Apa Kabar Reysa?

83

RAKYATCIREBON.ID-Rumah Sakit Reysa sejak  disita oleh KPK tahun 2016 akibat suap Panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, dari informasi yang dihimpun rakyatcirebon.id sedikitnya 4 desa di Kecamatan Cikedung minta untuk d buka kembali oprasionalnya, karena dinilai sangat penting dalam fungsi medis di wilayah Indramayu Barat.

Hal itu ditandai dengan dikirimnya surat permohonan dari 4 desa se-Kecamatan Cikedung yakni Desa Cikedung Lor, Jambak, Mundakjaya dan Jatisura, ke KPK untuk melakukan kebijakan sesuatu agar Rumah Sakit Reysa kembali dibuka, karena wilayah Indramayu Barat jauh dari Rumah Sakit terdekat.

Menurut kalangan dan tokoh masyarakat setempat, keberadaan rumah sakit itu sangat dibutuhkan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Terlebih lagi rumah sakit yang berada di Desa Mundak Jaya Kecamatan Cikedung itu merupakan salah satu penunjang MDGs (Milenium Development Goals) Indonesia Sehat yang letaknya cukup strategis dimana kondisi geografisnya berada di pemukiman padat penduduk. 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menghibahkan aset sitaan berupa Rumah Sakit di Cikedung, Indramayu, kepada negara.

Saat itu, mantab Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengkaji soal apakah RS yang diduga hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jika dibutuhkan, RS tersebut bakal dikelola oleh negara dengan kemungkinan biaya pengobatan lebih murah dari sebelumnya.

“Jadi KPK menciptakan kesejahteraan buat orang. Jadi kemanfaatan harus tetap ada,” ujar Syarif di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (13/9).

Laode menuturkan KPK pernah menghibahkan harta milik terpidana korupsi. Dia mencontohkan, rumah mantan Kepala Kors Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Solo.

“Kita sudah mencoba waktu itu mengembalikan rumah pada Wali Kota yang di Solo yang dijadikan museum,” ujarnya.

Saat ditemui di Lapas Klas I Sukamiskin, Rohadi mengungkapkan keikhlasannya terkait keberadaan rumah sakit Reysa untuk dihidupkan kembali. “Warga Cikedung sangat membutuhkan rumah sakit, karena kalau harus ke Indramayu, harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer,” ujarnya, Senin (16/12).

Lebih lanjut, Rohadi menambahkan sangat di sayangkan, keberadaan rumah sakit yang sebelumnya berfungsi normal, harus di tutup. Keberadaan rumah sakit sangat di harapkan warga setempat, selain memudahkan warga untuk kebutuhan berobat juga bisa menyerap kebutuhan tenaga kerja lokal.

RS Reysa Cikedung diresmikan oleh Direktur PT. Reysa Permata Cikedung, Prof. DR. AR. Adji Hoesodo, pada November 2015. RS tersebut bakal menjadi Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba dan pelayanan cuci darah. Sedikitnya 50 unit mesin cuci darah disiapkan di sana. (*)