Ajak Lestarikan Bahasa Cirebon,  Eti: Maju Kotanya, Terjaga Kearifan Lokalnya

Ajak Lestarikan Bahasa Cirebon, Eti: Maju Kotanya, Terjaga Kearifan Lokalnya

CIREBON – Penggunaan bahasa daerah, yaitu Cirebon, harus sungguh-sungguh dilestarikan. Pasalnya, di tengah arus deras kemajuan teknologi dan aspek lain yang kekinian, posisi bahasa daerah juga terancam. Sehingga perlu komitmen bersama untuk tetap melestarikannya.

Oleh karena itu, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cirebon nomor urut dua, Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti) menjadi paslon yang paling sering menggunakan bahasa Cirebon, bahkan bebasan (halus). Duet Pasti menyadari, penggunaan bahasa Cirebon harus terus dilestarikan.

“Bahasa Cirebon sebagai bahasa daerah harus dilestarikan. Meskipun kemajuan terjadi di banyak aspek kehidupan, tapi masyarakatnya tidak boleh tercerabut dari ke-khas-an daerah. Maka bahasa Cirebon harus kita lestarikan bersama, terutama generasi muda,” ungkap Eti.

Menurut Eti, penggunaan bahasa Cirebon juga merupakan salah satu ikhtiar dari komitmen dirinya dengan Azis untuk menjaga kearifan lokal Cirebon. Di samping, banyak keragaman seni dan budaya di dalamnya.

“Komitmen itu ditunjukkan dengan hal yang paling sederhana dulu. Misalnya menggunakan bahasa daerah. Kita mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk melestarikan bahasa Cirebon,” ujarnya.

Disadari Eti, kemajuan Kota Cirebon di berbagai bidang membuat arus modernisasi semakin masif. Namun dirinya meyakini, kearifan lokal Cirebon tidak ditinggalkan oleh masyarakatnya. Untuk itu, pelestarian bahasa Cirebon menjadi salah satu buktinya.

“Kenapa saya sering menggunakan bahasa daerah, bahkan bebasan Cirebon? Karena ini sangat penting untuk dilakukan. Jangan sampai generasi muda kita tidak tahu bahasa daerahnya. Jadi, kita menginginkan maju kotanya, terjaga kearifan lokalnya,” tutur politisi yang sebelumnya wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu.

Kedepan, Eti menyatakan, jika dirinya bersama Azis diberi amanah untuk memimpin Kota Cirebon, akan menyiapkan program strategis dalam rangka pelestarian bahasa daerah. Misalnya, ada satu hari pada setiap pekan untuk menggunakan bahasa daerah, baik di sekolah, kantor pemerintahan maupun swasta.

“Saya kira ini perlu dilakukan. Bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa perekat dan wujud nasionalisme, saya sangat sepakat. Tapi kita juga harus melestarikan bahasa daerah,” katanya.

Untuk diketahui, pasangan Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti) merupakan calon walikota dan wakil walikota Cirebon nomor urut dua yang akan mengikuti Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 27 Juni mendatang. Duet Pasti diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKB, PKPI dan Partai Hanura. Dalam perjalanannya, PKS dan Partai Berkarya juga menyatakan dukungannya. Azis sendiri sebelumnya menjabat walikota, baru habis masa jabatannya pada 16 April lalu. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!