Azis Klaim Sejalan dengan Agus Sihombing

69
Minta Partai Golkar dan PPP Setujui Usulan dari Demokrat

PEKALIPAN– Sinyal bahwa DPD Partai Golkar versi Agung Laksono yang dikomandoi Agus Sihombing akan mengajukan nama baru calon wakil walikota (wawali) kian menguat.Agus Sihombing diketahui menjalin komunikasi intens dengan Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH untuk bersama-sama memecah kebuntuan proses pengisian wawali.

walikota cirebon nasrudin azis
Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH. Doc.Rakyat Cirebon

Hal itu diakui Azis saat ditemui di kantor Kelurahan Pekalangan Kecamatan Pekalipan, usai menghadiri sebuah acara, kemarin. Orang nomor satu di Kota Cirebon itu mengakui, dirinya intens berkomunikasi dengan Agus Sihombing. “Sudah bertemu juga beberapa kali,” kata Azis kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Dari komunikasi yang dibangunnya dengan Agus Sihombing, Azis mengklaim, sudah menemui kesepakatan untuk bersama-sama menuntaskan proses pengisian wawali. Namun demikian, Azis juga tak ingin suasana internal Partai Golkar menjadi tak kondusif.

 “Sudah sejalan. Tinggal bagaimana meminimalisir (potensi konflik) di Golkar. Saya tidak ingin Golkar menjadi tidak kondusif,” ujarnya.Pria yang juga ketua DPC Partai Demokrat itu secara terbuka meminta kepada Partai Golkar dan PPP untuk bersama-sama menerima usulan calon wawali dari Partai Demokrat, yakni Ketua DPD Partai Golkar, Toto Sunanto dan Ketua DPD Partai Nasdem, Eti Herawati.

“Saya minta Golkar dan PPP menerima apa yang saya usulkan,” katanya.
Selain itu, Azis juga meminta agar Golkar dan PPP untuk tetap berada di barisan sebagai partai pendukung pemerintahan Kota Cirebon. “Saya memohon kepada Golkar dan PPP untuk membantu pemerintah (memecahkan kebuntuan pengisian wawali),” kata dia.

Keberadaan wawali, diakui Azis sangat dinantikannya. Setelah lebih dari tujuh bulan lebih berlalu tanpa wawali, Azis mengaku mulai merasa capek. “Saya sudah tidak tahan bekerja sendiri, capek, tidak bisa menangani semua,” katanya.
Sementara itu, Walikota Cirebon periode 2003-2008 dan 2008-2013, Subardi, turut angkat bicara soal proses pengisian wawali. Menurutnya, proses itu mestinya bisa selesai dengan tanpa berlarut-larut.

“Saya kira kalau semuanya saling menerima, mengedepankan kepentingan masyarakat, prosesnya akan segera selesai,” kata Subardi. Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Agus Sihombing belum bersedia membeberkan kemungkinan adanya pergantian usulan calon wawali.
“Untuk tidak muncul polemik, saya belum bisa menjawab itu,” kata Agus, tadi malam.

Hanya saja, Agus tak menampik, pihaknya saat ini masih terus melakukan pembahasan di internal partai, terkait proses pengisian wawali. Ia berjanji, awal Oktober mendatang, akan menyampaikan hasilnya.“Awal Oktober, saya akan sampaikan ke rekan-rekan media. Sekarang masih proses penggodokan,” kata dia.

Ia menambahkan, pada prinsipnya, pihaknya menginginkan proses pengisian wawali segera tuntas. Dia meyakini, dalam waktu dekat, polemik ini akan menemui akhir.“Arahnya mudah-mudahan bisa selesai, kalau melihat kondisi terakhir sih. Meskipun saya belum bisa katakan ini sudah tuntas,” katanya.
Sementara, saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Ketua DPD Golkar versi Aburizal Bakrie, Toto Sunanto, tak menjawab sambungan telepon. (jri)

BAGIKAN