Amalkan Tradisi Aswaja, Ajak Luruskan Niat dan Perbanyak Salawat

5
Haul ke-9 KH Syarif Muhammad bin Syekh bin Yahya (Kang Ayip)

Ribuan warga memadati kompleks Pondok Pesantren (Ponspes) Jagasatru, kemarin. Dengan memakai peci dan baju putih, jamaah yang hadir melantunkan zikir dan salawat.  PANTAUAN wartawan koran ini, kendati kepadatan warga yang tumpah ruah untuk memperingati haul ke-9, wafatnya pemimpin pondok pesantren KH Muhammad bin Syekh bin Yahya tetap tertib.

haul kang ayip muh cirebon
Haul Kang Ayip. Foto : Dicki Priyansah/Rakyat Cirebon

Dengan penuh kekhusyukan, jamaah terus mengucapkan zikir, salawat dan doa untuk almahum.
Ketua Panitia Haul, Mahmud Yahya mengatakan, haul ke-9 ini merupakan acara tahunan untuk mendoakan dan mengenang almarhum KH Muhammad bin Syeikh bin Yahya atau yang akrab disapa Kang Ayip Muh.“Kang Ayip merupakan tokoh masyarakat dan juga sebagai guru yang mampu mengayomi semua lapisan masyarakat. Tidak hanya itu, haul juga dilakukan untuk mengamalkan tradisi ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) kepada masyarakat dan para santrinya,” ujar Mahmud, kepada awak media saat ditemui Rakyat Cirebon di sela-sela kegiatan haul.

Menurutnya, haul ini bukan hanya saja mendokan, namun bagaimana bersama-sama untuk merenung.
“Tidak ada pesan khusus dari acara haul ini. Tapi, merenung tentang kebaikan dan ajaran almarhum Kang Ayip  semasa beliau hidup. Semoga semua kebaikan dan ilmunya terus mengalir sampai akhir zaman,” paparnya.Dia mengatakan, kalimat yang sering diingat dari Kang Ayip oleh semua masyarakat termasuk santrinya adalah luruskan niat, dan perbanyak salawat.

“Bahasanya memang simpel. Tapi, maknanya sangat luar biasa. Dengan kita memiliki niat yang baik maka semua akan menjadi baik. Sebab, segala sesuatu itu tergantung pada niat,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, semasa beliau hidup banyak ajaran yang disampaikan kepada para santri dan masyarakat selalu menyentuh di hati mereka. (dic)

BAGIKAN