Alumnus Maroko Kenalkan Hafal Al-Quran Metode Lauh

Alumnus Maroko Kenalkan Hafal Al-Quran Metode Lauh

RAKYATCIREBON.ID – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon dikenalkan metode menghafal Al-Quran menggunakan metode lauh.

Adalah Nadia Abdurrahman, alumnus Institut Imam Nafie Tanger Maroko yang mengenalkan motode tersebut melalui Dirasah Digital yang berlangsung via live instagram itu mengusung tema Menghafal Al-Quran Metode Lauh.

Qotrunnada, selaku Divisi Minat dan Bakat HMJ-IQTAF mengatakan, acara ini sebagai upaya membudayakan menghafal Al-Quran bagi masyarakat, atau khususnya bagi kalangan mahasiswa.

“Untuk di Indonesia sendiri bisa kita terapkan metode ini, jika memang lebih banyak kemanfaatan yang di dapat, untuk menambah kualitas dan menjaga pribadi penghafal Al-Quran,” kata Nada. Senada, Ketua HMJ-IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil mengaku, kegiatan bertujuan untuk memupukkan semangat dalam menghafal Al-Quran.  Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga merupakan identitas dari mahasiswa Jurusan IQTAF.

“Dalam menghafal Al-Quran memang biasanya masing-masing individu mempunyai metode tersendiri, metode ini hanya penawaran saja dan mungkin bisa jadi pilihan,” katanya.

Nadia Abdurrahman, selaku narasumber menyampaikan, jika dilihat dari segi bahasa, kata lauh sendiri dalam Bahasa Arab mempunyai arti papan jadi bisa diartikan menghafal Al-Quran menggunakan media papan. Metode ini biasa dilakukan oleh orang-orang di negara Maroko, Al-Jazair, Tunisia dan sekitarnya yang berada disetikar kawasan ujung Afrika.

“Mereka masih menggunakan alat tradisional yaitu papan. Papannya sendiri terbuat dari pelapah pohon zaitun sedangkan qira’at yang biasa mereka baca ialah qira’at warasy,” ujar Nadia.

Akan tetapi, kata dia, menghafal Al-Quran dengan metode apapun itu baik. Tergantung kesungguhan masing-masing. Serta tingkat kenyamanan dan suka dengan metode yang seperti apa.

“Kalau metode lauh sendiri tidak hanya khatam secara hafalan, tetapi khatam secara tulisan, karena penekanan dengan metode lauh yaitu penalaran atau gambaran ayat-ayat yang dihafalkan. Semakin banyak melibatkan anggota tubuh untuk menghafal semakin banyak juga faedah yang dirasakan bagi orang yang menghafalkan Al-Quran,” ujarnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!