Angin Terlalu Kencang, Spot Paralayang Tutup Sementara

15


RAKYATCIREBON.CO.ID– Pengelola spot
olahraga paralayang di Gunung Panten, Kecamatan Majalengka menutup sementara
untuk terbang tandem. “Hal ini kami sampaikan kepada perusahaan tour and
travel, HPI, peminat terbang tandem dan berbagai pihak terkait lainnya,” kata
Ketua Pokdarwis Paralayang Gunung Panten Majalengka, Dede Sofyan, Senin (5/8).

Dede mengatakan pemberitahuan
itu dilakukan sehubungan banyaknya permintaan terbang tandem tetapi tidak bisa
dilaksanakan karen faktor cuaca dan angin.

“Untuk diketahui bahwa
kurun waktu penerbangan Paralayang di Gunung Panten Majalengka November-April.
Arah dan kecepatan angin cukup aman untuk penerbangan olahraga
dirgantara,” jelasnya.

Diluar kurun waktu tersebut,
lanjut Dede,  tidak cukup aman karena angin dari arah selatan dengan
kecepatan tinggi dan gampang berubah. “Sesekali penerbangan masih bisa
dilakukan tetapi harus cermat memperhatikan cuaca dan biasanya hanya untuk
terbang solo bukan tandem,” jelasnya.

Menurut Dede, di Gunung Panten
arah angin yang baik dan aman untuk olahraga dirgantara dari arah utara atau
tempat landing. Pada kurun waktu tersebut sudah mulai turun hujan sehingga
udara di wilayah utara lebih padat dibandingkan Selatan.

“Setiap tempat memiliki
karakter angin dengan kurun waktu berbeda biasanya olahraga dirgantara di Gunung
Panten itu digelar November hingga April,” tukasnya.

Terpisah forecaster BMKG stasiun
Jatiwangi-Majalengka Ahmad Faa Izyn mengungkapkan ada potensi Peningkatan
kecepatan angin mulai 03  – 05 Agustus 2019  di Wilayah
Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan).

Dikatakan Ahmad, analisis
peningkatan kondisi kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning  hari ini dan beberapa hari kedepan disebabkan
oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signfikan di wilayah Utara dan
Selatan ekuator.

“Berdasarkan hasil
pengamatan  pagi hari ini dari BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati
kecepatan angin umumnya dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan
maksimum mencapai 47 km/jam,” ungkapnya.

Ahmad mengungkapkan kondisi
peningkatan kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning  diprakirakan dapat mencapai nilai maksimum
hingga 56 km/jam dan masih akan berlangsung hingga 2 hari kedepan.

“Masyarakat diimbau agar
lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti debu , pohon
tumbang dan peningkatan tinggi gelombang mencapai  lebih 1,5  meter
di Perairan Utara Cirebon – Indramayu serta juga menjaga kondisi tubuh,”
pungkasnya.(hsn)
BAGIKAN