Ayu-Cunadi Mulai Diproses, Kang Luthfi: Kita ngikut apa Kata Panlih aja, Kita kan nggak punya Kewenangan

Ayu-Cunadi Mulai Diproses, Kang Luthfi: Kita ngikut apa Kata Panlih aja, Kita kan nggak punya Kewenangan

RAKYATCIREBON.ID-Permohonan DPC PDIP sudah masuk ke meja pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon. Terkait pengisian kursi wakil bupati (wabup). Hal itu sejalan dengan diumumkannya rekomendasi DPP kepada internal PDIP satu hari sebelumnya atau Minggu (4/10) oleh Ketua DPC PDIP Drs H Imron MAg.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon HM Luthfi MSi mengaku surat permohonan DPC PDIP baru diterima Senin (5/10). Permohonan itu lengkap dengan rekomendasi DPP PDIP. “Baru diterima hari ini (kemarin),” aku Luthfi saat ditemui Rakyat Cirebon di ruang kerjanya. 

Itu artinya pengisian kekosongan wakil bupati tidak bisa ditunda-tunda lagi. Dasar pengajuannya sudah ada. Tinggal menunggu kinerja dari panitia pemilihan (panlih). “Prinsipnya kita memprosesnya, setelah surat itu datang,” katanya.

Tetapi, sambung politisi PKB itu, pihaknya tidak akan mencampuri lebih dalam. Mengingat pengisian wabup menjadi hajatnya partai pengusung, yakni PDIP. “Jadi terserah teman-teman PDIP saja. Maunya gimana,” tuturnya.

Selaku pimpinan, pria yang akrab disapa Kang Luthfi itu mengaku tidak ada komunikasi intens dengan ketua DPC yang juga bupati terkait pengisian wabup. Meski dirinya masuk jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), komunikasi itu tidak ada.

Makanya, memilih diam. Menyerahkan semua kepada panlih. Ditambahkan, jajaran panlih saat ini telah terbentuk. Dikomandoi langsung kader senior PDIP, H Mustofa SH. Makanya, selaku pimpinan, menyerahkan semuanya ke PDIP dan panlih. “Jadi kita ngikut apa kata panlih aja. Kita kan nggak punya kewenangan,” kata Luthfi.

Disinggung soal dinamika yang terjadi saat ini, Luthfi enggan memperkeruh. Menurutnya hal biasa warna warni dalam politik. Ruang politik, dinamika selalu ada. Yang terpenting semua prosedur ditempuh. Karena kata dia semuanya memiliki mekanisme dan memiliki prosedur tersendiri. 

Juga ketika dikaitkan siapa yang akan dimenangkan di legislatif. Apakah sesuai arahan rekomendasi DPP PDIP, yakni Hj Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) atau pendampingnya, Cunadi. “Bisa jadi tepat (Ayu yang jadi wakil bupati, red) bisa juga tidak. Dinamika sudah di panlih aja,” pungkas Luthfi. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panlih Mustofa mengatakan panlih baru akan rapat Rabu besok (7/10). Untuk saat ini, katanya, agenda kegiatan dewan masih padat. Belum terfokus pada agenda panlih. “Panlih jadwal rapatnya hari Rabu (besok, red),” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Drs H Imron MAg mengaku rekomendasi baru diterima pekan lalu. Padahal, sudah diturunkan sejak lama. Hanya ditahan DPD PDIP Jawa Barat. “Yang baru ini, baru minggu kemarin saya terima. Tapi, sepertinya sudah lama. Oleh DPD tidak cepat dikasihkan. Mungkin menunggu panitia pemilihan (panlih). Karena setelah panlih terbentuk, rekomnya langsung dikasihkan,” kata Imron, Minggu (4/10).

Rekomendasi, sambung Imron, turun dua kali. Saat pertama hanya untuk satu nama. Yakni Hj Wahyu Tjiptaningsih atau Ayu. Mengingat aturan di legislatif mengharuskan untuk mengusulkan pendamping, DPC PDIP pun melakukan pleno untuk menentukan siapa pendampingnya.

