersumber dari Kementerian Koperasi dan APBN.  “Dinas Koperasi dan UMKM bisa memfasilitasi pemberian dana sebesar Rp900 juta hingga Rp1 miliar dari kementerian atau APBN untuk anggaran 2016. Asalkan ada koperasi sehat yang mau menerima bantuan ini,” tuturnya kepada Rakyat Cirebon.

Jika ada koperasi yang sehat dan mau menerima bantuan tersebut, lanjut Abraham, koperasi yang bersangkutan dipersilakan untuk membuat proposal dan pihaknya akan bantu merekomendasikan ke pihak kemeterian agar bisa mendapatkan bantuan anggaran sosial. “Nanti yang menerima bantuan ini harus menjadi anggota koperasi. Seperti para PKL yang ada di Gunung Jati,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Cirebon, Erry Ahmad Khusaeri mengatakan, kebakaran yang menghanguskan ratusan kios tersebut bukan kewenangannya. Namun, menjadi kewenangan pemerintah desa setempat. “Untuk pasar ini bukan kewenangan kita, maaf jangan sampai salah pengertian. Silakan kewenangannya tanya pada kuwu,” terang Erry.

Erry berharap, tidak ada lagi kebakaran di pasar tradisional. Sebab, dalam jangka tiga bulan, ungkapnya, di Kabupaten Cirebon terdapat tiga pasar yang terbakar, yakni Pasar Cipeujeuh, Pasar Sumber, dan Pasar Junjang. Terpisah, Kabid Penanggulangan Kebakaran, Samsul Bakhri mengakui kesulitan saat memadamkan kebakaran di pasar tradisonal tersebut.

Sebab, kata Samsul, di sekitar lokasi tidak ada sumber air sehingga pemdam kebakaran akhirnya mengambil air dari kolam renang yang ada tak jauh dari lokasi kebakaran. “Saya harap pembangunan pasar tradisional harus memperhatikan tata ruang. Sehingga dapat mendapatkan air dengan mudah pada saat terbakar. Hal ini untuk menghindari adanya kebakaran serupa,” tandasnya. (ari)

BAGIKAN