Andrie Sasalkan Kader Beringin Asbun

11
Ketua Fraksi Golkar Anggap Hak atas Pansus Harus Diperjuangkan

KESAMBI– Disudutkan oleh beberapa kader Partai Golkar, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE akhirnya angkat bicara. Ia justru balik menuding, dua kader partai belambang pohon beringin yang menyudutkannya justru tak paham persoalan. Dirinya meminta agar mereka yang menyudutkannya tidak asal bunyi (asbun).

golkar cirebon
Andrie Sulistio SE. doc. Rakyat Cirebon

“Mungkin Adi (Arifudin) juga tidak mengerti pokok permasalahannya. Sangat disayangkan juga, tidak mengerti, tapi bicara di koran. Harusnya konfirmasi dulu ke saya,” ungkap Andrie, kepada Rakyat Cirebon akhir pekan lalu. Legislator asal dapil II Kesambi-Pekalipan itu menyayangkan, sikap dua kader sekaligus pengurus DPD Partai Golkar, Adi Arifudin dan Taufik Tjarmadi yang tak memahami persoalan yang terjadi dengan Fraksi Golkar terkait pembentukan pansus.

“Makanya kalau ada apa-apa itu konfirmasi dulu ke saya, permasalahannya apa. Jangan kalau sudah ada beritanya di koran, tapi ternyata topik yang dibicarakan di koran itu salah. Kan malu sendiri,” ujarnya. Dijelaskan Andrie, usulan yang disampaikannya saat rapat pembentukan pansus sekaligus pembagian raperda, bertujuan untuk memperjuangkan hak Fraksi Golkar.

Dikatakan Andrie, Fraksi Golkar memiliki hak atas dua kursi di pansus, tapi selama ini hanya satu. “Itu kan rapat pembentukan pansus. Yang selama ini Golkar hanya mendapatkan satu (kursi di pansus) dan harus ditambah satu lagi. Karena seharusnya dua,” kata wakil sekretaris bidang kaderisasi dan keanggotaan DPRD Partai Golkar Kota Cirebon itu.

Disinggung soal adanya desakan kepada ketua DPD Partai Golkar untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Fraksi Golkar di DPRD Kota Cirebon, Andrie enggan menjawab. Ia menilai, itu menjadi hak ketua DPD Partai Golkar.
“Untuk kaitannya keinginan Mas Taufik Tjarmadi agar DPD mengevaluasi fraksi, silakan tanya ke Pak Toto,” katanya.

Dirinya mengingatkan kepada semua kader Partai Golkar untuk tidak asal mengeluarkan pernyataan di media massa yang justru menunjukkan ketidaktertiban.  “Kalau bicara soal partai, harus konfirmasi dulu dengan ketua partai. Kalau bicara fraksi, ya ke ketua fraksi dulu. Jadi ya tertib,” katanya.

Seperti diketahui, sikap Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE, justru menuai kritik pedas dari kader Beringin sendiri. Langkah Andrie yang secara terbuka di rapat DPRD meminta menuntut hak dan keadilan bagi fraksinya dinilai tidak tepat, lantaran disampaikan secara terbuka di forum rapat.

Hal itu disampaikan pengurus DPD Partai Golkar Kota Cirebon bagian Pemuda, Olahraga dan Seni, Adi Arifudin SH. Menurutnya, meskipun yang disampaikan Andrie bertujuan untuk mendapatkan hak FPG, tapi cara yang dilakukan dianggap kurang tepat. “Memang betul ketua Fraksi Golkar memperjuangkan hak dan menuntut keadilan atas fraksinya. Tapi kalau hal itu disampaikan secara terbuka, tidak elok dan kurang pantas, bahkan ya salah kaprah” kata Adi

Senada disampaikan Pengurus Bagian Organisasi DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Taufik Tjarmadi. Ia menilai, protes terkait hak dan menuntut keadilan atas komposisi pansus untuk jatah Fraksi Golkar, seharusnya tidak dilakukan di forum rapat.  “Saya kira kalau persoalan itu disampaikan secara terbuka di rapat, kurang beretika lah,” kata Taufik.

Menurutnya, ketua Fraksi Golkar tidak seharusnya menyampaikan protes itu di forum terbuka. Karena untuk urusan itu, bisa dilakukan dengan lobi-lobi bersama unsur pimpinan yang kemudian bisa dikomunikasikan dengan masing-masing ketua pansus. (jri)

BAGIKAN