Akan Bangun Sutet, PT CEP Undang BLHD dan Warga

58
MUNDU – PT Cirebon Energi Prasarana (CEP) melaksanakan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal). Hal ini dalam rangka menjelang rencana kegiatan pembangunan jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) dari PLTU Cirebon 1.000 MW ke Gardu induk (Gitet).
PT CEPR yang menghadirkan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cirebon dan konsultan lingkungan itu melaksanakan konsultasi publik studi Amdal.

sosialisasi dampak lingkungan
Sosialisasi dampak lingkungan. Foto : Kim Abdurahim/Rakyat Cirebon

Dalam konsultasi sosialisasi Amdal tersebut, diikuti oleh warga dari empat desa dari dua kecamatan, Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kanci dan Desa Buntet, Muspika dua kecamatan, dan beberapa aktivis sekitar. Kabid Tata Lingkungan BLHD Kabupaten Cirebon, Rita Suzzana, mengatakan kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari mekanisme penyususnan Amdal yang harus dilakukan.

Hal itu, dikarenakan untuk memperoleh perijinan lingkungan dan aspirasi dari masyarakat sekitar juga bisa ditampung. “Konsultasi itu merupakan bagian dari mekanisme untuk rencana pembangunan sutet yang melibatkan dua kabupaten, yaitu Cirebon dan Kuningan. Adapaun pelaksaanaannya itu ranahnya PT CEP,” ungkap Rita kepada Rakyat Cirebon, saat dikonfirmasi Rakcer, Senin (28/9) seusai acara.

Kegiatan yang dilakukan di Fasilitas Sosial (Fasos) Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, itu pihak CEPR menampung aspirasi dan masukan dari semua warga yang hadir. “Dalam kegiatan konsultasi ini, kita menampung saran dan aspirasi masyarakat dari 4 desa yaitu, Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kanci Kulon, Buntet, dan Desa Sinarancang Mundu. Dan nanti masih ada acuan lagi, dan kegiatan ini juga, kita tidak pada bentuk penolakan dan penerimaan dari warga terkait pembangunan Sutet.

Dari aspirasi ini, nanti akan dievaluasi dalam dokumen Amdal dan semua akan ditata dalam dokumen kelayakan,” katanya.Tahapan setelah itu, kata dia, akan dijadikan kerangka acuan, dan akan disidangkan terlebih dahulu. “Dan hasil dari itu ada nota kerangka acuan atau proses pelingkupan segala dampak dan nanti ada survei lagi dari provinsi dan akan dikelola,” ujarnya.

Dan tim Amdal ada di Provinsi, yang memiliki komisinya tersendiri, sama seperti yang ada di Kabupaten Cirebon. “Karena rencana pembangunan Sutet ini akan mencakup dua kabupaten, maka ditarik ke Amdal provinsi. Dan saya meyakinkan bahwa, Amdal harus sesuai dan nanti juga akan ada sebuah revisi Amdal akan menyesuaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Kanci Kulon, Kamir mengatakan dengan adanya pembangunan Sutet nanti, diharapkannya dan warga tidak memiliki dampak negative bagi warga sekitar. “Yang jelas, jika itu benar jadi dibangun, tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan warga, apalagi memiliki dampak negative yang serius mengancam warga,” tandasnya. (kim)

BAGIKAN