Akhir Tahun Borong Piala

Akhir Tahun Borong Piala

RAKYATCIREBON.ID – MA Islamic Center Cirebon menjelang akhir tahun ini memborong banyak piala bergengsi. Semuanya, dari bidang kesenian, Dramband.

Alhamdulillah, anak-anak mempersembahkan banyak piala di bulan November ini,” ucap Kepala MA Islamic Center Cirebon, Drs H Lili Jumali MPd, kepada Rakyat Cirebon, Kamis (3/12).

Berbagai piala bergengsi yang diraih itu, dari berbagai tingkatan. Mulai tingkat provinsi sampai tingkat nasional. “Kemarin yang tingkat provinsi, ada dari DI Yogyakarta dan dari Jawa Tengah. Kita bawa banyak piala. Piala Raja Hamengku Buwono meraih piala Mayoret terbaik. Kemudian Display Street Parade dari Jawa Tengah,” ucapnya.

Untuk tingkat nasional, tim dramband MA Islamic Center Cirebon pun berhasil menorehkan prestasinya. “Tingkat nasional kita meraih juara tiga. Itu yang menyelenggarakan dari Aceh. Nama evennya Aceh Marching Band Championship virtual 2020,” tuturnya.

Beragam prestasi itu, tentunya sangatlah berarti. Mengingat, ditahun 2020 ini merupakan masa sulit. Yakni pandemi Covid-19. “Tapi semua itu, dapat kita lalui. Terbukti dengan torehan prestasi yang kita raih,” kata pria yang akrab disapa Ayah itu.

Untuk yang di Aceh, MAIC Cirebon berkompetisi dengan 23 provinsi lainnya. Dari Jawa Barat, rupanya mengirimkan dua perwakilannya, yakni dari MAIC Cirebon dan dari Bandung. “Ternyata, kita yang berhasil membawakan pialanya,”akunya, bangga.

Selain mengikuti kejuaraan tingkat nasional, kejuaran tingkat Asia pun diiikuti. Hanya saja, belum beruntung. “Pelaksanaannya kan secara virtual. Kita mengirimkan video sesuai dengan tema yang dibutuhkan penyelenggara. Mulai tema kemerdekaan, hari pahlawan dan lainnya. Tapi untuk tingkat Asia ini, kita belum beruntung. Jadi belum membawa torehan prestasi,” terang dia.

Kendati demikian, Ayah mengaku tidak berkecil hati. Justru ketidak berhasilan ditingkat Asia menjadi pengalaman berarti. Semangat anak-anaknya bertambah. “Anak-anak kita memang kreatif. Ditambah support dari seniornya tidak kendor. Jadi tambah semangat. Sekolah pun terus memberikan support. Saya secara pribadi, memberikan keleluasaan agar anak nyaman. Dan mau belajar latihan,” kata dia.

Memang kata dia, masih banyak kendala. Disamping kondisi siswa yang relative sedikit, keberadaan alat pun masih menggunakan stok lama. Perlu ada peremajaan. “Kita masih memakai alat lama. Ini kendala kami. Perlu ada peremajaan. Soal regenerasi kita terus lakukan. Kita maksimalkan siswa yang ada. Agar mereka leluasa menekuni dan menjiwai dibidangnya,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!