Andre Rosiade: Kalau Bersih, Kenapa Harus Marah-marah?

Andre Rosiade: Kalau Bersih, Kenapa Harus Marah-marah?

RAKYATCIREBON.ID-Partai Gerindra Sumatera Barat melontarkan wacana inisiasi hak interpelasi terhadap Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno.

Hal tersebut dipicu oleh seringnya Irwan ke luar negeri, tanpa membawa hasil untuk warga Sumbar.

Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade menyebut, dalam satu bulan, Irwan bisa dua kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Padahal, menurut Andre, APBD Sumatera Barat tergolong kecil. Namun, dipakai untuk membiayai perjalanan kunjungan kerja Irwan ke luar negeri.

Andre menilai, berbagai kunker yang dilakukan Irwan tidak berimbas kepada masyarakat Sumbar. Selama Irwan kunker, menurut Andre, manfaatnya tidak pernah dirasakan masyarakat Sumbar.

Tidak hanya mengusulkan interpelasi terhadap Irwan, Andre juga meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menginvestigasi perjalanan-perjalanan Irwan ke luar negeri.

Rencana interpelasi yang diajukan Andre ini, dikritik keras oleh istri Irwan, Nevi Zuariana yang juga Anggota Komisi VI DPR. Apa tanggapan Andre soal ini? Simak wawancaranya dikutip dari Rakyat Merdeka, (17/12)

Rencana Fraksi Gerindra menginterpelasi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dikritik keras istrinya,  Nevi ZuarianaBerdasarkan chat yang beredarAnda bahkan diancam akan ditembak mati

Kalau baca WA, itu tentu ancaman. Saya mengkritik Jokowi dalam lima tahun, nggak pernah diancam ditembak mati. Tapi, saya tetap akan jalan. Ini murni menanyakan kepada Saudara Gubernur Irwan mengenai pemakaian APBD dalam kunjungan kerja (kunker).

Saya hanya bertugas menjalankan peran dan memperkuat fungsi pengawasan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra. Kalau mau komen apa saja, terserah. Mau tembak… mau offside… mau apa… terserah.

Bisa dijelaskan awal duduk perkaranya seperti apa?

Awalnya kan ini hanya kami sebagai DPD Gerindra Sumbar, yang menginstruksikan kepada fraksi di DPRD Provinsi Sumbar, untuk melakukan interpelasi mengenai perjalanan dinas kunjungan kerja luar negeri Gubernur Sumbar.

Sebab, menurut data yang kami dapatkan, hampir setiap bulan dia pergi ke luar negeri. Bahkan, ada yang satu bulan itu dua kali.

Sampai sesering itu? 

Iya, berdasarkan data yang sudah saya dapatkan secara valid, 2019 ini saja, sudah 12 kali kunjungan ke luar negeri. Lalu tahun 2018, katanya lebih banyak, tapi saya belum pegang data validnya.

Tapi, indikasinya ada 16 kali katanya di 2018, tapi da ta validnya saya lagi tunggu secara resmi.

Yang pasti, yang valid itu 2019 sampai 12 kali. Ini kan jadi pertanyaan kami, uang APBD dipakai begitu banyak, tentu hal ini menimbulkan keresahan di masyarakat Sumbar.

Kami menangkap aspirasi ini, menyerap aspirasi ini. Untuk itu, kami melakukan hak konstitusi anggota DPRD Sumbar dengan bertanya, melakukan interpelasi untuk bertanya.

Supaya Pak Gubernur Sumbar bisa menjelaskan pemakaian APBD yang begitu banyak jumlahnya ini. Lalu, jelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Niatnya hanya minta penjelasan Gubernur?

Silakan jelaskan untuk apa hampir tiap bulan ke luar negeri. Pakai uangnya berapa miliar, lalu manfaatnya bagaimana ke masyarakat Sumbar. Berapa banyak manfaat yang diperoleh untuk Sumbar.

Lalu?

Nah, tiba-tiba di salah satu grup WhatsApp, Bu Gubernur ini marah-marah, seperti yang viral di berbagai media. Beliau marah-marah, bahkan terindikasi mengancam saya dengan saya akan ditembak mati oleh pendukung Gubernur yang banyak di Sumbar.

Bahkan, juga menghina teman-teman LSM. Kalau menurut informasi yang kami dapatkan hari ini, teman-teman di Sumbar juga akan melaporkan Bu Gubernur ke Polda Sumbar. Akhirnya menjadi viral.

Jadi, ini hanya melakukan interpelasi, tidak ada isu personal. Sekali lagi, saya menghormati Pak Gubernur dan Ibu Gubernur sebagai pribadi, senior-senior kami di Sumbar.

Ini hanya urusan interpelasi sesuai keresahan rakyat, karena Pak Gubernur hampir tiap bulan ke luar negeri, dan kami ingin menanyakan itu.

KabarnyaGerindra mengajak PKS untuk mengajukan interpelasi ini?

Saya ingin tegaskan kepada Pak Gubernur Sumbar Iwan Prayitno, tidak ada urusan dengan PKS. Saya ingin tegaskan, tidak ada kita menarik-menarik PKS. Tidak ada saya mengomentari PKS. Supaya tidak ada penggiringan opini ini pertentangan. Ini tidak ada.

Murni hanya mempertanyakan tanggung jawab gubernur?

Iya, ini murni ada seorang gubernur yang hampir tiap bulan berangkat ke luar negeri, padahal APBD Sumbar begitu kecil. Lalu kami bertanya, urgensi bagi warga Sumbar apa. Kok hobi banget ya.

Pak Presiden Jokowi saja nggak sampe 12 kali setahun. Ini bahkan ada indiaksi 16 kali setahun pada 2018. Setahun itu kan hanya 12 bulan, ini diindikasinya ada 16 kali, lebih banyak empat bulan. Maka kami bertanya, kok ada yang marah?

Maka kami bingung. Kalau bersih kenapa risih, kalau bersih kenapa harus marah-marah.

Chat itu sendiri apakah sudah ada klarifikasi?

Setahu saya, belum ada sama sekali. Saya belum mendengar klarifikasi yang bersangkutan. Kalau nggak salah saya baca di salah satu media online, yang bersangkutan sempat diwawancarai, ‘bentar ya’, tapi setelah itu di WA dan dihubungi nggak bales.

Yang bersangkutan apakah sudah menghubungi Anda? Belum. Menurut saya ini sederhana, tinggal mengakui kesalahan, minta maaf. Saya rasa urusannya selesai.

Meskipun banyak yang mendorong saya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), dan banyak juga yang menyarankan agar lapor ke polisi, saya tidak memilih hal itu.

Bagi saya ini murni, urusan interpelasi, ini hanya menjawab keresahan masyarakat, bukan urusan pribadi. (rmco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!