Ancaman DBD di Kabupaten Cirebon: 30 Suspect, 11 Positif DBD

Ancaman DBD di Kabupaten Cirebon: 30 Suspect, 11 Positif DBD

RAKYATCIREBON.ID-Masuk musim hujan, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) patut diwaspadai. Kabupaten Cirebon sendiri telah memiliki lokus peredarannya. Yakni di wilayah Timur, Selatan, dan Utara.

Kasusnya, kini cukup tinggi. Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat, sebanyak 30 orang terkena suspect DBD dan 11 orang yang positif terkena DBD.

“Untuk kasus DBD sampai minggu ke 4 Januari, suspect DBD 30, dan berdaarkan hasil laboratorium yang positif terkena DBD ada 11 orang. Yang meninggal tidak ada,” ungkap Kepala Dinas, Hj Enny Suhaeni SKM MKes melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana ke Rakyat Cirebon, Senin (3/2).

Adanya temuan tersebut, membuat Dinkes bergerak cepat. Pihaknya mengaku langsung melakukan tindakan. Yakni melakukan foging di sejumlah titik. ” Foging di 5 tempat,” ucapnya.

Tidak adanya kematian akibat kasus DBD, diakuinya tingkat kesadaran masyarakat sudah tinggi. Ketika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, relatifenurun. “Perhitungannya sesuai dengan catatan dibulan yang sama, tahun ini relatif menurun,” tuturnya.

Adapun peredarannya, selain di Kecamatan Plumbon, juga ada di Kecamatan Greged, Ciledug, Sedong, Gunungjati, Arjawinangun dan Kedawung.

Selain melakukan foging, Dinkes pun telah menyebarkan surat ke puskesmas untuk melakukan kewasdaan dini. Pasalnya curah hujan masih tinggi. Bahkan perkiraannya bisa sampai Maret mendatang masih akan turun hujan.

” Musim hujan masih akan terus ada. Belum masuk puncak. Kami imbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus pemberian bubuk larvasida,” terang lelaki berkumis itu.

Selain itu, lanjut Nanang secara biologis untuk memelihara ikan cupang dan menanam bunga lavender sebagai upaya pencegahan.

Adapun layanan yang diberikan kepada merak yang terpapar suspect DBD, pasien tidak akan rawat. Akan tetapi, manakala telah lewat dari 3 hari, segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas.

“Manakala perlu ada rujukan dari dokter, segera berikan rujukan,” tegasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!