Ada Sabotase di Pasar Jungjang?

14
Petugas Damkar Dihadang Orang Tak Dikenal dengan Membawa Sajam  

ARJAWINANGUN– Kebakaran yang menghanguskan lebih dari 342 kios di Pasar Jungjang Kecamatan Arjawinangun, diduga ada unsur sabotase. Pasalnya, petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tengah memadamkan api dihalang-halangi sejumlah orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

pasar junjang cirebon kebakaran
Pasar di desa Junjang kabakaran. Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran  Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Samsul Bahri. “Kalau soal laporan ada ancaman pada anggota saya yang tengah bertugas itu benar,” terang Samsul Bahri saat dikonfirmasi Rakyat Cirebon, kemarin.

Diakui Samsul, sempat ada ketegangan antara anggota damkar dengan oknum yang berusaha menghalangi tugas pemadaman tersebut.  Untungnya, lanjut Samsul, kejadian tersebut tidak berlangsung lama karena ada perlawanan dari anggota damkar.

“Oknum tersebut kabur dan petugas pemadam bisa kembali melakukan tugasnya memadamkan api,” akunya. Tidak hanya itu, menurut Samsul, ada salah satu anggotanya yang lain, juga mendapatkan gangguan di saat bertugas sehingga menghalangi proses pemadaman api.

Lagi-lagi, penghadangan juga tidak berlangsung lama karena ada petugas kepolisian yang tengah bertugas. “Saya juga dapat laporan ada petugas damkar yang mendapatkan gangguan saat tengah bertugas tapi beruntung ada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut saksi mata yang berada saat kejadian, Sehan mengatakan, titik api berasal dari los blok F 63 yang menjual sembako pada sekitar pukul 23.30.

Saat itu, salah satu pedagang di Pasar Jungjang ini melihat ada kepulan asap di kios tersebut dan langsung melapor ke petugas pasar yang saat itu berjaga. Setelah itu, lanjut Sehan, petugas pasar yang mendapat laporan dengan dibantu pedagang langsung berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan.

Namun, dengan banyaknya barang yang mudah terbakar serta kencangnya hembusan angin membuat usaha pemadaman tersebut sia-sia sehinga kebakaran makin meluas menimpa kios-kios pedagang yang lain.

Sesaat kemudian datang petugas pemadam kebakaran (damkar) yang sebelumnya sudah dihubungi oleh petugas pasar dan langsung berusaha memadakan api dengan menurunkan 10 unit mobil damkar dari berbagai pos.

Namun, petugas damkar mengalami kesulitan memadamkan api karena banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar dan sulitnya mendapatkan pasokan air.

“Kami sedikit mengalami kesulitan memadamkan api karena banyaknya bahan yang mudah terbakar juga sulit mendapatkan air, serta lokasi pasar yang sempit sehingga mempersempit petugas dalam memadamkan api.” terang Samsul Bahri.

Beruntung, kata Samsul, pihak pengelola kolam renang Tirta Mas Gemilang bersedia membantu dengan memberikan pasokan air untuk memadamkan api di Pasar Desa Jungjang.

Namun, dengan sempitnya jalan untuk menuju titik api membuat petugas damkar mendapat sedikit kesulitan, sehingga kebakaran makin meluas hinga menghanguskan 342 unit kios dari 473 kios yang ada. “Dengan sempitnya jalur menuju titik api, kami sedikit kesulitan menjangkau titik api, kami belum tahu penyebab kebarakarannya karena masih dalam penyelidikan” ujarnya. (caz/mgg)

BAGIKAN