Akses Non Tol Segera Berfungsi

145
BIJB Kertajati.
MELINTAS. Seorang pengendara roda dua melintas di jalur menuju BIJB Kertajati. Sampai pertengahan April 2018 ini, pembangunan fisik jalan berupa akses non-tol sudah lebih dari 50 persen.

MAJALENGKA – Kepala dinas perhubungan provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, pemerintah provinsi Jawa Barat menyiapkan berbagai skenario aksesibilitas untuk menuju Bandara Internasional Jawa barat (BIJB) Kertajati.

“Terkait akses non tol, sekarang ini sudah mencapai 50 persen lebih. Diharapkan bulan depan sudah bisa difungsikan,” kata Dedi kepada Rakyat Majalengka, Jum’at (27/4).

Namun, kata dia, yang didahulukan saat ini adalah penyelesaian akses jalan non tol dari bandara ke jalan raya Kadipaten-Jatibarang yang sedang dalam penyelesaian. Selain itu, aksebilitas menuju bandara Kertajati ini, juga terhubung dengan Tol Cipali.

“Saat ini masih melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan jalan sepanjang 2,4 kilometer. Keberadaannya akan terhubung langsung dengan interchange di kilometer 157 Tol Cipali. Diperkirakan fisik pembangunan tol tersebut dimulai 2019 sejalan dengan rampungnya Tol Cisumdawu,” ujarnya.

Menurut Dedi, kedepanya juga akan dibangun jalur kereta api terintegrasi dengan bandara Kertajati, aksebilitas transportasi berbasis jalan raya juga sedang dipersiapkan Dishub Jawa Barat. Sejauh ini akses menuju Kertajati baru satu yang dipersiapkan yakni Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Bandung ke Indramayu atau sebaliknya. Rute itu menempuh Bandung-Sumedang-Kadipaten-Kertajati-Indramayu.

Ia menuturkan, untuk menambah fasilitas angkutan ke Kertajati dari Bandung dan Cirebon, rute anyar dipersiapkan dengan transportasi Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP). Kemudian kabupaten/kota lainnya menyusul. “Rutenya sementara ini (Bandung dan Cirebon) bisa memakai Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali,” ujarnya.

Dedi mengungkapkan, titik point baru sebagai intarmoda transportasi saat ini sedang disiapkan Dishub Jabar untuk memudahkan masyarakat menjangkau Kertajati secara langsung. Titik itu nantinya akan atraktif melayani kebutuhan angkutan darat menggunakan transportasi berbasis bus.

“Jadi, masyarkat yang menuju Kertajati akan mudah lagi untuk melakukan akses transportasi berbasis jalan raya. Itu yang kami lakukan. Integrasi intermodamnya antara terminal,” terangnya.

Sedangkan, progres pengerjaan aksebilitas menuju BIJB terus dikebut seiring akan beroperasinya bandara yang ada di kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka tersebut. Capaian sampai pertengahan April 2018 ini, pembangunan fisik jalan berupa akses non-tol sudah lebih dari 50 persen.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, Pembangunan fisik aksebilitas non-tol ini dilakukan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Panjangnya mencapai 1,8 kilometer dengan lebar 50 meter.

Pengerjaan fisik dilakukan setelah 24 hektare lahan yang dibutuhkan selesai dibebaskan pada Desember 2017 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lahan ini juga berdiri diatas bidang milik Pemprov Jabar.

Ia menambahkan, akses non-tol merupakan akses utama. Karena itu menjadi akses yang dibutuhkan untuk aksesibilitas. “Akses non tol ini cukup vital karena akan menjadi penghubung langsung jalur arteri Kabupaten Majalengka menuju lokasi bandara. Akses ini lokasinya berjarak sekitar empat kilometer dari gerbang tol (GT) Kertajati,” tandasnya. (hsn)