Anak, Mantu, dan Besan Ikut Pilkada Jokowi Diomongin Warganet

200

RAKYATCIREBON.ID-Presiden Jokowi lagi diomongin warganet. Gara-garanya, anak, mantu, dan besannya, kompak ikut pilkada.

Putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka berniat, menjadi calon Wali Kota Solo. Sedangkan menantunya, Bobby Nasution serius maju nyalon Wali Kota Medan. Kabar terbaru datang dari paman Bobby Nasution, Dolly Sinombala Siregar. Keluarga besan Presiden ini, siap ikut bertarung dalam pemilihan Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Benar, Saya telah mendaftarkan diri ke Partai Golkar Tapanuli Selatan sebagai bakal Calon Bupati Tapsel. Semoga masyarakat Tapsel menerima kehadiran Saya untuk meningkatkan pembangunan dan SDM di Tapsel yang kini menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar Dolly, kamis lalu.

Sebelumnya, agak luput dari perhatian publik, ipar Presiden Jokowi, Wahyu Purwanto juga akan maju menjadi calon Bupati Gunung Kidul.

Melihat banyak keluarga Presiden Jokowi mau ikut Pilkada, netizen di jagad Twitter pun ramai ngomongin. “Ini pilkada atau harbolnas. Jokowi borong nih…,” ujar Akun @NOTASLIMBOY•

“Memang tak ada larangan formal; Anak, Menantu dan Besan Presiden @jokowi unt maju sbg CaKaDa. Krnnya juga bisa ngeles, itu bukan dinasti. Tapi lebih elegan kalau majunya setelah thn 2024. Maju skrg, serba bermasalah; menang akan dicurigai, apalagi kalau kalah,” samber @hnurwahid.

Akun @aboutiwe meminta keluarga Jokowi yang nanti gak terpilih sabar. “Kalo gak terpilih yaa sabar namanya juga ikut Pilkada mungkin terpilih mungkin tidak. Di Riau satu keluarga gak lewat tahap seleksi langsung naik jabatan, gak diperiksa Kemendagri juga,” katanya.

Akun @Paman_Gembul1 menyindir mereka yang mengkritik majunya keluarga Jokowi maju pilkada. “Dari jaman pilkada sampe pilpres otak kadrun kagak berubah……malah makin mengkeret,” cuitnya.

Warganet lainnya menilai wajar. Asal cara meraih kekuasannya dengan jujur dan dipilih oleh masyarakat. “Ini politik keluarga, bukan dinasti politik,” sebut akun @rayxelhudriano diamini @kunenmanai. “Gibran atau Bobby berkompetisi secara sehat.”

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko pernah memberikan komentar terkait keluarga Jokowi mau maju di pilkada. Moeldoko mengatakan, semua WNI memiliki hak politik. Bekas Panglima TNI itu menegaskan, hak politik seseorang dicabut jika bermasalah dengan hukum.

“Ada pengertian tentang hak politik. Kan semua orang memiliki hak politik, kecuali kalau ada catatan pernah apa, korupsi, hak politiknya dicabut. Sekarang pertanyaannya kepada yang bersangkutan, hak politiknya dicabut enggak?” ujar Moeldoko.

Moeldoko pun menyanggah aggapan Jokowi membangun dinasti politik. Ini merupakan proses pembelajaran politik bagi masyarakat. Dia pun memastikan Istana tidak akan mengintervensi proses politik pilkada manapun, meskipun ada keluarga dan kerabat Presiden Jokowi sebagai kontestan. “Jadi jangan terus menjustifikasi dinasti politik. Istana tidak ikut campur,” tegasnya.

Peneliti departemen politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menyatakan meski menyandang status keluarga atau kerabat Jokowi, tak menjamin kemenangan dalam Pilkada. Kemenangan tidak ditentukan oleh dinasti politik.

“Meskipun dia adalah kerabat Jokowi. Ini karena dinasti politik bukan faktor utama yang menentukan kemenangan calon,” kata Arya. (rmco)

BAGIKAN