Aman Berwisata di Tengah Covid-19

Aman Berwisata di Tengah Covid-19

RAKYATCIREBON.ID – Pelaku pariwisata dari berbagai perhimpunan gelar simulasi city tour di sejumlah destinasi wisata Kabupaten dan Kota Cirebon, Senin (13/7). Simulasi ini bagian dari upaya mempromosikan lagi pariwisata di Cirebon.

Ada 7 perhimpunan pelaku pariwisata di Cirebon yang terlibat. Yakni Gapitt, HPI, ASPPI, ASITA, Local Guide, PHRI dan GenPI. Sementara destinasi wisata yang dikunjungi yakni Balai Kota Cirebon, Grage Grand Business Hotel, Jamblang Ibu Nur, Toko Daud, Keraton Kasepuhan, Empal Gentong H Apud, Kerang Mutiara Multidimensi, Mantera Rattan, BT Trusmi, Goa Sunyaragi dan berakhir di Balai Kota.

Ketua Pelaksana, Fajar Bahari mengatakan, lebih dari 3 bulan sejak pandemi Covid-19 merebak, aktivitas kepariwisataan di Cirebon mati total. Sehingga pelaku pariwisata mengalami zero income.

“Harapannya ini menjadi titik balik supaya pariwisata di Cirebon kembali hidup,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon usai pembukaan simulasi city tour.

Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati mengatakan, pihaknya menerima laporan sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Bahkan hanya 10 persen saja aktivitas pariwisata yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, Pemkot Cirebon mendukung penuh pemulihan sektor pariwisata. Apalagi sektor ini menjadi salah satu pendulang PAD terbaik bagi Kota Cirebon.

“Sektor pariwisata di Kota Cirebon menjadi yang paling potensial. Bahkan sebenarnya di Cirebon itu lebih hebat dari Solo dan Jogja. Karena bisa memadukan wisata religi dan wisata kuliner,” ujar Eti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Agus Suherman menjelaskan, Kota Cirebon sudah siap menerima kedatangan wisatawan.

Namun harus menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu, simulasi city tour diharapkan menggugah kedatangan wisatawan.

“Tujuan kegiatan ini membangkitkan industri pariwisata di Wilayah III Cirebon. Juga edukasi standar protokol kesehatan saat berwisata. Kemudian ajang sinergi seluruh elemen kepariwisataan dan menjadi media promosi,” kata dia. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!