Azis Lempar Bola Panas ke Panlih

64
Bantah Main-main soal Wawali, Eeng Tidak Perlu Mundur dari DPRD


LEMAHWUNGKUK– Dituding tidak serius untuk mempercepat proses pengisian wakil walikota, Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH gerah.  Mantan Ketua DPRD Kota Cirebon ini, tidak bisa menutupi kekesalannya atas tuduhan yang dilayangkan beberapa pihak itu, saat beberapa wartawan menanyakan perkembangan terbaru proses pengisian wawali.

walikota cirebon azis
Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH. doc Rakyat Cirebon

“Saya itu susah ya kalau bicara soal ini. Karena kalau saya bicara, dianggapnya hanya retorika. Mereka bilang, buktinya Pak Azis menolak calon lain (selain Eti Herawati). Saya akan dianggap serius butuh wakil, kalau calonnya ya bebas bae,” ungkap Azis kepada Rakyat Cirebon, usai meninjau kawasan Pasar Kanoman, kemarin.

Azis menegaskan, pada proses pengisian wawali bukan hanya persoalan status calon yang diusulkan.
Tapi jauh lebih penting dari itu, Azis menginginkan, wawali yang dipilih dewan nantinya bisa klop dengan dirinya dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Tapi persoalannya bukan bebas memilihnya. Ini persoalannya agar bagaimana saya dan wakil nantinya sejalan, sama-sama nyaman menjalankan tugas,” kata pria yang pernah menjabat ketua DPRD Kota Cirebon itu.

Untuk itu, Azis menantang pihak manapun yang selama ini menyudutkannya dengan menuduh bahwa dirinya tak menginginkan ada wawali.  Azis mengatakan, tak semua orang memahami secara utuh persoalan wawali, termasuk kenapa dirinya mengusulkan Ketua DPD Partai Nasdem Dra Hj Eti Herawati (Eeng Charli) dan Ketua DPD Golkar Ir Toto Sunanto.

“Sok silahkan kalau mau, misalnya ingin tahu, ayo berdebat publik. Ketemu dimana. Jangan anggap saya ini tidak serius atau tidak ingin ada wawali. Jangan suudzan. Saya siap diskusi, salah saya di mana, ayo tunjukkan,” katanya.

Azis menegaskan, dirinya baik sebagai walikota maupun ketua DPC Partai Demokrat, sudah mengusulkan dua nama calon wawali, yakni Eeng Charli dan Toto Sunanto.

Azis lantas menyalahkan Panitia Pemilihan (Panlih) wawali di DPRD yang tak segera memproses.
“Kan sudah diajukan dua nama calon wakil, Pak Toto dan Bu Eeng. Tapi kan belum juga digelar pemilihannya. Kenapa tidak bisa dilakukan, ya silakan itu tanya mereka (panlih wawali, red),” kata dia.

Ia berharap, semua pihak membantu melakukan percepatan proses pengisian wawali. Terutama panlih wawali di DPRD. Bahkan, Azis berseloroh, dalam sepekan kedepan, sebelum memasuki musim hujan, kalau bisa proses pengisian wawali bisa rampung. “Saya sih berharap minggu ini selesai, sebelum musim hujan,” selorohnya.

Ditanya terkait komunikasi politik yang dibangun dirinya dengan Ketua DPD Partai Golkar, Toto Sunanto, Azis mengisyaratkan, komunikasi yang selama ini dibangun, tak membuahkan hasil. “Ketemu sih sering dengan Pak Toto. Tapi ya begitu,” katanya.

Sementara itu, kontroversi terkait pencalonan Eeng Charli yang juga wakil ketua DPRD untuk menjadi wawali, terutama terkait keharusannya mundur dari legislatif, memantik reaksi beberapa kalangan. Salahsatunya, praktisi hukum dari Unswagati Cirebon, Agus Dimyati SH MH.

Menurut pria yang akrab disapa Gusdim itu, Eeng tidak perlu mengundurkan diri terlebih dahulu dari kursi legislatif apabila dicalonkan jadi wawali. Menurutnya, tidak ada regulasi yang mengatur bahwa Eeng harus mundur terlebih dahulu.

“Eeng tidak perlu mundur dari DPRD kalau nyalon wawali karena tidak ada aturan yang mengharuskan itu. terkecuali untuk pilkada serentak, harus mundur berdasarkan UU Nomor 8/2015,” kata Gusdim.

Ia mempertanyakan landasan berpikir pihak-pihak yang menyatakan bahwa Eeng harus terlebih dahulu mengundurkan diri dari kursi legislatif apabila menjadi calon wawali. “Ya kalau suruh mundur, dasar hukumnya apa? Di tatibnya juga gak diatur,” kata dia. (jri)

BAGIKAN