Ara : Peran Pemuda Perkuat Sistem Demokrasi Pancasila

6
KERTAJATI – Pancasila sebagai ideologi bangsa, sudah banyak dilupakan dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara. Pernyataan tersebut diungkapkan anggota MPR RI, Maruarar Sirait dalam seminar bertemakan Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila di Aula PGRI Kecamatan Kertajati, Jum’at (2/10).

maruar sirait pdip majalengka
Maruar Sirait. Foto : Hasanudin/Rakyat Majalengka

Hadir dalam seminar tersebut Bupati Majalengka yang diwakili asisten bidang pembangunan Aeron Randi AP MP, ketua DPRD Majalengka Tarsono D Mardiana Ssos, Dandim Majalengka Letkol Inf Priandy Budi Purnawan SIP beserta organisasi mahasiswa dan beberapa tamu undangan.Maruarar Sirait mengatakan, sebagai ideologi bangsa, Pancasila harus tertanam dalam benak pemuda saat ini. Mengingat saat ini banyak sekali nilai yang tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai Pancasila.

“Pemuda sebagai pilar pembangunan bangsa, harus tahu mengenai Pancasila. Sejak lahirnya dan perkembangannya,” kata Bang Ara sapaan akrab Maruarar Sirait kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group). Hal senada juga diutarakan oleh panitia pelaksana, Eka. Ia mengatakan, tujuan diadakannya seminar ini untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi pancasila dikalangan generasi muda, terlebih lagi kedepannya Majalengka akan menjadi kota besar dengan pembangunan yang meningkat pesat.

“Beberapa organisasi baik kepemudaan dan mahasiswa kami undang, mengingat ditangan merekalah masa depan bangsa kita khususnya Majalengka ditentukan,” ujarnya.Sementara itu, Praktisi Pendidikan, Dr Diding Badjuri,  mengatakan, peranan pemuda dan mahasiswa dalam demokrasi sangatlah penting. Ia mengimbau mahasiswa agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang empat pilar kebangsaan dan sistem demokrasi pancasila agar bisa memberikan contoh positif terhadap masyarakat luas.

”Pemuda dan Mahasiswa harus lebih meningkatkan komunikasi antar kampus atau kelompok di unversitasnya masing masing, Dengan memegang teguh pendirian selaku mahasiswa yang kritis terhadap demokrasi,” ucap Diding yang juga dosen Universitas Majalengka.(hsn/mgg)

BAGIKAN