Adji: Azis-Eti Tidak Arogan!

Sejumlah Mantan Pengurus PDIP Makin Masif Menangkan “Pasti” di Pilwalkot

526
Halal Bihalal
HALAL BIHALAL. Dari kiri: Mantan Ketua DPC PDIP dan Ketua DPRD, H Suryana, mantan Anggota Fraksi Golkar, Andi Riyanto Lie dan mantan Anggota Fraksi PDIP, Drs Priatmo Adji mengikuti halal bihalal yang digelar pasangan Nashrudin Azis-Eti Herawati (Pasti).

CIREBON – Mendekati pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon, tidak hanya mesin partai politik pengusung dan pendukung serta relawan yang semakin masif untuk memenangkan pasangan Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti).

Akan tetapi, sejumlah mantan pentolan PDI Perjuangan juga kian agresif melakukan kerja-kerja politik untuk memenangkan pasangan calon walikota dan wakil walikota Cirebon nomor urut dua itu. Sebagian dari mereka, sejak awal pencalonan Pasti, menyatakan dukungan dan all out untuk memenangkan.

Sebut saja beberapa diantaranya, mantan Ketua DPC PDIP Kota Cirebon sekaligus mantan Ketua DPRD Kota Cirebon, H Suryana, tiga mantan Ketua PAC PDIP Lemahwungkuk, Dodo Nurahmat, Agus Sombak dan Hartoyo, hingga mantan Anggota Fraksi PDIP DPRD periode 2009-2014, Drs Priatmo Adji. Kolega Adji di DPRD periode lalu, Yusuf Erman juga pernah ikut dalam konsolidasi mantan anggota dewan untuk memenangkan Azis-Eti beberapa bulan lalu.

Mereka tergolong vokal dan terbuka untuk mendukung dan mengajak masyarakat memilih Azis-Eti di Pilwalkot Cirebon 27 Juni mendatang. Priatmo Adji misalnya, meski ia berstatus sebagai calon wakil walikota dari PDIP pada 2013, kini dia agresif memenangkan Pasti. Adji juga mantan pasangan H Bamunas S Boediman atau Oki di Pilwalkot edisi lalu yang notabene kini jadi kompetitor Pasti.

“Pak Azis dan Bu Eti tidak arogan. Mereka punya karakter baik, sopan santun terhadap sesama,” ungkap Adji, saat hadir dalam acara halal bihalal Pasti wilayah Kejaksan, di salah satu hotel di Jalan Wahidin.

Selain memiliki semangat melanjutkan pembangunan, tanpa harus mulai dari nol, Azis-Eti juga dinilai punya karakter humanis. Jauh dari sifat sombong, terlebih lagi pongah dan arogan. “Kalau yang jadi (walikota) arogan, rakyat akan menghadap saja tidak akan bisa,” katanya.