Lalu disepakati Cunadi. Imron sendiri menyebut Cunadi sebagai kader PDIP. “Kita pun usulkan lagi (usulkan nama Cunadi, red). Lama tidak turun-turun.Tapi akhirnya setelah ada panlih baru diturunkan. Yang dulu saya tunjukkan, itu rekom pertama. Tanpa pendamping. Lalu kita usulkan lagi nama Cunadi sebagai pendamping,” aku Imron.

Pria yang juga bupati Cirebon itu mengaku sudah menginstruksikan Fraksi PDIP untuk mengawal proses di DPRD guna mempercepat proses pengisian wabup. Tujuannya, kata Imron, ketika unsur pemerintahan komplit, maka roda pemerintahan berjalan dengan baik. Imron lagi-lagi mengatakan saat ini keberadaan wabup sangat dibutuhkan. “Kita ingin bulan-bulan ini segera dilantik,” katanya.

MASIH DISOAL

Rekomendasi DPP PDIP untuk istri Sunjaya Purwadisastra, Hj Wahyu Tjiptaningsih atau Ayu, disoal internal PDIP. Sampai-sampai dicurigai sebagai rekom abal-abal. Itu karena saat diumumkan Minggu (4/10), Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Drs H Imron MAg hanya memperlihatkan amplopnya saja. Isi amplopnya tak diperlihatkan kepada para wartawan yang hadir di kantor DPC PDIP di kawasan Talun.

Nah, kader PDIP yang menyoal rekomendasi itu adalah Hj Dian Hernawa Susanty. “Ini menjadi aneh. Ini ada apa? Kenapa sih tidak terbuka saja. Kenapa cuma amplopnya saja. Kan jadinya bola liar kalau seperti itu. Jangan salahkan kalau ada yang berfikiran lain. Bisa saja kan itu rekom abal-abal,” terang Dian Hernawa Susanty, kemarin (5/10).

Ya, dia menyebut ada yang janggal dari proses pengumuman rekomendasi untuk kursi wakil bupati Cirebon itu. “Janggalnya karena pengumumannya itu tak didampingi DPD dan DPP. Kemudian rekomendasinya tak dipublikasikan. Ini ada apa. Mestinya didampingi jajaran struktural di atasnya. Kalau tidak DPP ya DPD,” kata Dian Hernawa Susanty, kemarin.

“Kemudian, apakah sudah mempunyai surat keterangan catatan kepolisian untuk melengkapi persyaratan sebagai calon wakil bupati Kabupaten Cirebon? SKCK sangat penting karena dari catatan kepolisian tersebut, rekam jejaknya akan terlihat. Artinya, apakah rekomendasi yang diumumkan itu belum dibenarkan DPD maupun DPP?,” lanjutnya.

Wanita yang akrab disapa Santy itu mengatakan DPP PDIP belum membenarkan. “Menunggu sampai tidak ada reaksi dari daerah. Makanya Ibu Ayu itu buru-buru untuk dibacakan itu (rekomendasi, red). Takutnya ada aksi. Jadi diumumkan untuk kondusivitas. Karena kita tahu penolakan dari masyarakat kan banyak,” terangnya kepada Rakyat Cirebon.

Seperti diberitakan, rekomendasi DPP PDIP akhirnya diumumkan. Tak meleset. Milik Hj Wahyu Tjiptaningsih atau Ayu. Diumumkan di kantor DPC PDIP pada Minggu (4/10). Ayu pun diyakini kian dekat ke kursi wakil bupati (wabup) Cirebon. Tinggal menunggu proses pemilihan di DPRD Kabupaten Cirebon.

Kepada Rakyat Cirebon, Ayu mengaku rekomendasi yang telah dimandatkan untuknya merupakan kepercayaan. “Rekomendasi tidak datang ujug-ujug. Ini bentuk kepercayaan. Yang diembankan kepada saya. Saya siap menjaga amanah ini. Menjaga nama baik PDIP,” ucapnya di kantor DPC PDIP Kabupaten Cirebon di kawasan Talun, Minggu (4/10). (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!