Antisipasi Kebakaran Hutan, Hati-Hati Bermain Api

6
Menteri LH Imbau Masyarakat Jaga Gunung Ciremai

CILIMUS – Musibah kabut asap yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang di akibatkan oleh kebakaran lahan hutan, mendapat tanggapan serius dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya.

menteri kehuatanan siti nurbaya
Menteri LH, Siti Nurbaya. Foto : Alehandro Malik/Rakyat Cirebon

“Saya mengingatkan agar seluruh warga Indonesia harus hati–hati jika bermain api,” kata Menteri LH Siti Nurbaya kepada Rakyat Cirebon disela–sela kegiatan Widya Karya Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Blok Lamborsir Desa Setianegara Kecamatan Cilimus. Sabtu (12/9).

Dikatakan, pihaknya sengaja memilih kawasan Gunung Ciremai untuk melihat secara langsung persoalan kebakaran baik dalam teori dan praktek dilapangan oleh Satuan Kerja seperti Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC).
Selain itu, Siti juga mengaku respon Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan cukup baik, meskipun Kepala Daerah (Bupati,red) tidak mendampinginya. Namun komunikasi dari malam hingga pagi terus berjalan.

“Yang ingin kami perlihatkan adalah bagaimana teman – teman di satuan daerah seperti TNGC menjelaskan pekerjaan yang dilakukan ketika terjadi kebakaran Gunung Ciremai diatas ketinggian 2600 Mdpl,” ujarnya.

Dijelaskan Siti, meskipun penyelesaian cukup lama, karena rencana mengirimkan helikopter water bombing ke Gunung Ciremai dibatalkan mengingat ketinggian titik api berada mendekati puncak Gunung Ciremai, jika dipaksakan menurutnya justru helikopter tersebut akan menabrak Gunung Ciremai.

“Waktu kejadian dilaporkan, saya langsung bantu dengan mengontrol dan melengkapi perlatan, jadi ketika ada sinergi yang baik antara pemda dan Pemerintah Pusat semua bisa diselesaikan,” jelasnya. Banyaknya kebakaran di gunung–gunung se Indonesia termasuk Gunung Ciremai beberapa waktu lalu, disebutkan Siti sesuai dengan proyeksi BMKG sendiri wilayah selatan masih harus diwaspadai.

“Cara mencegahnya jadi hati-hati dalam tanda kutip bermain dengan api, saya ingin semua waspada, karena yang naik gunung bisa siapa saja, bahkan ada kejadian yang muncul di trek pendakian yang tidak biasa (ilegal.red). rekaman itu yang sampai kepada kami,” kata Siti.

Masih terkait pencegahan kebakaran hutan dan gunung, Siti mengatakan melihat kultur di pulau Jawa, yang harus diperkuat adalah sistem kemasayarakatannya. Bukan hanya dibentuk masyarakat peduli api saja, melainkan anak sekolah dan pramika juga harus sudah dikembangkan atau dilibatkan.

“Kedepan kita akan buat modul pendidikan kesiagaan, mulai dari race managemen, disaster respon, respon terhadap datangnya bencana bisa kita siapkan pada anak–anak sekolah,” kata Siti. Terkait penegasan penutupan jalur pendakian gunung diseluruh Indonesia pada saat musim kemarau, Siti mengaku tidak bisa menegaskan saat ini, namun langkah yang sudah diambil ketika sudah terjadi kebakaran maka jalur pendakian wajib ditutup.

“Untuk masalah penutupan jalur pendakian ketika kemarau kita akan kaji terlebih dahulu, karena belum ada regulasi yang mengatur itu, jika memang diperlukan nanti akan kita buat regulasinya dahulu,” pungkasnya. (ale)

BAGIKAN