Ayu Muncul, Raih Mandat Isi Wakil Bupati

Ayu Muncul, Raih Mandat Isi Wakil Bupati

RAKYATCIREBON.ID-Pasca DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat menyerahkan sejumlah nama calon wakil Bupati ke DPP, perkembangannya lambat laun menyusut, tak terdengar. Padahal, publik menunggu. Keputusannya disegerakan.

Sempat beredar kabar sebenarnya DPP telah mengeluarkan rekomendasi. Rekomendasinya itu diberikan kesalah satu kadernya. Hanya saja,belum sempat diumumkan ke publik, informasi itupun akhirnya hilang tanpa jejak. Sejalan dengan hilangnya nama-nama yang digadang-gadang berpeluang mendapat rekom.

Kini, isu rekomendasi DPP pun kembali mencuat. Diberikan kesalah satu srikandi PDI Perjuangan. Beberapa kalangan bahkan secara terbuka dimedia sosial menyatakan penolakan. Karena rekomendasinya itu, diduga diberikan kepada permaisuri mantan bupati, Wahyu Tjiptaningsih.

“Diduga, rekomendasi wakil bupati, sudah diturunkan DPP, diberikan ke ibu Ayu,” ucap salah satu aktivis Cirebon, Darto.

Ketika informasi itu benar adanya, pihaknya paling depan melakukan upaya penolakan. Karena, bagaimanapun, suaminya, yang merupakan mantan bupati Cirebon, telah mencoreng Kabupaten Cirebon dengan tertangkapnya dalam operasi OTT KPK, tahun lalu. “Kita tetap menolaknya,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh yang enggan dikorankan namanya mengaku mendapatkan kabar, bahwa yang mendapat rekomendasi itu benar, istri mantan bupati, Wahyu Tjiptaningsih. Bahkan, rekomendasi itu, sudah ditandatangani langsung pihak yang bersangkutan. Serta mendapat dukungan dari Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg.

Munculnya isu rekomendasi kepada perempuan yang akrab disapa Ayu itu, ternyata kata dia, masih menjadi polemik. Khususnya dikalangan internal PC Nahdlatul Ulama. Yang sebelumnya, sebagian kiyai NU, sempat memberikan dukungan. “Informasinya begitu. Ternyata diinternal NU sendiri, ada pro kontra. Mungkin karena nama Ayu sudah cidera, oleh suaminya. Baiknya memang cari yang bersih dan kinerjanya mumpuni,” tuturnya, sambil meminta namanya tidak dikorankan.

Menurutnya, itu penting (cari yang bersih, red) bagi PDI Perjuangan, serta bagi bupati sendiri. Meskipun pada kenyataannya, dalam politik tidak ada kawan maupun lawan. Yang ada interest, bahkan cenderung menghalalkan segala cara.

Beredarnya informasi soal diturunkannya rekomendasi wakil bupati, mendapatkan respon dari pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon. Bendahara DPC PDI Perjuangan Rudiana menyanggahnya. Karena sampai hari ini, kata dia, rekomendasi itu belum diturunkan DPP.

“Rekomendasi belum ada. Kalau sudah diturunkan nanti akan melalui Rakercabsus. Kami pasti sampaikan, kami publish,” tegas lelaki yang sekaligus merupakan Wakil Ketua DPRD itu.

Disinggung soal penolakan masyarakat ketika rekomendasi itu diturunkan untuk istri mantan bupati, Rudiana mengaku tidak mempersoalkannya. Karena itu, menjadi hak warga. Yang terpenting, pihaknya selaku kader partai, harus bisa mengamankan siapapun yang nantinya mendapatkan rekomendasi dari DPP.

“ Kita sebagai kader harus mengamankan. Siapapun itu. Terlepas ada penolakan di eksternal, itu hak masyarakat. Tapi saya harap masyarakat memahami, karena siapapun yang mendapat rekomendasi DPP, sudah dipastikan telah melewati pertimbangan matang. Kan beda pertimbangan internal partai dengan pihak eksternal,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!