Arena Balap Liar Digerebek, Pengunjung Kocar-Kacir

4
Sita 110 Sepeda Motor, Polisi Endus Indikasi Perjudian


KESAMBI – Polres Cirebon Kota bersama Polsekta Utara Barat (Utbar), menggerebek arena balap liar di Komplek Stadion Bima, Minggu (13/9). Aksi penggerebekan yang dipimpin langsung Wakapolres Ciko Sharly Sollu, membuat ratusan pengunjung dan pembalap motor liar kocar-kacir. Tidak sedikit yang kabur dengan meninggalkan sepeda motornya.

Penonton balap liar di Bima kocar-kacir saat digrebek Polisi. Foto : Sudirman/Rakyat Cirebon



Sedikitnya 110 unit sepeda motor yang diamankan petugas ke Mapolres Ciko tidak dilengkapi dengan STNK. Dua unit sepeda motor yang turut diamankan adalah sepeda motor dinas berplat merah, yang digunakan pegawai Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Cirebon (Disporabudpar).


Selain sepeda motor, polisi juga mengamankan 6 orang yang diduga panitia penyelenggara balapan liar itu. Wakapolres Cirebon Kota Sharly Sollu mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, balapan liar itu sering digelar setiap hari Minggu sore.  


“Warga yang tinggal tidak jauh dari kompleks Stadion Bima sebenarnya terganggu dengan suara bising dari arena balapan,” kata Sharly Sollu didampingi Kasat Lantas Kurnia seusai penggerebekan. Dikatakan Sharly, warga mengira arena balap itu resmi karena ada kepanitiaan dan penonton diminta bayaran. 


Diungkapkannya, berdasarkan keterangan sementara, setiap pengunjung yang datang diminta membayar Rp2.000/orang. Sedangkan, peserta balapan diwajibkan membayar Rp 25.000/orang. 


Selain meresahkan warga, ujar Sharly, ada indikasi perjudian dalam balapan liar itu.  “Kami masih menyelidiki ke arah perjudian, karena indikasinya sangat kuat,” jelasnya.  Sampai berita ini diketik, pemeriksaan terhadap 6 orang yang diamankan masih berlangsung.


Sementara itu, koordinator balapan, Yuda mengelak, balapan tersebut adalah balapan liar. Dikatakan Yuda, arena balap tersebut hanya untuk latihan saja. 
“Untuk yang balapan pun lengkap semua, yang tidak lengkap kita off. Paling banyak 20 motor balap,” katanya.  Dijelaskan Yuda, uang retribusi parkir Rp2 ribu hasilnya dibagi dengan masyarakat sektar. (man/mgg)

BAGIKAN